Makna 17 Agustus Menurut Fatih Unru yang Akan Membuatmu Merenung

oleh Rizal
15:00 PM on Aug 15, 2015

Kamu yang berkutat di dunia stand up comedy atau setidaknya penikmat setia guyonan para komika, pasti tahu bocah bernama Fatih Unru. Yap, si anak umur 11 tahun ini adalah komik paling muda dan sudah punya jam terbang tinggi untuk anak seusianya. Punchline dan bitbit-nya sederhana, tapi tak semua orang memahami estetika bercandanya yang unik. Meskipun cuma bocah yang jago berkelit, kamu harus benar-benar cerdas untuk bisa memahami guyonannya.

Nah, berhubungan dengan Hari Kemerdekaan bangsa Indonesia, Fatih bakal membeberkan makna 17 Agustus versinya sendiri yang bisa dianggap mewakili anak-anak di negeri ini. Salah besar kalau kamu mengira ia bakal memberikan penjabaran yang biasa atau seperti yang sudah-sudah. Jadi, apa sih makna 17 Agustus bagi bocah ajaib ini? Temukan jawabannya video unik agak nylekit berikut.

Baca Juga
4 Bukti Gregetnya Orang Indonesia Kalau Ada Bahaya, Kayak Sudah Hilang Urat Takutnya
Menengok Gaji dan Tunjangan Gubernur dan Wagub DKI, Kalau Dijumlah Bisa Beli Kerupuk 3 Kontainer

Hari Ulang Tahun Tapi Tidak Ada Yang Mengucapkan Selamat

“Indonesia adalah hari keramat, hari lahirnya bangsa ini. Masa kalah sama ulang tahun anak kecil?” Ya, mungkin celotehan Fatih soal HUT RI ini memang ada benarnya. Mana pernah sih kita melakukan perayaan khusus untuk hari spesial itu? Berbeda banget kan ketika kita sendiri atau keluarga yang berulang tahun. Padahal kalau dipikir, kita bisa hidup nyaman menginjak tanah Indonesia karena bangsa ini sudah merdeka. Bangsa ini sudah lahir di 17 Agustus 1945.

Hari ulang tahun Indonesia tidak lebih meriah dari pada perayaan ulang tahun bocah [Image Source]
Hari ulang tahun Indonesia tidak lebih meriah dari pada perayaan ulang tahun bocah [Image Source]
Jadi, apa yang harus kita lakukan? “Tiup lilin kek, nyanyiin lagu ulang tahun kek, atau potong kue ulang tahun,” begitu menurut Fatih. Hari penting memang tidak seharusnya kalah dengan hari ulang tahun bocah, kan?

Kita Adalah Bangsa Yang Mudah Lupa

“Kalau nggak ada bambu runcing, mau pakai apa untuk mengusir penjajah? Emangnya kita bisa pakai gagang sapu?” Kalimat ini sederhana tapi memang mengena lho. Diakui atau tidak, bambu runcing adalah alat yang hebat dan sangat berjasa. Tapi, sekarang bagaimana nasib bambu-bambu yang berjasa itu. Kita menjadikannya alat pikul sampai tusuk sate.

"Masa mau mengusir penjajah pakai gagang sapu?" [Image Source]
“Masa mau mengusir penjajah pakai gagang sapu?” [Image Source]
“Kok bisa-bisanya kita melupakan jasa mereka? Harusnya kita menghormati seluruh pohon bambu,” ini adalah jawaban yang kamu cari jika pertanyaanmu adalah bagaimana seharusnya perlakuan kita terhadap para bambu-bambu berjasa ini. Bentuk penghormatannya Fatih menjelaskan dengan sangat gamblang. Permisi ketika lewat di rimbunan bambu, atau bisa juga hormat dulu kepada tusuk sate sebelum kita makan.

Menghormati Orangtua Para Pahlawan Juga Tak Kalah Penting

Sebelumnya mana pernah sih kita dengar wacana untuk memberikan penghormatan khusus terhadap orangtua para pahlawan? Tapi, ide unik ini mengalir begitu saja lewat ulasan Fatih yang tidak biasa tersebut. Memang benar lho, bagaimana mungkin kita merdeka jika mereka tidak melahirkan para pahlawan yang kemudian berjuang merebut tanah ini dari penjajah?

Kemerdekaan ini tidak akan pernah ada jika orangtua para pahlawan tidak pernah melahirkan mereka [Image Source]
Kemerdekaan ini tidak akan pernah ada jika orangtua para pahlawan tidak pernah melahirkan mereka [Image Source]
Harusnya kita juga patut memberikan penghormatan kepada mereka. Caranya? Sebut juga nama orangtua di belakang nama para pahlawan. Sayangnya sejak kecil kita tidak pernah disuruh untuk menyebutkan nama orangtua para pahlawan ini. Padahal sekali lagi keberadaan mereka sebenarnya bahkan lebih penting dari pahlawan itu sendiri.

Cukup menohok ya, namun harus diakui memang beginilah realita yang ada sekarang. Namun tidak ada kata terlambat untuk memulai perubahan ke arah yang baik. Mulai sekarang, biasakan untuk merayakan ulang tahun negara kita semeriah perayaan pribadi, hormati bambu-bambu dan jangan lupa selalu sematkan nama orangtua pahlawan ketika kita menyebutkannya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya 28 Potret ini Akan Membuatmu Tahu Rupa Asli Korea Utara yang Sebenarnya Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA