Kita semua pasti setuju kalau Indonesia adalah daerah yang kaya. Bagaimana tidak, Indonesia memiliki banyak sekali sumberdaya alam maupun manusia yang bisa mendongkrak negara ini untuk maju. Namun faktanya kekayaan yang dimiliki Indonesia malah dikuasai negara lain dengan bebasnya. Kita juga memanfaatkannya, namun dalam porsi yang sangat kecil.

Padahal bila warga Indonesia bisa dengan sabar bekerja untuk negara, pasti kita akan segera maju. Belum lagi jika kekayaan alamnya ini hanya kita yang boleh mengolah, beranilah Indonesia bersaing dengan negara besar seperti Cina, Jepang, bahkan Amerika. Berikut ini ada lima hal yang sebenarnya bisa membuat negara tercinta menjadi makin maju dengan pesat bahkan bisa menjadi super power.

Tambang emas terbesar

Siapa yang tidak mengetahui cerita naasnya Indonesia ketika pihak asing mengeruk kekayaannya melalui Freeport? Tentu saja banyak orang yang menyayangkan hal tersebut, pasalnya menurut data tambang emas Grassberg Papua itu menyimpan paling tidak 54,8 juta ons emas, dan setelah selama ini diolah Freeport emas di sana hanya tersisa 28.2 juta ons saja. Indonesia masih memiliki kurang dari 20 tahun saja sampai emas di sana benar-benar habis.

Tambang emas [image source]
Selain Papua, Indonesia juga memiliki tambang emas besar di daerah lain seperti Tujuh Bukit di Banyuwangi yang menyimpan 28 juta ons emas, Batu Hijau di Sumbawa yang memiliki 9,3 juta ons dan hanya tersisa 2 juta ons setelah dikelola oleh Amerika dan Jepang. Tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan mempunyai 7,86 juta ons, sedangkan tambang Gosowong di Halmahera masih menyimpan sekitar 1 juta ons emas. Tak hanya itu, masih banyak sekali daerah di Indonesia yang menyimpan cadangan emas yang akan dengan mudah membuat hutang negara berkurang jika berhasil dikelola sendiri.

Tambang batu bara besar

Selain dikenal dengan tambang emasnya, beberapa tahun lalu Indonesia bisa dibilang sangat dicari karena produksi batu baranya. Seperti yang kita tahu bahwa ada banyak negara di dunia ini yang menggunakan batu bara sebagai sumber energi karena harganya yang memang murah. Saat ini ada banyak negara yang memutuskan untuk tak lagi menambang batu bara demi melakukan penghematan energi.

Batu bara [image source]
Di sinilah harusnya Indonesia bisa mencari celah karena menurut data tanpa melakukan penambangan baru pun pasokan batu bara Indonesia masih banyak. Jika Cina dan India sudah membatasi pembelian barang ini, kita harus lebih proaktif menawarkan jasa kita. Jika Korea Selatan merupakan pasar yang menjanjikan, tidak ada salahnya dicoba agar pamor sebagai penghasil batu bara tidak hilang dan kebutuhan negara juga bisa terpenuhi.

Penggunaan gas alam dalam negeri

Selain emas dan batu bara, potensi gas alam di Indonesia juga terhitung besar. Jika pamor batu bara sudah tak lagi membuncah, gas alam sepertinya bisa digenjot tapi bukan untuk diekspor. Cukup sudah kita mengekspor bahan yang satu ini karena ternyata malah perusahaan Indonesia sendiri yang kekurangan dan harus membeli dari negara lain. Sangat miris bukan? Karena ternyata para pengembang hanya mau mengolah bila mereka diijinkan mengeksplorasi sendiri.

Gas alam [image source]
Itulah kemudian mengapa perusahaan pembangkit listrik tenaga uap dan gas di Indonesia malah menggunakan bahan bakar batu bara yang hitungannya lebih tinggi dibanding gas alam. Coba bayangkan bila gas alam yang tersimpan di Aceh, Bontang, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara ini bisa kita olah sendiri dan didistribusikan ke perusahaan dalam negeri. Hal itu akan menekan biaya impor kan?

Pariwisata yang beraneka ragam

Sektor wisata juga sebenarnya bisa sangat menguntungkan bagi kita. Bayangkan saja negara adi daya seperti Amerika tidak memiliki destinasi wisata sebanyak kita lho. Tidak ada jenis pariwisata yang tak dimiliki Indonesia, entah itu gunung, laut, air terjun, wisata sejarah, budaya, semua Indonesia punya. Lihat saja bagaimana rombongan kerajaan Arab Saudi bisa sangat terbuai oleh Bali yang memang sudah ternama.

Wisata Indonesia [image source]
Coba bila kita bisa lebih menjual destinasi wisata lain, terutama yang belum terjamah pastinya akan semakin banyak orang yang melirik Indonesia. Indonesia memiliki terumbu karang terkaya di dunia, kita juga menjadi tempat tinggal hewan langka seperti Komodo. Bila semua aset wisata bisa dikelola dengan baik, tidak akan ada negara yang mampu mengalahkan pamor Indonesia dalam hal itu deh.

Sektor maritim yang tak bisa diragukan

Sebagai negara kepulauan perbandingan luas lautan dan daratan Indonesia mencapai 70:30. Dari situ kita bisa melihat bahwa ada banyak hal yang dapat dikembangkan dari sektor kelautan atau maritim kita. Saat ini memang produksi ikan Indonesia masih di bawah Cina, namun jika dikelola dengan serius bukan tidak mungkin kita bisa mengejarnya. Karena melihat fakta selama ini saja ada banyak nelayan Cina, Vietnam, Filipina, dan lainnya yang mencuri ikan dari perairan kita.

Maritim [image source]
Mengapa? Karena jumlah ikan di Indonesia masih terhitung banyak dibanding di perairan mereka. Belum lagi negara kita memiliki banyak jenis ikan yang tidak bisa ditemukan di daerah tersebut. Selain itu, kekayaan biota laut kita juga boleh diadu misalnya saja produksi rumput laut dan sejenisnya. Lucunya Indonesia ini adalah sebagai negara dengan laut luas tapi lebih banyak orang yang fokus pada darat padahal sektor maritim bisa sangat menjanjikan.

Selain lima hal tadi Indonesia mungkin bisa jadi salah satu negara yang memiliki budaya dan adat istiadat yang kaya. Jangan anggap remeh hal itu karena itulah senjata yang juga bisa kita banggakan di luar negeri. Seluruh masyarakat Indonesia harusnya lebih bisa menjaga negaranya tanpa memikirkan keuntungan pribadi agar predikan super power bayangan ini bisa benar-benar kita peroleh. Tidak ada yang se ‘kaya’ Indonesia, hanya saja bila kita bisa mengolahnya lebih baik.