Tips-Tips Untuk Menahan Amarah

oleh Sofia Fitriani
13:00 PM on Feb 27, 2015

Sebagai seorang manusia biasa, tentu kita sering memahamkan pada diri kita atau orang-orang di sekitar kita tentang marah yang merupakan luapan emosi yang manusiawi ada dalam diri manusia. Namun, apakah jika hal tersebut manusiawi ada di dalam diri kita umat manusia, sehingga membuat diri kita memakluminya untuk terus bersarang bahkan semakin meluap tanpa kontrol? Tidak tentunya!

Walau memang perasaan marah itu adalah manusiawi, sebagai ummat manusia yang bukanlah hamba Allah yang sempurna dan memiliki nafsu, namun sebagai ummat muslim kita harus bisa menahan dan mengontrol rasa marah yang datang bisa secara tiba-tiba pada diri kita ini. Karena rasa marah yang dibiarkan terus meluap dan lepas kontrol bisa membuat kita kehilangan kendali, semakin jauh dari Allah dan rasa syukur kepadaNya, serta bisa saja membuat kita terjerumus pada efek-efek negatif, dosa, dan menyesatkan.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

IMG-20121023-WA0002

Nah, untuk mengontrol rasa marah yang bisa datang tiba-tiba saja pada diri kita, kita harus memiliki pertahanan diri yang kuat pula. Membentengi diri dengan selalu berusaha dekat dengan Allah melalui ibadah dan amalan kebaikan yang kita persembahkan pada-Nya, serta banyak beristighfar dan bersyukur. Selain itu, ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu kita untuk lebih kuat dalam menahan dan mengontrol rasa marah yang mendatangi diri kita. Apa saja itu? Berikut ulasannya:

1. Membaca Ta’awudz kemudian Tersenyum

Salah satu cara mengendalikan dan menahan rasa marah adalah dengan membaca ta’awudz saat merasa bahwa rasa marah itu hendak menyerang kita. Dengan membaca ta’awudz atau kalimat yang mengingatkan kita pada keEsaan Allah SWT, maka akan membuat hati kita menjadi lebih tenteram. Apalagi setelah membacanya, kita paksakan diri untuk tersenyum, maka kelegaan itu akan mudah menyusup dan mendinginkan hati kita yang sempat panas terserang api amarah.

2. Berusaha Keras Melawan Rasa Marah

Kadang kita menjadi seorang pemarah dan selalu kehilangan kontrol diri saat marah karena kemalasan kita untuk mau berusaha sekuat tenaga melawan rasa marah tersebut. Rasulullaah SAW telah memberikan kita nasehat yang amat baik dalam melawan rasa marah yang bisa menyerang kita dengan brutal, yaitu dengan bersegera duduk jika kita merasakan marah saat berdiri, bersegera untuk berbaring saat kita merasakan marah dalam kondisi duduk, dan bila rasa marah itu masih saja menekan kuat diri kita padahal sudah dalam kondisi paling rendah (berbaring), maka berwudlu-lah, karena siraman air wudu tak hanya menyegarkan badan kita, namun juga hati kita.

3. Memperbanyak Dzikrullaah (Mengingat Allah)

Salah satu cara paling manjur dalam mengontrol amarah kuat yang dapat merugikan diri kita adalah dengan selalu mengingat Allah dimanapun dan kapanpun, serta dalam keadaan apapun. Allah adalah sebaik-baik tempat kita kembali, maka hanya dengan mengingat Dia, akan bisa membuat kita lebih tenang dan sadar bahwa kita hanyalah hamba yang tak ada apa-apanya di hadapanNya. Marah sendiri dalam Islam ada yang diperbolehkan, yaitu ketika ada orang atau musuh Allah yang menghina Allah, Rasul, dan Agama kita. Sehingga rasa marah dan benci yang seperti itu adalah karena kecintaan kita pada Allah, Rasul, dan Agama kita ini. Namun sungguh kemarahan seseorang itu sangat tergantung pada akhlaqnya. Ketika Islam dan Allah dihina, maka Rasulullaah SAW marah dengan menghunuskan pedangnya di medan pertempuran. Sedangkan kita seringnya marah hanya karena harga diri kita diinjak-injak, namun biasa saja saat orang menghina Allah kita.

Nah, itulah 3 tips yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan kita dalam melawan dan mengontrol rasa marah, sehingga tidak akan merusak akhlaq kita sebagai ummat muslim yang santun dan cinta kedamaian. Semoga bermanfaat. (sof)

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA