5 Fakta Miris tentang Perkebunan Sawit Indonesia Ini Bisa Membuat Orangutan Terus Menangis

oleh Adi Nugroho
07:07 AM on May 30, 2016

Perkebunan sawit adalah masalah paling pelik yang dihadapi oleh banyak negara berhutan lebat. Bagaimana tidak, untuk membuka lahan sawit yang luas, setidaknya hutan harus ditebang, dibakar dan diratakan dengan tanah. Setelah itu semua selesai maka tanah bisa segera ditanami banyak bibit sawit yang akan berbuah banyak beberapa tahun ke depan.

Anda pasti ingat betul kasus kabut asap yang menimpa Indonesia beberapa saat lalu. Kejadian itu adalah salah satu contoh nyata betapa perkebunan sawit begitu merusak lingkungan. Sayangnya, banyak orang penting atau bahkan politikus di belakang semua itu hingga kasus kebakaran tak bisa diusut dengan tuntas. Berikut fakta miris lainnya yang menyebabkan banyak orangutan dan hewan lain mati dengan mengenaskan.

Baca Juga
Ternyata Beberapa Negara Ini Benderanya Terinspirasi Dari Majapahit Loh, Mana Saja Tuh
Bikin Emosi! Rombongan Pemuda Indonesia Ini Malah Sengaja Membentangkan Bendera Secara Terbalik

1. Pengusaha Lebih Memilih Hutan dari Tanah Lapang

Data yang dihimpun oleh Wolrd Wildlife Fund mengungkap fakta mengejutkan tentang industri kelapa sawit di Indonesia. Dewasa ini Indonesia memiliki lahan lapang yang bukan merupakan hutan seluas 20 juta hektare. Lahan-lahan itu potensial untuk dibuat perkebunan sawit. Sayangnya, para pengusaha lebih memilih hutan yang masih alami.

penebangan hutan [image source]
penebangan hutan [image source]
Alasannya sederhana saja, hutan tidak dimiliki oleh individu hingga biaya pembuatan kebun jadi murah. Pun kayu yang ditebang juga bisa dimanfaatkan untuk produk mebel. Sayangnya pengerusakan hutan yang masih membuat ekosistem di dalamnya jadi kacau.

2. Tingkat Deforestasi yang Meningkat Tajam

Pada awal abad ke-20, jumlah ekspor kelapa sawit yang berada dari kawasan Asia Tenggara hanyalah 250.000 ton. Jumlah itu meningkat tajam hingga pada tahun-tahun terakhir ini mencapai 60 miliar ton atau naik 240.000 kali lipat dari sebelumnya. Kenaikan ini juga berdampak pada penurunan jumlah hutan di dunia.

perkebunan sawit [image source]
perkebunan sawit [image source]
Setidaknya setiap tahun ada sekitar 1,5 juta hektare lahan hutan dihancurkan. Hewan yang ada di dalamnya banyak yang mati karena habitatnya rusak parah. Keadaan ini semakin diperparah oleh birokrasi yang sengaja melindungi para pelaku perusakan. Tak sedikit aktivis lingkungan hidup yang akhirnya didor agar tidak terus mengritik.

3. Meningkatkan Pelanggaran HAM

Pembukaan lahan kelapa sawit meningkatkan pelanggaran HAM yang ada di Indonesia. Setidaknya 15-20 juta orang tinggal di kawasan hutan yang ada di Kalimantan dan Sumatra. Adanya pembukaan lahan tentu harus mengusir mereka. Pada tahun 2011 lalu salah satu perusahaan kelapa sawit besar di Indonesia melakukan perataan lahan dengan meratakan 40 rumah penduduk.

Pelanggaran HAM [image source]
Pelanggaran HAM [image source]
Selain masalah pengusiran karena lahannya akan dijadikan kebun kelapa sawit. Di daerah yang lumayan terpencil, anak-anak diperlakukan seperti budak. Banyak dari mereka disuruh menjadi kuli untuk mengangkut kelapa sawit yang sangat berat. Mereka dipaksa menjadi pengangkut dengan bayaran yang tentu saja sangat rendah.

4. Pembantaian Massal Primata dan Harimau

Populasi hewan seperti Harimau Sumatra, Gajah Sumatra, dan Orangutan menurun setiap tahunnya. Di hutan kawasan Sumatra, harimau dianggap sebagai hama yang akan merugikan manusia. Akhirnya untuk pembukaan lahan, mereka diburu habis-habisan hingga saat ini populasinya semakin menurun, bahkan nyaris punah. Gajah pun juga bernasib sama, mereka diburu dan diambil gadingnya yang berharga.

orangutan [image source]
orangutan [image source]
Selain dua hewan di atas, orangutan juga harus merasakan tragedi yang tak kalah memilukan. Sebuah data menyebutkan bahwa untuk pembukaan lahan saja ada sekitar 30-50 orangutan dibantai dengan mengerikan setiap harinya. Semuanya hanya untuk membuka lahan sawit yang sangat luas.

5. Deforestasi Ilegal dan Habisnya Hutan Tropis

Dengan tingkat perusakan hutan yang sangat besar saat ini. Diprediski jika di tahun 2020-an hutan tropis di kawasan Indonesia dan Malaysia akan habis lebih dari 95%. Jika pemerintah tak segera menanggulanginya, hewan di hutan akan punah dan Indonesia menjadi negara gundul karena hutannya raib berubah menjadi perkebunan sawit.

Deforestasi Ilegal [image source]
Deforestasi Ilegal [image source]
Perusakan hutan di kawasan Indonesia sekitar 80% di antaranya adalah ilegal. Meski demikian, tindakan mereka jarang sekali dikenai pidana. Alasannya sederhana saja, pemilih lahan ini berhubungan erat dengan pejabat dan pembuat kebijakan. Kepolisian pun juga tunduk kepada mereka.

Inilah lima fakta miris tentang perkebunan kepala sawit yang bisa membuat orangutan atau bahkan kita semua menangis. Perusakan yang sangat parah di hutan Indonesia ini membuatnya tidak akan bertahan lama. Biasa jadi anak cucu  kita kelak tak bisa melihatnya.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA