Menengok Profesi Kuli Angkut Pelabuhan yang Kalau Hoki Bisa Dapat 1 Juta Per Hari

Orang mungkin menganggapnya biasa, tapi ternyata uang yang dihasilkan bisa luar biasa

oleh Arief Dian
12:00 PM on Jul 9, 2017

Mungkin jarang ada yang menganggap pekerjaan kuli angkut di pelabuhan. Hanya dengan modal tenaga, paling-paling bayaran tidak seberapa. Yang ada malah capek badan karena kelelahan bekerja yang bakal dirasakan. Oleh sebab itu jarang orang yang melirik profesi ini. Padahal kalau orang tahu faktanya, mungkin pekerjaan ini akan banjir peminat. Ya, diam-diam ternyata penghasilan dari profesi ini lumayan fantastis.

Ya, percaya atau tidak menjadi kuli angkut ternyata bisa lumayan menjanjikan. Kalau sedang hoki, dalam satu hari seorang kuli angkut bisa dapat 1 juta. Bayangkan kalau 30 hari pelabuhan ramai terus, bisa langsung beli motor tuh, yang sport lagi.  Jadi seperti apa profesi yang jarang dilirik itu? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Tarif mereka tidak seenak jidat

Biasanya seorang kuli angkut memiliki tarif sendiri untuk setiap pekerjaannya. Mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Itu semua disesuaikan dengan barang dan waktu. Tidak mungkin kan bawa barang sampai 10 kg bayarnya hanya 10 ribu.

Tarif tidak sembarangan [image source]
Semua harus disesuaikan, kalau tidak bakal jarang ada yang mau memakai jasanya. Selain berat waktu juga menjadi kriteria khusus para kuli angkut ini. Jika mendekati hari-hari libur, kadang tarif turun sedikit karena banyak yang memakai jasanya. Begitu pula sebaliknya kalau keadaan sepi, kadang harga satu kali angkut lebih mahal ketimbang biasanya. Wajar bukan apalagi kalau hari-hari biasa kadang memang sepi pelanggan.

Kerja berat mulai pagi hingga malam

Sebenarnya tidak ada yang menentukan lama bekerja para kuli angkut ini, namun kalau mau dapat uang banyak, makin lama makin bagus. Tidak jarang para kuli angkut kadang mesti pulang pagi berangkat pagi demi mendapatkan uang. Namanya saja pelabuhan, baik pagi hingga malam selalu saja kapal yang berlabuh.

Sering rebutan [image source]
Apa lagi mereka mesti membawa beban yang lumayan berat dengan jarak yang jauh. Belum lagi ada persaingan antara kuli angkut satu dengan yang lain, jadinya kadang bisa sikut-sikutan dan desak-desakan ketika melihat kapal dengan penumpang penuh datang ke pelabuhan. Seperti itulah derita seorang kuli angkut di pelabuhan.

Kalau hoki bisa dapat satu juta dalam sehari

Terutama saat lebaran dan hari libur, para kuli angkut ini sering dapat rezeki nomplok. Saking ramainya para penumpang yang menggunakan jasa kuli angkut, meskipun tarif  diturunkan sampai Rp 20 ribu pun, mereka masih bisa dapat banyak untung. Misalnya saja, kuli angkut di Merak yang mengaku saat liburan ataupun lebaran mereka bisa mengantongi minimal Rp 500 ribu dalam satu hari.

Kerja berat [image source]
Namun kadang mereka juga menggunakan tarif normal saat liburan, dan yang didapat bisa mencapai 1 juta dalam sehari. Bayangkan jika mereka terus menggunakan tarif normal selama bulan Ramadhan, saat orang banyak mudik. Pastinya dalam satu bulan para kuli angkut ini bisa dapat pendapatan Rp 30 juta dalam sebulan.

Lebih sering kasihan pada penumpang

Menjadi kuli angkut tidak semudah yang dibayangkan, kadang mesti sering engkel-engkelan masalah tarif, biasanya penumpang mintanya super murah tapi barang yang dibawa beratnya minta ampun. Mesti pintar dalam tawar-menawar. Namun kadang hati para kuli angkut ini sering tersentuh dengan penumpang. Oleh sebab itu seringnya para kuli angkut ini minta dibayar seadanya.

Sering Iba [image source]
Apalagi melihat wajah penumpang yang kelelahan membawa barang banyak. Bahkan kadang mereka rela dibayar Rp 5 ribu meskipun membawa barang yang berat. Namun tidak semua diperlakukan seperti itu, mesti juga lihat-lihat dulu penumpangnya.

Mungkin pekerjaan kuli pelabuhan ini dianggap sebelah mata bahkan mungkin rendah. Namun siapa sangka jika benar-benar serius menggelutinya, penghasilan dari profesi ini bahkan bisa lebih besar dari pegawai kantoran. Meski begitu, pekerjaan ini tantangannya juga luar biasa, termasuk harus kuat secara fisik serta pandai tawar menawar.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA