Keunikan tata cara bergaul di Indonesia memang tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Negara kepulauan ini memang memiliki banyak sekali latar belakang suku, sehingga masing-masing dari manusianya memiliki kepribadian yang jauh berbeda. Perpaduan dari satu suku ke suku lainnya juga menciptakan kebiasaan baru yang unik lagi.

Kali ini kita tidak akan membahas kebiasaan spesifik suku tertentu, namun kebiasaan orang Indonesia secara keseluruhan. Kebiasaan-kebiasaan ini memang terkadang sangat menjengkelkan, namun terdapat maksud yang baik di belakangnya. Apa saja kebiasaan menjengkelkan tersebut?

1. “Kapan Nikah?”

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang ditakuti para kaum Jomblo. Semakin mendekati hari raya atau hari-hari kumpul keluarga, pertanyaan ini semakin gencar ditanyakan kepada mereka yang masing single. Apalagi bagi yang telah berusia “dewasa” namun belum bertemu dengan jodoh, pertanyaan ini semakin menjengkelkan dan membuat malas berkumpul dengan keluarga.

Artikel Lainnya
Sedang Menjadi Tren Make-Up Kekinian, Begini Fakta Terkait Freckles atau Kulit Berbintik Coklat
Dari Pujian Hingga Cacian, 4 Ragam Penyambutan Tim ‘Gagal’ Piala Dunia 2018
kapan kawin (C)liputan6
kapan kawin (C)liputan6

Namun, meski pertanyaan ini menyakiti telinga, bisa bisa mengambil sisi positifnya. Ini adalah bentuk dari perhatian. Orang Indonesia memang cepat panik jika ada seseorang di dalam keluarganya yang belum memiliki pasangan. Meski begitu, tidak jarang dari pertanyaan-pertanyaan ini hanya bermaksud iseng belaka.

Selanjutnya : 2. Harga Teman

2. Harga Teman

Pertemanan di Indonesia memang merupakan sesuatu yang sangat berharga. Memiliki sahabat yang loyal jauh lebih berharga dari pada memiliki harta melimpah, karena sahabat yang loyal akan lebih cepat membantu kita di situasi yang sulit. Tidak seperti orang-orang di Eropa atau di Amerika, orang Indonesia tidak individualis dan gemar berkelompok.

harga teman (C)heysadewo
harga teman (C)heysadewo

Namun, persahabatan yang terlalu kental ini ternyata membuahkan sesuatu yang cukup merugikan. Seringkali jika seseorang membuka usaha, maka teman-temannya akan meminta diskon dengan alasan “harga teman”. Padahal, teman yang baik seharusnya justru membeli dengan harga yang pantas agar usaha temannya yang lain bisa lebih lancar.

Selanjutnya:  3. “Lagi di Jalan!”

3. “Lagi di Jalan!”

Kita pasti sering mendengar jawaban ini. Ketika kita sedang berjanji untuk bertemu, dan seseorang belum ada di lokasi yang sudah dijanjikan, jawabannya pasti, “sedang di jalan!”. Namun jawaban ini, kita sama-sama tahu, bukanlah jawaban yang serius.

lagi di jalan
Lagi di jalan

“Lagi di jalan” bisa saja berarti orang tersebut sedang berada di rumah, masih tidur, masih di tempat lain dan kemungkinan-kemungkinan lainnya. Jadi, biasanya orang Indonesia akan maklum jika orang yang “masih di jalan” tadi baru sampai satu atau dua jam setelahnya. Ya, begitulah cara menghitung waktu di Indonesia. Kalau anda melakukan ini pada orang Jepang, maka siap-siap saja untuk dikucilkan dari pergaulan, karena mereka menghargai waktu, bahkan satu detikpun.

Selanjutnya : 4. Tobat Sambel

4. Tobat Sambel

Tobat sambel adalah istilah untuk seseorang yang melakukan kesalahan berkali-kali meskipun mengaku tidak akan mengulanginya lagi. Seperti makan sambel, jika rasa pedasnya sudah hilang, maka seseorang akan tertarik untuk memakannya lagi. Dan begitu seterusnya, berulang-ulang, tanpa pernah benar-benar berhenti.

taubat

Kita sudah sangat sering mendengar kejadian yang berulang-ulang seperti tawuran yang tetap terjadi meski sudah berkali-kali didamaikan. Atau, tentu anda pernah punya teman yang berkali-kali ditipu sang pacar namun tetap menerima ajakan sang pacar untuk “balikan”. Atau, teman anda yang sudah berkali-kali kecelakaan namun tetap kebut-kebutan di jalan. Tobat sambel memang ada dimana-mana.

5. “Ditunggu Traktirannya, Ya!”

Kalimat ini sering kita dengar di berbagai kejadian menyenangkan di dalam hidup kita. Gaji pertama, teman-teman sibuk minta traktiran. Baru jadian, ada istilah “pajak jadian”. Berulang tahun, alih-alih diberi kado, malah ditagih traktiran. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang menurut orang Indonesia pantas untuk dirayakan dengan traktiran.Traktiran

Meski terkesan menjengkelkan, namun sebenarnya traktiran ini bertujuan agar hubungan persahabatan kita menjadi lebih erat. Selain itu traktiran juga bentuk dari perhatian teman-teman yang menginginkan kita untuk mendapat kebahagiaan-kebahagaian lain selama hidup. Traktiran ini juga bisa sebagai ajang untuk mempererat persahabatan.

Demikianlah beberapa kebiasaan orang Indonesia yang menjengkelkan, namun akan kita rindukan jika kita sudah tidak ada di Indonesia lagi. Jadi, sebaiknya sebelum anda marah atau jengkel pada kebiasaan-kebiasaan tersebut, ada baiknya anda mengetahui maksud baik di baliknya.

Bagaimana menurut anda tentang kebiasaan-kebiasan di atas? Apakah anda memiliki daftar kebiasaan-kebiasaan unik khas orang Indonesia lainnya? (HLH)