5 Alasan Kenapa Pria Jepang Lebih Suka ‘Menjalin Hubungan’ dengan Boneka Dewasa

Nggak kebayang deh kalau para boneka dewasa itu juga dipasarkan di Indonesia

oleh Nikmatus Solikha
15:00 PM on Jul 14, 2017

Meski di Jepang termasuk negara dengan jumlah wanita yang melimpah, namun nyatanya masih banyak laki-laki yang lebih butuh boneka dewasa. Dalam setahun, setidaknya ada 2.000 boneka seukuran wanita yang terjual. Nilai tersebut tergolong tinggi, tak heran jika Jepang selalu mengembangkan inovasi baru untuk boneka demi memuaskan konsumen yang selalu meningkat tiap tahunnya.

Fenomena tersebut memang bikin miris, mengingat tingkat kelahiran bayi di Jepang juga makin menurun. Hal itu tentu saja bikin khawatir para pakar kesehatan tentang masa depan Jepang yang dikenal sebagai negara serba modern itu. Bagaimana bisa orang-orang yang memiliki pemikiran maju lebih memilih boneka? Kira-kira inilah alasan kenapa pria di Jepang lebih suka menjalin hubungan dengan boneka dewasa.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

Nggak mata duitan

Hampir semua laki-laki yang menjalin hubungan dengan wanita merasa jika mereka mata duitan. Ya, banyak sekali kebutuhan yang dibebankan pada laki-laki terlebih jika sudah menikah. Hal itu juga dialami oleh Senji Nakajima, seorang pria berusia 61 tahun yang sudah memiliki istri dan dua orang anak. Awalnya, ia kerap melakukan perjalanan keluar kota untuk urusan pekerjaan.

Senji Nakajima yang lagi siap-siap mandi bareng Saori [image source]
Sejak saat itu Senji kepikiran untuk memiliki boneka dewasa untuk memenuhi kebutuhannya selama jauh dari istri. Namun, siapa sangka ia benar-benar jatuh cinta pada Saori, sebuah boneka dewasa yang dibelinya. Sejak bertemu Saori, Senji merasa menemukan cinta sejatinya. Kegiatan sehari-hari dengan istrinya bisa digantikan oleh Saori seperti makan bersama, tidur, mandi, bahkan jalan-jalan dan berbelanja. Senji pun akhirnya meninggalkan istri dan anaknya demi bisa hidup bersama Saori, teman hidupnya yang dinilai tidak ‘mata duitan’.

Selalu ada saat ‘dibutuhkan’

Masayuki Ozaki merupakan seorang fisioterapi berusia 45 tahun. Dilansir dari doktershat.com, Ozaki memang terlihat seperti lelaki pada umumnya, dia memiliki istri dan juga seorang anak perempuan. Namun, sejak kelahiran putrinya, Ozaki merasa jika kehidupan cintanya begitu kosong. Ia dan istrinya tak lagi pernah melakukan hubungan intim. Saat merasa sendiri itulah ia melihat Mayu di sebuah pameran. Ozaki memutuskan membawa boneka dewasa itu pulang. Memang, istrinya sangat marah saat Ozaki pertama kali membawa Mayu.

Ozaki bersama Mayu [image source]
Demikian anak perempuannya yang mengaku jijik melihat kelakuan ayahnya. Namun, seiring bergulirnya waktu, istrinya terlihat tak lagi peduli. Sementara putrinya yang beranjak remaja justru kerap berbagi pakaian dengan Mayu. Setidaknya, sejak ada Mayu di tengah-tengah rumah tangganya, Ozaki tidak lagi merasa kesepian dan hasratnya pun terpuaskan kapanpun dia butuhkan.

Sifat alami wanita Jepang yg cenderung berhati dingin

Terus meningkatnya minat lelaki Jepang yang memilih hidup dengan boneka dewasa memang menjadi perhatian sejumlah pakar kesehatan di Jepang. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Menurut Masayuki Ozaki sendiri, sifat alami wanita Jepang jadi penyebab utamanya.

Ilustrasi wanita Jepang [image source]
Ya, kebanyakan wanita Jepang memang cenderung berhati dingin, egois, dan nggak bisa benar-benar mendengar keluhan pasangan yang sedang lelah atau mengalami masalah dengan pekerjaan. Hal itu yang membuat banyak pria jadi kurang tertarik hidup dengan wanita.

Boneka memang nggak bicara, tapi mereka dianggap sebagai pendengar yang baik

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, selama ini perempuan memang dinilai kurang bisa jadi pendengar yang baik. Saat itulah mungkin pria lebih bisa mengandalkan boneka dewasa. Ya memang, mungkin boneka tidak bisa berdiskusi soal masalah pekerjaan atau memecahkan masalah bersama.

Pria dengan beberapa boneka [image source]
Namun, para laki-laki menganggap bahwa boneka lebih bisa jadi pendengar yang baik. Mereka tidak akan pergi meninggalkan pria yang lagi meluapkan uneg-uneg. Itu saja sudah cukup bikin pria merasa lega.

Tidak akan mengalami masalah rumah tangga

Menjalani rumah tangga memang dianggap sebagai gerbang menuju banyak masalah. Di dunia ini, tentu tidak ada hubungan suami istri yang bebas dari cekcok. Namun, jika hubungan tersebut dibina dengan boneka, tentu bakal lain ceritanya.

Pria Jepang ganteng menikahi boneka cantik [image source]
Para lelaki Jepang yang nggak siap dengan risiko masalah rumah tangga juga lebih tertarik menjalin hubungan dengan boneka dewasa. Lagipula, para pria lajang juga tak perlu was-was dengan kemungkinan ‘ditolak’. Selama uang cukup, sudah dipastikan bisa membawa pulang pasangan.

Nggak kebayang deh kalau boneka-boneka pemuas itu juga dijual di Indonesia. Secara, populasi wanita saat ini lebih banyak jadi kaum Adam. Cukup sudah dengan banyaknya kasus poligami di negeri ini, jangan sampai ada boneka saingan perempuan yang dijual di pasaran.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA