in

Kantong Berisi Air Kerap Ampuh Usir Lalat? Ternyata Begini Penjelasan Ilmiahnya

Lalat atau dalam bahasa jawa disebut laler, pastinya menjadi hewan yang sangat dibenci oleh manusia. Apalagi untuk mereka yang kebetulan berjualan makanan, tentu makhluk kecil ini adalah musuh wajib untuk dibasmi. Selain lantaran menjijikan, juga berhubungan dengan kesehatan. Seperti yang telah banyak diketahui kabarnya lalat kerap membawa bakteri lantaran acap kali tinggal ditempat kotor.

Menurut peneliti dari Penn State University lalat rumahan (Musca domestica) bisa menyimpan sekitar 351 bakteri, sedangkan yang hijau (Chrysomya megacephala) punya 316 bakteri. Berangkat dari fakta tersebut, tak ayal kalau banyak orang melakukan berbagai cara untuk mengusirnya. Salah satunya adalah dengan cara kantong berisi air. Meski sederhana, ternyata hal itu acap kali ampuh lho untuk melawan lalat. Ada yang tahu enggak sobat Boombastis kenapa?

Nah dari pada bingung dan pusing memikirkannya, begini lho penjelasan ilmiahnya kenapa kantong air kerap ampuh usir binatang kecil tersebut.

Pembiasan cahaya membuat kantong air ampuh usir lalat

Sebagai sebuah hewan kecil, bisa dikatakan lalat mempunyai kelebihan dalam hal meloloskan diri. Layaknya Ant Man yang sulit ditangkap, mereka juga sangat sukar dihentikan pergerakannya. Walaupun dengan berbagai teknik sergapan, mereka bisa saja berkelit. Usut punya usut, hal ini terjadi lantaran mereka memiliki sekurangnya 6000 mata sederhana. Alhasil pandangan mereka luas dan bisa mendeteksi ancaman dengan mudah.

Gantungan kantung plastik [Sumber Gambar]
Namun, seperti halnya pepatah tidak ada gading yang tidak bisa retak. Kelebihan tersebut tetaplah ada lawannya. Salah satunya adalah kantong plastik berisi air. Kenapa benda tersebut. Menurut riset yang dilakukan siswi SMA 1 Kendal Ngawi, kantong air itu memberi efek bingung bagi mata lalat karena faktor pembiasan cahaya yang dibelokkan. Di mana, menurut Liputan 6, bayangan makanan yang muncul pada mata lalat akan bergeser dari letak sebenarnya.

Tak hanya kantong air, lalat juga tidak menyukai warna ini

Selain dengan kantong plastik berisi air, menurut penelitian siswi SMA 1 Kendal Ngawi hewan mungkil bersayap tersebut juga tidak menyukai beberapa warna. Seperti dikutip Boombastis dari Viva.com, menurut hasil riset yang dilakukan peneliti cilik tersebut, lalat ternyata ogah-ogahhan bila disandingkan dengan warna merah, oranye, dan hijau. Sedangkan yang disukai adalah biru dan kuning.

Lalat di daun berwarna hijau [Sumber Gambar]
Alasan lalat tidak menyukai tiga warna tadi adalah, karena panjang gelombang merah dan oranye membuat mata semakin bingung dan majemuk. Atau dalam penjelasan sederhananya jumlah mata hewan kecil yang banyak tadi menjadi kesulitan mengenali sebuah obyek. Meski warna tersebut ampuh, namun tetaplah diperlukan air agar pembiasan cahaya untuk mengacaukan mata lalat dapat berjalan lebih sempurna.

Cara alami kerap digunakan usir lalat

Dalam perkembangannya, rupanya tidak hanya kantong plastik berisi air saja, cara yang acap kali digunakan untuk menyingkirkan hewan ini. Dari penelusuran yang dilakukan penulis, tercatat ada lebih dari lima metode untuk menumpas mereka. Mulai dengan cara mengunakan raket listrik, bahan kimia, sampai yang alami.

Salah satu cara alami usir lalat [Sumber Gambar]
Khusus untuk hal terakhir tersebut, selain kantong air pada umumnya manusia menggunakan tumbuhan pengusir serangga, irisan jeruk atau lemon, cengkih, daun kemangi, minyak kayu putih, dan daun pandan. Kira-kira kalian pernah menggunakan bahan yang mana nich sobat? Kalau aku sih kerap menggunakan irisan jeruk atau lemon untuk cara alami mengusir lalat.

BACA JUGA: Mengenal Lalat Blandford, Vampir Model Serangga yang Mengintai Darahmu Kapan Saja

Kendati cara-cara tadi telah dibuktikan ampuh mengusir lalat, tapi mampu menjaga kebersihan adalah cara lain sebenarnya jauh lebih efektif mengusir mereka. Selain itu lingkungan yang bersih juga memberikan dampak baik untuk psikologi orang berupa kebahagian. Namun, terlepas dari hal itu apresiasi tinggi layak untuk diberikan kepada siswi SMA 1 Kendal Ngawi lewat penelitian ini.

Written by Galih

Galih R Prasetyo,Lahir di Kediri, Anak pertama dari dua bersaudara. Bergabung dengan Boombastis.com pada tahun 2017,Merupakan salah satu Penulis Konten di sana. Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Malang. Awalnya ingin menjadi pemain Sepak Bola tapi waktu dan ruang justru mengantarkan Ke Profesinya sekarang. Mencintai sepak
bola dan semua isinya. Tukang analisis Receh dari pergolakan masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

Melihat Jenis-jenis Badai Matahari Terbesar yang Pernah Hantam Bumi, Amankah Indonesia?

Tindihan Sering ‘Hantui’ Saat Tidur, Ini Lho Cara Tokcer untuk Mengatasinya