5 Negara Paling Mandul di Dunia ini Harus Bersiap Kehabisan Penduduk

oleh Adi Nugroho
07:17 AM on Apr 15, 2016

Mandul adalah sebuah keadaan di mana seorang pria atau wanita tak mampu melakukan fungsi reproduksinya dengan baik. Akibatnya, kelahiran bayi tak dapat dilakukan dengan baik. Di beberapa negara dunia, kemandulan, entah disengaja atau tidak membuat tingkat kelahiran bayi menjadi turun dengan drastis. Jika hal ini terus dibiarkan, suatu negara akan mengalami krisis penduduk yang cukup parah.

Di saat jumlah penduduk bumi sudah mencapai 7 miliar jiwa. Ada beberapa negara di dunia yang justru memiliki tingkat kelahiran yang sedikit. Negara itu mandul hingga tak bisa mempertahankan dan menaikkan jumlah penduduknya. Inilah lima negara mandul yang kemungkinan besar akan kehabisan penduduk di masa depan.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

1. Korea Selatan

Dalam hal dunia hiburan, Korea Selatan adalah rajanya. Namun dalam urusan kelahiran bayi, negeri ini harus rela berada di peringkat bawah. Pasalnya dalam skala kelahiran, negeri ini hanya memiliki nilai 1,25. Artinya satu pasangan hanya memiliki bayi 1 orang saja. Dari lima orang yang ada di Korea Selatan, hanya 1 orang saja yang memiliki anak-anak berjumlah 2.

Bayi Korea Selatan [image source]
Bayi Korea Selatan [image source]
Hal yang menyebabkan kenapa Korea Selatan sangat berjuang dalam hal kelahiran adalah kebiasaan penduduk. Di negeri ini banyak orang memilih melajang seumur hidupnya. Kalau pun menikah, usianya sudah sangat tua hingga hanya mampu menghasilkan satu anak saja. Orang di Korea Selatan lebih terobsesi dengan pekerjaannya daripada menikah dan memiliki anak. Sebagai perbandingan saja, sebelum tahun 1970, satu pasangan di Korea Selatan memiliki anak 4-6 orang. Sekarang, punya anak 2 saja sangat jarang.

2. Jepang

Beberapa tingkat di bawah Korea Selatan ada Jepang yang menjadi negara paling mandul hingga berjuang dengan kelahiran bayi. Di negeri ini, rata-rata satu pasangan hanya memiliki 1 anak saja. Atau dalam sekala kelahiran berada di angka 1,40. Orang-orang di Jepang lebih terobsesi dengan pekerjaan hingga perkara menikah dan punya anak adalah hal prioritas paling bawah.

Bayi Jepang [image source]
Bayi Jepang [image source]
Selain harus berjuang dengan kelahiran yang sangat kecil. Jepang juga harus berjuang dengan banyaknya orang tua di sini. Bisa dibayangkan jika penduduk tua di Jepang meninggal sementara bayi yang lahir semakin sedikit. Maka dalam waktu yang tidak terlalu lama, negeri ini akan mengalami penurunan jumlah penduduk yang signifikan.

3. Italia

Italia adalah salah satu negara di Eropa yang memiliki GDP tertinggi di Eropa. Artinya, penduduk di negeri ini memiliki kualitas hidup yang cukup tinggi. Namun untuk urusan menikah dan memiliki anak, Italia masih berada di urutan paling bawah. Di negeri ini, keluarga yang memiliki 2 anak sangatlah jarang. Bahkan keluarga yang tak memiliki anak sangat banyak.

Bayi Italia [image source]
Bayi Italia [image source]
Menurunnya tingkat kelahiran di negeri ini membuat pemerintah harus bekerja ekstra. Jika Italia terus saja mengalami kemunduran dalam kelahiran, bisa jadi negeri ini akan punah dalam beberapa tahun. Kemajuan dalam ekspor dan impor serta pengembangan energi terbarui tak akan mengubah fakta jika kelahiran adalah sesuatu yang penting dalam mempertahankan suatu negara di masa depan.

4. Jerman

Tingkat kelahiran di Jerman terus menurun dari tahun 1980. Dari yang awalnya 2,5 sekarang hanya tinggal 1,41 saja. Dalam 30 tahun saja, kelahiran menurun dengan sangat drastis hingga mundur 1 angka. Pemerintah Jerman masih mengusahakan untuk meningkatkan angka kelahiran di negeri ini agar bisa menembus angka 2.

Bayi Jerman [image source]
Bayi Jerman [image source]
Padahal dari segi ekonomi, Jerman berada di puncak karena industri pesawat terbang, alat perang hingga senjata mematikan lainnya. Secara GDP, Jerman pernah berada di puncak di Eropa. Sayangnya, penduduk di negeri ini tak begitu memikirkan pernikahan dan anak hingga tanpa disadari jumlah penduduk terus menurun. Kemoderenan dan juga kemajuan ekonomi justru membuat warga Jerman lebih memikirkan karier agar terus menanjak.

5. Kanada

Kanada memiliki wilayah yang sangat luas namun tak digunakan untuk tempat tinggal. Itulah mengapa negara ini mengizinkan pengungsi yang ingin menetap dan menjadi warga negara. Kebijakan ini diambil karena negara ini sedang berjuang untuk meningkat jumlah penduduknya yang kian lama kian habis. Bahkan skala fertilitasnya hanya berada di angka 1,59 saja.

Bayi Kanada [image source]
Bayi Kanada [image source]
Untuk urusan ekonomi, Kanada berada di barisan paling depan. Bahkan negara besar seperti Spanyol dan Australia masih berada di bawah Kanada. Negeri dengan simbol daun maple ini juga penghasil minyak terbesar dunia. Produk-produk kayu dan peralatan juga telah mendunia dan susah mencari saingannya. Sayang, menurunnya angka kelahiran membuat negeri ini semakin terpuruk.

Inilah lima negara paling mandul di dunia yang harus bersiap menghadapi menurunnya jumlah penduduk. Indonesia sendiri tingkat kelahiran bayinya masih 2,37, masih berada di atas program pemerintah yang menganjurkan memiliki 2 anak. Oh ya, kira-kira negeri yang tak memiliki banyak kelahiran di atas bisa bertahan sampai kapan ya?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA