in

Jangan Sampai Puasa Ramadan kita Seperti Ini….

Hal sia-sia saat ramadan

Umat Muslim di seluruh dunia, di manapun berada, pasti tahu dan memahami bahwa bulan suci Ramadan ibaratnya adalah kesempatan emas nan langka yang Allah berikan kepada hamba-hambaNya. Bagaimana tidak, sebulan penuh, Allah SWT memberikan limpahan rahmat, ampunan, dan pahala yang tak terkira. Namun, kadang hamba-hambaNya sangat lalai dan lengah, sehingga tidak memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, sampai kemudian Ramadan pergi.

Terlebih di bulan Ramadan ini ada banyak amalan-amalan baik sunnah maupun wajib yang bisa lebih mempermudah kita untuk mendekat kepada Allah. Dan tentunya bisa menjadi jembatan kita mendapatkan ampunan dan keberkahan dariNya. Tentunya amalan wajib yang amat melekat dengan bulan Ramadan, yaitu puasa wajib sebulan penuh.

Dalam sebuah hadits diceritakan, “Dari Abu Hurairah ra., Rasulullaah SAW naik mimbar lalu bersabda, “Aamiin, aamiin, aamiin.” Para sahabat bertanya, “Mengapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau SAW bersabda, “Baru saja Jibril AS berkata kepadaku, ‘Allah melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan.’ Maka kukatakan, ‘Aamiin.’ kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang mengetahui orangtuanya masih hidup namun tidak membuatnya masuk Jannah (syurga) karena tidak berbakti kepada mereka berdua.’ maka aku berkata, ‘Aamiin.’ kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorang hamba yang tidak bersholawat ketika disebut namamu.’, maka kukatakan, ‘Aamiin.’ (HR. Ibnu Khuzaimah, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Dari hadits Rasulullah di atas, yang pertama menjadi do’a Jibril dan diamini oleh Rasulullah adalah tentang Allah yang melaknat seorang hamba yang melewati Ramadan tanpa mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Mengerikan sekali bukan? Nah, sebenarnya apa sih yang harus kita hindari agar Ramadan kita tidak sia-sia dan kita mendapatkan ampunan serta keberkahan dari Allah? Ini dia:

1. Berpuasa tanpa Keikhlasan

Hakikatnya puasa itu tak hanya sekedar menahan haus dan lapar. Namun yang lebih penting adalah menahan hawa nafsu, termasuk emosi dan syahwat yang bisa menjerembabkan kita ke lubang dosa dan maksiat. Namun seringkali kita masih sulit mengendalikan diri, sehingga walaupun sedang berpuasa kita masih saja suka marah atau bahkan menyombongkan diri. Padahal ketika kita melakukan dosa dan maksiat sedikit saja di saat puasa, maka puasa kita akan sia-sia. Alias kita tak akan mendapatkan apa-apa selain hanya rasa lapar, haus, dan lelah.

Berpuasa tanpa Keikhlasan
Berpuasa tanpa Keikhlasan [ImageSource]
Menyedihkan sekali bukan? Tentu saja! Karena ampunan dan keberkahan yang sejatinya telah Allah siapkan untuk kita, Allah tarik lagi karena tak mampunya kita menahan nafsu dan syahwat saat berpuasa. Apalagi jika nafsu dan syahwat ini menyeret kita pada lubang dosa. Na’udzubillaah.

Dalam sebuah hadits dikatakan, “Dari Abu Hurairah ra., ‘Rasulullah SAW bersabda, Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia (puasa) adalah milik-Ku (Allah) dan Aku (Allah) yang akan memberikan balasannya.”. (HR. Bukhari).

Dari hadits tersebut, kita bisa memetik sebuah peringatan yang berharga, bahwa sejatinya Allah telah mempersiapkan balasan sesuai dengan bagaimana puasa kita. Tentunya jika puasa kita bisa kita lalui dengan penuh keikhlasan dalam menahan diri dari segala yang Allah larang, maka Allah akan membalasnya dengan ampunan dan keberkahan yang berlipat ganda. Sebaliknya, jika puasa kita dilalui dengan penuh kemaksiatan dan dosa, maka Allah akan melewatkannya tanpa memberi ampunan maupun keberkahan.

2. Berpuasa tanpa Ilmu

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda, Seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan daripada seribu ahli ibadah tanpa ilmu agama.” (HR. Ibnu Majah).

Berpuasa tanpa ilmu
Berpuasa tanpa ilmu [ImageSource]
Nah, dari hadits tersebut bisa kita ambil sebuah hikmah. Bahwa menjalankan suatu ibadah haruslah didasarkan pada pedoman atau ilmu. Dan pedoman kita dalam beramal ibadah, bahkan dalam kehidupan kita ini, adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Maka jika ada seorang hamba berpuasa namun dia tak paham hakikat puasa, apa saja yang membatalkan dan bagaimana mengerjakannya, ibaratnya tanpa pedoman agama yang kuat, maka bisa dikatakan puasanya sia-sia saja. Dan jika puasanya telah sia-sia, maka nikmat, ampunan, serta keberkahan dari Allah akan jauh bisa didapatkannya.

3. Berpuasa dengan Penuh Kemalasan

Yang terakhir ini sungguh sangat disayangkan sekali. Jika ada seorang hamba yang menjalankan ibadah hanya sebagai penggugur kewajiban saja, tanpa mau bersungguh-sungguh mengejar keridhoan dari Allah, maka Allah pun tak akan menurunkan ampunan atau keberkahannya pada hamba tersebut.

Berpuasa dengan Penuh Kemalasan
Berpuasa dengan Penuh Kemalasan [ImageSource]
Ibaratnya jika kita ingin meminta kenaikan gaji kepada atasan atau bos kita, namun kita bermalas-malasan saja dalam bekerja, tanpa ada prestasi yang bisa kita berikan. Maka Bos atau Atasan kita pastinya tak akan mau memberikan kenaikan gaji atau jabatan pada kita melihat kinerja kita yang seperti itu.

Begitupun dengan Allah, jika kita bermalas-malasan dalam menjalankan apa yang Dia perintahkan, maka Allah juga tak akan memberikan apa yang kita minta, termasuk ampunan dan pahalaNya.

Nah, itulah tiga hal yang harus kita hindari saat menjalani bulan suci Ramadan. Jangan sampai semua ibadah kita, termasuk puasa wajib, menjadi sia-sia belaka karena Allah tidak ridho kepada apa yang kita lakukan tersebut. (sof)

Written by Sofia Fitriani

Leave a Reply

Video Emmanuel Adebayor Baca Dua Kalimat Syahadat dan Diduga Masuk Islam

7 Film Zombie Paling Keren Sepanjang Zaman