Rani Andriani Dimakamkan Di Samping Pusara Ibunda

oleh Adys Disty
09:57 AM on Jan 19, 2015

Eksekusi mati mengakhiri hidup Rani Andriani terpidana kasus narkoba yang grasinya ditolak Presiden Joko Widodo di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Rani yang telah berpulang kini dimakamkan di samping pusara Ibunda di Cianjur, Jawa Barat.

Sementara ayah kandung Rani, Andi dengan setia menyaksikan prosesi pemakaman hingga liang lahat ditutup. Dia tampak tegar meski harus dipegangi dua adik perempuannya. Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Setelah pemakaman selesai, Andi lantas pulang ke rumah dengan masih dipegangi dua adik perempuannya.

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Mobil ambulans yang membawa jenazah terpidana mati Daniel Enemuo melintas di dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (18/1) dini hari
Mobil ambulans yang membawa jenazah terpidana mati Daniel Enemuo melintas di dermaga penyeberangan Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (18/1) dini hari

Jenazah Rani dibawa pulang ke Kampung Ciranjang, Cianjur dengan menggunakan ambulan dibawah pengawalan ketat petugas kepolisian untuk dimakamkan di pemakaman keluarga. Rani sebelum dieksekusi minta agar jenazahnya dikubur di samping makam sang ibu.

Seperti diketahui, Rani divonis mati untuk kasus peredaran narkotika dan grasinya ditolak oleh Presiden Joko Widodo. Dua hari menjelang eksekusi, keluarga Rani memilih untuk tertutup kepada media dan tetangga. Meski demikian, para tetangga menilai Rani sebagai sosok yang baik dan cerdas.

Rani juga dikenal aktif dalam pengajian dan wanita yang patuh kepada kedua orangtuanya. Namun kehidupan keluarga Rani berubah setelah penangkapan di Kota Tangerang, dimana wanita tersebut terjerat dalam kasus penjualan narkoba jenis heroin seberat 3,5 kilogram pada tahun 2000.

Sejak Rani tertangkap pada tahun 2000 silam, Andi terus berupaya untuk membebaskan anak pertamanya itu dari jeratan hukuman mati. Dia dan keluarga terpaksa menjual rumah miliknya di Gang Edi II Cianjur dan pindah ke rumah kontrakan untuk membayar sejumlah pengacara. Namun usahanya tak membuahkan hasil. Rani pun dieksekusi mati.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA