Kasus peledakan bom di tiga gereja di daerah Surabaya pada 13 Mei lalu benar-benar menghebohkan masyarakat. Tak ketinggalan sang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang kebetulan tidak berada di kota tersebut saat kejadian. Perempuan yang akrab disapa Risma itu sedang melakukan perjalanan dinas menghadiri undangan dari pihak Uni Emirat Arab. Dan saat berita itu turun, bukan Risma namanya jika hanya berdiam diri.

Belum redam kasus bom gereja, keesokan harinya pada 14 Mei bom kembali meledak di Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya. Hanya berselang sekitar satu jam setelah kejadian, Risma langsung mendatangi Mapolrestabes. Tak berhenti di situ, Wali Kota Risma kemudian melakukan beberapa hal yang menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Tak heran, masyarakat pun dibuat terkagum-kagum oleh ketegaran perempuan tersebut. Apa saja yang dilakukan Risma pasca kasus ledakan bom yang terjadi di Surabaya? Yuk simak berikut ini.

Wali Kota Risma percepat kepulangannya ke Surabaya

Risma turun ke area ledakan [sumber gambar]
Mendapati berita Kota Surabaya terkena ledakan bom di tiga gereja, Wali kota Risma langsung percepat kepulangannya ke Surabaya. Sebelumnya, Risma yang tengah berada di tengah tugas dinasnya di Arab Saudi langsung terbang ke Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan dilanjutkan ke Surabaya. Dalam perjalanan pulang ke Surabaya ini juga Risma membatalkan kegiatan tahunan Festival Rujak Uleg yang mestinya digelar pada hari minggu itu juga. Pembatalan ini sebagai wujud rasa prihatin atas kejadian pengeboman yang menimpa tiga gereja di Surabaya.

Warga jadi korban, Risma menangis dan meminta maaf atas kinerja yang kurang maksimal

Risma menangis [sumber gambar]
Usai dua hari terjadi rentetan bom bunuh diri di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya, Wali Kota Rismaharini membuat surat edaran kepada seluruh RT/RW di Surabaya. Isinya menghimbau kepada seluruh RT/RW untuk mewaspadai orang-orang di sekeliling yang mencurigakan baik dalam hal sepele seperti melalui ucapan. Wali kota perempuan pertama Surabaya itu pun tertangkap kamera sempat menangis di area ledakan gereja. Ia mengingatkan warga untuk peka dan mendeteksi dini untuk mencegah aksi ledakan bom dan semacamnya. Tak berhenti di situ, Risma juga meminta maaf kepada seluruh warga Surabaya atas pekerjaan yang belum maksimal dari pemerintah dalam melayani warganya.

Pasca pengeboman, Risma turun atur lalu lintas

Risma berpatroli ke gereja [sumber gambar]
Sudah menjadi hal umum jika masyarakat suka bergerombol di sekitaran area ledakan bom. Melihat hal tersebut, Risma lantas membantu polisi dengan meminta masyarakat tidak bergerombol di sekitar Jalan Rajawali dan Jalan Veteran. Berbekal pengeras suara, Wali Kota Risma meminta masyarakat tidak bergerombol dari dalam mobil dinas warna hitam yang kacanya sengaja di buka.

Patroli ke gereja-gereja dan mengunjungi keluarga korban

Mengunjungi keluarga korban [sumber gambar]
Selain meminta warga tidak bergerombol di jalan-jalan sekitar tempat ledakan terjadi, Wali Kota Risma juga berpatroli dari satu gereja ke gereja lainnya. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan keamanan. Ia berkeliling dibonceng seorang wanita yang mengendarai motol trail berwarna pink. Selain itu, sebuah video juga menunjukkan Risma sedang melakukan briefing pada satpam salah satu gereja. Dengan tegas, Risma meminta kepada satpam untuk tidak kendor dan menutup semua pintu dengan rapat dan dikunci. Dan di hari yang sama, Senin 14 Mei 2018 Risma juga mengunjungi persemayaman korban. Pada keluarga para korban yang ditinggalkan, Risma memohon maaf lantaran baru bisa hadir. Ia pun berjanji untuk menanggung semua biaya pengobatan dan pemakaman korban bom.

Meminta izin pada menteri pendidian agar libur sekolah diperpanjang

Risma dan kemendikbud [sumber gambar]
Langkah lain yang diambil Risma untuk melindungi warganya paska terjadi ledakan adalah memperpanjang masa libur di sekolah yang berada di kawasan Surabaya. Dihadapan Mendikbud Muhadjir Effendi yang Risma temui di ruang kerja Wali Kota Surabaya pada Senin, 14 Mei Lalu, perempuan ini meminta keringanan agar bisa menambah hari libur siswa sekolah. Mendikbud yang menemui Risma untuk berdiskusi tentang proses belajar mengajar paska ledakan pun mengizinkan jika perpanjangan hari libur itu jika dirasa perlu.

Melihat hal-hal yang dilakukan Risma di atas, masyarakat Surabaya memberikan dukungan positif terhadapnya. Selain itu, mereka merasa bangga karena memiliki pemimpin yang begitu peduli dengan masyarakat dan tidak pernah takut untuk turun  melihat keadaan lapangan secara langsung.