in

Kisah Kematian Bandar Narkoba Freddy Budiman, Jenazah Ringan hingga Wafat dengan Senyum

Perjalanan bandar narkoba Freddy Budiman akhirnya berakhir setelah dieksekusi di Pulau Nusakambangan, Jumat 29 Juli 2016 dini hari. Tak hanya dirinya, sejumlah terpidana mati lainnya seperti Gajetan Acena Seck Osmane (Afrika Selatan), Humprey Ejike dan Michael Titus Igweh (Nigeria), juga ikut menjemput ajal di hadapan regu tembak.

Namun, ada sebuah kisah menarik yang menyertai Freddy selama dirinya menjadi tahanan di LP Cipinang. Dimulai dari usaha dirinya untuk bertaubat, memperbanyak ibadah, hingga kematiannya usai dieksekusi yang menggetarkan. Hal ini dikisahkan oleh ustaz Fatih Karim yang menyaksikan fenomena tersebut.

Jenazah Freddy Budiman yang terasa ringan

Sejumlah keluarga dan kerabat yang mengangkat peti berisi jenazah Freddy Budiman [sumber gambar]
Dalam video ceramah yang dikutip dari channel YouTube Khutbah Muslim (18/03/2020), Ustaz Fatih Karim mengisahkan bahwa jenazah Freddy terasa ringan saat dipindahkan ke keranda usai dieksekusi oleh regu tembak. Informasi ini didapatkannya dari seorang sipir penjara yang saat itu berada di sana. Menurut rohaniawan Hasan Makarim yang mendampingi Freddy, mantan bandar narkoba itu sempat meneriakkan kalimat takbir saat detik-detik peluru menembus tubuhnya.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Pembalasan Nenek Arpah, Gugat Penipu yang Sikat Tanahnya dan Cuma Ganti Uang Rp300 Ribu

Higgs Boson, ‘Partikel Tuhan’ yang Disebut Stephen Hawking Mampu Memicu Kiamat