5 Pekerjaan yang Dianggap Gampang Padahal Kamu Belum Tentu Betah Mengerjakannya Sebulan

oleh Tetalogi
15:00 PM on Aug 27, 2015

Buat yang sudah kerja, pasti sering atau setidaknya pernah merasa pekerjaannya melelahkan, membosankan, atau kadang bikin stres. Kalau sudah muncul perasaan seperti ini, kita jadi merasa bahwa pekerjaan orang lain lebih santai dan nggak bikin stres. Ujung-ujungnya, kita jadi makin males mau berangkat ke kantor.

Yang nggak banyak orang tahu, pekerjaan orang lain yang terlihat gampang itu sebenarnya juga nggak semudah yang kita bayangkan, lho. Kita juga tidak tahu kan sisi melelahkan atau membosankan dari pekerjaan mereka? Bahkan sebenarnya pekerjaan yang kelihatannya paling gampang dan paling santai justru terkadang jauh lebih sulit dari yang kamu kira. Belum tentu kamu betah mengerjakan pekerjaan tersebut dalam sebulan. Contohnya pekerjaan berikut ini.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

1. Guru

Ketika kita membicarakan profesi seorang guru, yang muncul pertama di benak kebanyakan orang adalah ‘PNS’ dan gaji teratur serta tunjangan besar. Ya itu memang nggak salah sih, tapi di balik tunjangan yang bermacam-macam itu, tersimpan juga berbagai kesulitan dan tantangan. Bayangkan saja, jadi guru itu nggak cuma asal berangkat ke sekolah terus ngajar dari buku paket atau LKS. No… guru itu lebih dari itu.

Jadi Guru itu sama sekali nggak gampang [Image Source]
Jadi Guru itu sama sekali nggak gampang [Image Source]
Menjadi seorang guru, berarti kamu harus mengikuti setiap perubahan kurikulum. Ketika kurikulum berubah, cara mengajar dan materi yang diajarkan juga ikut berubah. Setiap tahun, kamu harus membuat silabus 2 semester yang berisi tentang daftar tema dan materi yang diajarkan serta target kompetensi yang diajarkan beserta media pengajarannya. Belum lagi RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang berisi rencana tema yang diajarkan per pertemuan lengkap dengan media, pilihan tema, target kompetensi yang ingin dicapai serta pembagian waktu saat menyampaikan materi dan mengerjakan tugas. Ditambah lagi dengan urusan mengoreksi PR dan ulangan.

Itu masih dalam hal materi pengajaran. Belum kalau ketemu murid yang susahnya minta ampun. Mulai yang nggak mau diatur, sampai yang diajarin nggak ngerti-ngerti juga. Bayangkan, mengajar 1 orang saja nggak gampang lho, ini satu kelas dan kadang guru itu mengajar sampai 3 atau 4 kelas dan kadang lebih. Nanti kalau muridnya nilainya jelek, guru yang disalahkan, kalau murid nilainya bagus, muridnya yang dibilang pintar. Nanti murid ditegur, muridnya cuek saja, giliran dikerasin dikit, lapor orang tua katanya dianiaya. Nah, susah juga kan?

2. Jualan Online

Sepintas, jualan online memang terlihat gampang. Tinggal upload foto barang, dikasih caption yang menarik beres sudah, orderan akan datang sendiri. Ini juga nggak sepenuhnya benar. Jualan online juga punya banyak suka duka. Upload foto barang jualan di media sosial nggak akan serta merta membuatmu langsung banyak dilirik pembeli. Lewat jualan online, calon pembeli lebih gampang membandingkan harga barang tersebut. Jadi mereka tidak serta merta akan langsung membeli produkmu.

Nggak semua orang suka dengan online shop, jadi kadang kalau kamu jualan lewat media sosial, kamu juga harus rela di-block oleh user yang nggak mau lihat iklan jualan. Apalagi kalau ternyata kamu jualannya pakai akun media sosial pribadi. Itu masih dalam tahap promo, belum lagi dengan keribetan saat ngobrol dengan calon pembeli.

Meme curhatan online shop [Image Source]
Meme curhatan online shop [Image Source]
Calon pembeli biasanya akan banyak bertanya sebelum membeli. Nah, jadi penjual online berarti juga harus sabar-sabar menjawab segala pertanyaan calon pembeli. Yang bikin sedih, kadang si pembeli sudah banyak bertanya atau menawar, eh, ternyata malah nggak jadi beli. Sampai ada memenya lho…

Selain itu, ada juga risiko penipuan. Jangan dikira yang bisa melakukan penipuan cuma orang yang pura-pura jualan di online shop. Kadang penipu juga menyamar sebagai seorang pembeli. Ya tujuannya biar bisa dapat keuntungan berupa barang gratis atau uang. Ada yang mengaku-ngaku sudah transfer, tapi ada juga yang sampai membuat bukti transfer palsu. Kata siapa jualan online itu gampang?

3. Tukang Parkir

Melihat pekerjaan tukang parkir memang terlihat gampang dan santai. Duduk santai seharian, kalau ada kendaraan yang mau parkir atau keluar parkir, baru deh berdiri sambil teriak “Yak kanan, kiri dikit, banting setir, maju, mundur, terus.. teruss… op”. Cuma begitu saja kamu sudah bisa dapet 2 ribu untuk satu kendaraan. Kalau sehari ada 50 kendaraan, udah bisa dapet 100 ribu. Itu baru sehari, kalau sebulan? Udah bisa dapet 3 juta.

Jadi Tukang Parkir Itu Juga Repot dan Butuh Keberanian [Image Source]
Jadi Tukang Parkir Itu Juga Repot dan Butuh Keberanian [Image Source]
Tapi jangan dikira jadi tukang parkir cuma segampang itu, apalagi jadi tukang parkir di Indonesia. Butuh keberanian lho jadi tukang parkir itu. Kalau ada mobil atau motor mau putar balik, kamu harus bisa membantunya dengan menyetop mobil di jalan raya yang mau lewat. Bayangkan, di beberapa kota besar aja mau nyebrang itu susah. Ini malah bantuin mobil puter balik. Butuh keberanian dan keyakinan buat ngangkat tangan nyetop mobil yang mau lewat.

Nggak hanya itu saja, tukang parkir resmi biasanya akan memberikan uang setoran kepada pihak yang berwenang. Jadi sistem yang mereka dapatkan biasanya adalah gaji, bukan sekedar uang parkir yang didapat hari itu. Nah, kalau tukang parkir yang nggak resmi, kamu masih perlu berhadapan dengan preman-preman yang menguasai lokasi tersebut. Perlu minta ijin, atau juga bayar setoran. Belum lagi kalau sampai ada tawuran antar warga gara-gara rebutan lahan parkir seperti yang pernah terjadi di wilayah Sawojajar, Kota Malang pada tahun 2012. Masih bilang jadi tukang parkir itu gampang?

4. Tukang Bersih-Bersih / Tukang Sampah

Ada yang bilang jadi tukang sampah atau tukang bersih-bersih itu gampang. Tinggal menyapu, kumpulin sampahnya, lalu dibuang. Padahal sebenarnya jadi profesi yang juga sering disebut sebagai pasukan kuning ini nggak gampang, lho.

Setiap hari, kamu harus berjalan beberapa kilometer sambil membawa gerobak dan menyapu jalanan. Ngumpulin sampah di gerobak buat dibawa ke tempat pembuangan sampah. Pekerjaan ini jelas sudah bikin capek dan repot. Belum lagi dengan panasnya terik matahari yang dijamin bakal bikin kulit kamu hitam. Jadi kalau kamu tipe orang yang nggak mau terkena terik matahari, nggak dianjurkan buat bekerja jadi pasukan kuning.

Jadi pasukan kuning, kamu harus punya hidung super [Image Source]
Jadi pasukan kuning, kamu harus punya hidung super [Image Source]
Jangan dikira tukang sampah tinggal asal ngumpulin sampah saja. Kamu juga harus punya hidung sakti buat menahan bau onggokan sampah yang kamu bawa di gerobak. Masalahnya, sampah yang dikumpulin bukan cuma sampah kering yang berupa daun atau plastik kering. Yang namanya sampah, akan ada banyak macam barang-barang yang kotor yang juga pasti ikut terbawa. Plastik atau pembungkus makanan, makanan sisa, popok bekas, dan banyak lagi yang sudah pasti bikin setiap orang pusing. Kalau kamu tipe orang yang gampang jijik dan muntah dengan bau-bauan nggak sedap, dijamin kamu bakal muntah tiap satu meter. Nah, sudah berterimakasih belum sama jasa pasukan kuning?

5. Penulis

Ini nih yang juga sering banget dianggap pekerjaan gampang. Bisa kerja di rumah, tinggal nyari materi di internet, ditulis, selesai sudah. No.. no.. no.. Jadi penulis itu nggak sesederhana itu, lho. Nyari ide tulisan itu nggak sesederhana sekedar cari materi di internet. Kalau sekedar bikin artikel yang lagi sering dibicarakan, apa bedanya dengan tulisan lain yang sudah ada?

Penulis ini sering sekali dianggap sebagai pekerjaan gampang [Image Source]
Penulis ini sering sekali dianggap sebagai pekerjaan gampang [Image Source]
Nah, kalau ide tulisan sudah ada, masuk ke tahap menulis juga nggak gampang. Biasanya nih, penulis suka bingung bikin kalimat pembuka. Tapi begitu sudah mulai menulis, maka tulisannya bisa mengalir dengan sendirinya. Selanjutnya setelah tulisan selesai, nggak serta merta artikel itu bisa langsung dipublish. Masih perlu diserahkan dulu ke editor yang tugasnya menyunting tulisan. Kalau tulisanmu dianggap bagus, maka kamu bisa bernapas lega karena tulisanmu bisa segera ditayangkan. Kalau ternyata kurang, maka kamu harus bersiap-siap merevisi dan menulis ulang. Ribet kan?

Itu cuma di tahap mencari ide dan membuat tulisan. Ada lagi risiko lain yang siap menghadang, yaitu risiko hak cipta. Jadi penulis itu nggak bisa lho asal copy paste sumber di internet. Kalau kamu asal copas, ya siap-siap saja kena semprit atau bahkan berurusan dengan pihak yang berwajib karena kamu telah melanggar hak cipta. Belum lagi kalau ternyata tulisanmu menyinggung beberapa pihak tertentu baik disengaja ataupun tidak. Bisa-bisa kamu nggak tidur gara-gara kepikiran banyaknya orang yang protes dengan tulisanmu.

Ternyata kalau dipikir lebih jauh, nggak ada kan pekerjaan yang benar-benar gampang? Semua pekerjaan itu punya risiko dan kesulitannya sendiri. Jadi belum tentu juga kamu bisa mengerjakan pekerjaan orang lain yang menurut kamu gampang karena setiap orang punya skill alias keahliannya masing-masing. Sudah, jangan suka sirik dengan orang lain!

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA