Di Indonesia Demam Batu Akik, di Jepang Suka ‘Makan Permata’

oleh titi
12:48 PM on Jun 25, 2015

Masalah doyan sama hal baru itu sudah menjadi konsumsi publik sejak dulu. Lagi booming gelombang cinta, semua orang berlomba-lomba beli gelombang cinta. Ada trend budidaya burung, semua ikut-ikutan pelihara burung. Kali ini Indonesia lagi gila-gilanya sama yang namanya batu akik, sampai semua orang gelar lapak buatgosok batu bersama. Padahal dulunya, yang pakai cuman orang tua yang dibilang kolot. Sekarang dari masih kuliah aja udah ngetren banget pakai batu akik warna-warni.

Jika Indonesia demam dengan batu akik, lain halnya dengan orang Jepang yang tiba-tiba gemar ‘memakan permata’. Batu permata? Santai, bukan permata yang harganya mahal itu loh. Tapi adalah sebuah makanan yang bernama Kohaku-tou yang mirip dengan batu permata dan juga batu akik. Mau tahu seperti apa batu permata yang lagi trend dicari oleh orang jepang ini, Yuk kita simak

Baca Juga
Bukan Metropolitan, Justru Inilah 5 Kota Paling Kaya yang Ada Di Indonesia
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang

1. Semacam Permen Transparan

Bukan hanya Indonesia yang punya permen beragam, Jepang juga punya semacam permen yang transparan dan sedang ramai dibicarakan. Makanan yang dikenal dengan nama Kohaku-tou ini merupakan makanan tradisional yang mempunyai bentuk unik yang menyerupai perhiasan dari batu permata.

Permen Transparan
Permen Transparan[Image Source]
Warnanya pun beragam. Ada yang berwarna biru, merah, kuning dan banyak lagi lainnya. Selain es krim dan es loli, Kohaku-tou ini bakal laku keras ketika musim panas tiba. Permen satu ini keras di luar dan lunak di dalam. Ketika mencoba mencicipinya, kamu bakal mendapatkan sensasi melelehnya permen dalam mulutmu.

2. Pembuatan Yang Simple

Jika bukan permata, mungkin kamu mengira ini adalah agar-agar yang di potong dadu. Yah, Kohaku-tou memang terbuat dari agar-agar dicampur dengan gula, air, susu, dan juga perasa yang disukai. Pembuatan Kohaku-tou memang simple namun proses pembuatannya relatif lama.

Resep Kohaku-tou
Resep Kohaku-tou[Image Source]
So, jika mau mencoba resep Kohaku-tou, kamu harus siapkan bahan-bahannya sebelum hari pembuatan. Pasalnya, agar-agar yang telah tercampur dengan air harus didiamkan sekitar 12-24 jam baru proses pembuatan berlangsung.

3. Varian Kuhaku-tao

Setelah proses pendiaman selama setengah sampai satu hari dan proses pencampuran dengan bahan lain di atas api, calon permen satu ini didinginkan selama 4 sampai 5 hari. Memang lama sampai berhari-hari, tapi ketika hari keenam kamu bakal lihat Kuhaku-yao akan mengeras dan membentuk seperti permata ketika terkena cahaya.

Varian Kuhaku-tao
Varian Kuhaku-tao [Image Source]
Untuk varian warna, kamu dapat menggunakan gula merah untuk warna kuning. Kamu juga dapat menggunakan gula dan jahe, jus lemon, dan berbagai warna makanan lainnya. Sehingga tak jarang ada yang berbentuk batu akik. Wah, penasaran dong dengan rasanya? Ayo coba buat permen ini sesuai dengan resep diatas.

4. Kafe Sha La La Sha

Ya, jika kamu tidak ada waktu untuk membuatnya, coba mampir ke kafe Sha La La Sha ketika berkunjung ke Jepang. Kafe ini terletak di Ichikawa yang telah dibuka pada bulan juli 2013 lalu. Mereka memiliki banyak varian menu yang pastinya menggugah untuk dipesan dalam jumlah banyak.

Kafe Sha La La Sha
Kafe Sha La La Sha[Image Source]
Namun cita rasa dari menu di Sh La La Sha sedikit berbeda dari Kohaku-tao yang asli. Mereka memadukan antara rasa yang klasik dengan rasa modern yang mereka ciptakan. Pemilik kafe ini menggunakan buah-buahan untuk menampilkan versi modern dari permen indah ini.

Well, rasa dari Kohaku-tou ini memang kurang chewy, namun permen ini perlu dijajal loh. Entah mau mencoba resep yang di atas atau mau berkunjung ke Jepang yang pasti rasanya bakal yummy banget. So, coba buktikan makan permen permata ini dan selamat mencoba.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA