Selain Skip Challenge, 4 Trend Tantangan Ini juga Bisa Membahayakan Nyawa

Hanya demi ikut tren, orang-orang rela membuat dirinya celaka.

oleh Arief Dian
18:00 PM on Mar 10, 2017

Trend yang bentuknya challenge alias tantangan bukanlah hal yang benar-benar baru. Sebelum mannequin challenge yang sempat booming itu, ada ice bucket challenge yang bahkan Bill Gates pun melakukannya. Kini, trend challenge bergulir lagi dan baru-baru ini tercipta sesuatu yang baru bernama skip challenge.

Trend ini bukan dilakukan dengan cara bolos sekolah atau kuliah (skip), tapi lebih ekstrem lagi. Penjelasan lengkap skip challenge ada di bawah, tapi pada intinya tantangan ini super duper berbahaya. Sudah pernah ada yang mati gara-gara itu. Tak hanya skip challenge, masih banyak tantangan-tantangan lain yang juga memiliki efek serupa.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

Skip Challenge atau Pass-out Challenge

Skip Challenge [image source]
Permainan Skip challenge menjadi trend baru di masyarakat. Skip challenge adalah sebuah permainan di mana seseorang akan ditekan dadanya oleh orang lain. Selama permainan tersebut,  pemain harus menahan nafasnya. Tangan baru boleh dilepas dari dada setelah pemain mengalami pingsan. Pingsannya seorang pemain adalah pertanda bahwa challenge ini telah selesai dilakukan. Cara lain yang digunakan adalah pemain diikat dadanya dengan tali sehingga tidak bisa bernafas hingga pingsan. Permainan tersebut jelas sangat berbahaya, sebuah jurnal ilmiah menjelaskan adanya efek buruk pada tubuh dari permainan tersebut. Karena darah yang tidak dapat mengalir ke otak dan tidak adanya oksigen yang masuk ke jantung dapat membuat sakit kepala berhari-hari. Belum lagi kelinglungan setelah pingsan yang mungkin akan berlangsung cukup lama. Pernah pula ada kasus skip challenge yang membuat pelakunya tewas.

Fire Challenge

Fire challange [image source]
Permainan ini menantang pemainnya untuk membiarkan api membakar beberapa bagian tubuhnya. Dalam permainan ini pemain tidak boleh menutupi bagian yang akan terbakar dengan baju ataupun penutup lainnya. Pemain juga dapat menggunakan bahan yang mudah terbakar untuk membantu menyalakan api. Permainan ini sangat berisiko, bukan hanya dapat melepuhkan tubuh dan membuat luka permanen, tapi juga dapat merenggut nyawa pemain.

Cinnamon Challenge

Cinnamon challenge [image source]
Cinnamon challenge menggunakan kayu manis sebagai tantanganya. Serbuk kayu manis yang sudah halus harus dimakan oleh pemain. Pemain harus mengunyah terus serbuk tersebut, hingga ia menyemburkan serbuk kayu manis karena sudah tidak tahan. Sepertinya tidak berbahaya memang, namun realitanya berbeda. Kandungan dari serbuk kayu manis sebanyak itu dapat membuat kerusakan pada tubuh.  Pemain bisa saja mengalami batuk, bersin dan gangguan tenggorokan lainnya dalam beberapa hari. Yang lebih berbahaya, saat serbuk kayu manis masuk pada paru-paru dapat membuat penderitanya mengalami asma.

Salt ice Challenge

Salt ice challenge [image source]
Inti dari permainan ini adalah pemain harus menahan dingin dari es yang ditempelkan dalam tubuhnya. Sebelumnya, bagian tubuh yang ditempeli es harus ditaburi oleh garam terlebih dahulu. Sebenarnya permainan ini sangat berbahaya, karena campuran garam dan es batu akan membuat rasa dingin langsung pada kulit. Dampak dari permainan ini bukan hanya memar namun juga menyebabkan luka seperti terbakar dan kegagalan organ lainya.

Boiling Water Challenge

Boiling water challange [image source]
Hampir sama dengan fire challenge yang mencoba menahan panas. Namun bedanya dalam permainan ini pemain menggunakan air mendidih sebagai medianya. Risiko yang diakibatkan dari permainan ini hampir sama dengan fire challenge yaitu luka, melepuh dan kulit yang berubah menjadi merah. Meskipun resiko kematian permainan ini lebih sedikit, sebaiknya tetap jangan dimainkan karena dapat melukai diri sendiri.

Mengikuti perkembangan Zaman boleh saja asal tidak melakukan hal-hal yang dapat membahayakan diri. Lebih baik dibilang ketinggalan zaman dari pada kehilangan nyawa dan cuma dapat penyakit. Lebih baik kita ikuti trend-trend yang bermanfaat, toh  juga masih banyak kegiatan-kegiatan yang kekinian dan tidak membahayakan nyawa.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA