Bandara merupakan tempat lepas landas dan mendaratnya pesawat biasa cuaca buruk selalu menjadi halangan bagi para pilot untuk lepas landas dan pendaratan pesawat namun ternyata ada bandara di dunia ini yang cukup mengerikan bagi para pilot untuk melakukan lepas landas dan pendaratan pesawat, berikut ini adalah 10 Bandara Paling Mengerikan di Dunia:

Baca Juga :5 Elevator Paling Ekstrim di Dunia

1. Bandara Saba, Karibia

Bandara inilah yang mendapat julukan salah satu landasan pacu terpendek di dunia. Dengan hanya sekitar 1.300 meter, pilot menggambarkan mendarat di jalur ini lebih mirip dengan mendarat di kapal induk.

Bandara Saba, Karibia
Bandara Saba, Karibia

Proses pendaratannya pun terbilang rumit. Pilot terlebi dahulu harus menerbangkan pesawat ke tebing selanjutnya membuat sebuah belokan tajam ke kiri dan akhirnya mendarat dengan mulus. Landasan ini terletak tinggi di atas lautan sekitarnya, dengan tebing terjal di tiga sisi.

Selanjutnya : 2. Bandara Paro, Bhutan

2. Bandara Paro, Bhutan

Bandara Paro, Butan, adalah bandara yang berada diantara puncak Himalaya yang menjulang tinggi. Bandara ini adalah salah satu bandara dunia yang paling menantang bagi para pilot.

Bandara Paro, Bhutan
Bandara Paro, Bhutan

Karena begitu menantangnya, hanya delapan pilot di dunia yang disertifikasi untuk bisa mendarat di bandara ini. Mengingat keberadaannya di lembah yang dalam, mendarat di bandara ini mengharuskan para pilot ‘bernegosiasi’ dengan serangkaian gunung, turun dengan cepat, kemudian berbelok curam ke kiri segera sebelum mendarat.

3. Bandara Matekane, Lesotho

Letaknya yang berada di pegunungan tinggi, mengharuskan pilot punya keahlian khusus untuk lepas landas maupun mendarat di ujung Matekane. Ujung Bandara ini yang tingginya mencapai 2.000 kaki.

Bandara Matekane, Lesotho
Bandara Matekane, Lesotho

Mengingat keberadaanya di tempat tinggi, proses lepas landas maupun mendarat akan sangat bergantung pada kondisi angin. Pesawat yang akan parkir di sini tidak disarankan untuk terbang sebelum mencapai akhir landasan pacu di ketinggian 1.312 kaki.

4. Bandara Sea Ice Es Runway, Antartika

Mungkin ini adalah landasan paling dingin didunia. Bagaimana tidak, sperti namanya, landasan ini diukir di es laut dari Ross Island setiap tahun. Dengan panjang mencapai 2,5 mil, landasan ini beroperasi sebagian besar pada musim panas di Antartika.

Bandara Sea Ice Es Runway, Antartika
Bandara Sea Ice Es Runway, Antartika

Karena landasan ini terbuat dari es yang mungkin saja bisa pecah, pastinya pilot harus ekstra berani untuk bisa mendarat dengan mulus. Sang pilot harus menghindari mendarat terlalu berat dan roda tidak boleh tenggelam lebi dari 10 inci ke dalam es. Itulah sebabnya pesawat harus dipantau secara ketat untuk memastikan hal tersebut.

5. Princess Juliana International Airport, St Maarten, Karibia

Jika anda ingin bersantai ria atau memanjakan pikiran dengan berjemur dipantai, mungkin jangan memilih pantai Maho, St Maarten, Karibia. Sebab anda pasti akan sangat terganggu dengan lalu lalang pesawat-pesawat besar. Ya, Bandara Internasional Putri Juliana sangat dekat sekali dengan pantai Maho.

Princess Juliana International Airport, St Maarten, Karibia
Princess Juliana International Airport, St Maarten, Karibia

Sang pilot harus melewati atas air Pantai ini dan harus membuat instrumen pemeriksaan teratur untuk memastikan terjaganya ketinggian yang sesuai. Sebab jika pesawat terlalu rendah, akan sangat berbahaya bagi pengunjung pantai dan rumah-rumah penduduk, namun jika terlalu tinggi pendaratan akan gagal. Pasalnya, jarak antara laut dengan badan pesawat begitu dekat. Lepas landas akan memaksa pilot membelok tajam ke kanan dan memutar untuk menghindari gunung di ujung landasan.

6. Bandara Tenzing-Hillary, Lukla, Nepal

Bandara Tenzing-Hillary khusus dibangun untuk para pendaki Gunung Everest. Di Bandara ini penerbangan hanya bole dilakukan pada siang hari dengan ketetentuan cuaca cerah. Namun jika angin berembus kencang dan langit cenderung berawan, bandara akan ditutup untuk segala penerbangan.

Bandara Tenzing-Hillary, Lukla, Nepal
Bandara Tenzing-Hillary, Lukla, Nepal

Dengan panjang landasan hanya 460 meter dan lebar 20 meter, tidak ada kesempatan bagi pilot untuk melakukan kesalahan saat lepas landas atau mendarat. Sebab landasan mengalami kemiringan di ujungnya dan langsung ke arah lembah. Karena ekstremnya, sejak 1973 hingga 2010 telah terjadi sembilan kecelakaan pesawat di bandara tersebut.

7. Bandara Funchal, Madeira

Bandara Funchal dikenal sebagai salah satu bandara paling berbahaya di dunia. Hal ini mengingat landasan yang dimiliki Funchal sangat pendek dan posisinya dekat dengan tebing. Pada tahun 1980, pesawat Boeing 727 jatuh di ujung landasan saat akan mendarat. Akibatnya, sebanyak 131 penumpang tewas. Semenjak kejadian tersebut, landasan pacu diperpanjang di atas laut dengan 150 tiang beton untuk menopangnya.

Madeira Airport. Bandara Funchal, Madeira
Madeira Airport. Bandara Funchal, Madeira

Meskipun landasan tidak lagi pendek, namun posisinya yang berdekatan dengan pegunungan dan laut tetap saja menimbulkan masalah, yakni terkait turbulensi ekstrem dan kondisi cuaca buruk. Kondisi itu memberikan masalah bagi pilot, bahkan pilot yang paling berpengalaman, saat lepas landas atau mendarat.

8. Bandara Barra, Skotlandia

Jika pada umumnya landasan pesawat itu kering dan jauh dari genangan air, namun tidak dengan satu ini. Selain landasan pacunya yang pendek, Bandar Udara Barra juga menggunakan pantai sebagai tempat pendaratan dan lepas landas. Bahkan tiga landasan pacu yang dimiliki Barra hanya ditandai dengan tiang-tiang kayu.

Bandara Barra, Skotlandia
Bandara Barra, Skotlandia

Landasan ini ditutup pada malam hari, disebabkan adanya air laut yang pasang. Karena itu landasan Barra hanya bisa digunakan pada penerbangan yang terjadwal dan tidak untuk malam hari.

9. Bandara Courchevel, Prancis, Pegunungan Alpen

Hanya pilot bersertifikat yang diizinkan mendarat atau lepas landas di bandara yang berada di wilayah Saint-Bon-Tarentaise, Pegunungan Alpen, Prancis ini. Mengingat keberadaanya di daerah pegunungan, membuatnya masuk dalam kategori bandara paling berbahaya. Apalagi Courchevel memiliki kemiringan sekitar 18,5 derajat, bentuk landasan yang pendek dan curam.

Bandara Courchevel, Prancis, Pegunungan Alpen
Bandara Courchevel, Prancis, Pegunungan Alpen

Aktor Pierce Brosnan dalam film Tommorow Never Dies, pernah melakukan pendaratan di bandara ini. Namun seperti pilot lainnya, dia harus melakukan pelatihan dan mendapat sertifikat sebelum diizinkan mendarat di Bandara Courchevel.

10. Bandara Kai Tak, Hong Kong

Hingga tahun 1998, Kai Tak adalah bandara utama Hong Kong yang saat itu menangani hampir 30 juta penumpang per tahun pada 1996. Selama itu pula 12 kecelakaan udara telah terjadi di bandara ini dengan menewaskan 270 penumpang. Insiden mematikan adalah ketika menimpa pesawat Hercules milik Marinis AS yang terjun ke pelabuhan saat lepas landas pada tahun 1965, dengan menewaskan 59 penumpang.

Bandara Kai Tak, Hong Kong
Bandara Kai Tak, Hong Kong

Landasan pacu ini berada di utara Teluk Kowloon, Kowloon, Hong Kong dengan dikelilingi pegunungan. Pendaratan di Bandara Kai Tak semakin sulit karena harus melewati daerah permukiman, sehingga pilot harus melakukan manuver sulit sebelum pesawat menyentuh daratan. Karena kerap terjadi kecelakaan fatal, Bandara Kai Tak akhirnya ditutup pada 1998.