4 Fakta Ini Jadi Bukti Kalau Majapahit Ternyata Tidak Pernah Menguasai Nusantara

oleh Sastranagari
08:00 AM on Feb 22, 2017

Siapa yang nggak kenal dengan Kerajaan Majapahit? Salah satu kerajaan terbesar di Indonesia ini digadang-gadang pernah menguasai Nusantara pada jaman dulu. Ya, itu berarti menguasai seluruh Indonesia dan bahkan sampai ke luar negeri.

Usut punya usut, ada kabar yang mengatakan bahwa Majapahit nggak pernah benar-benar menguasai Nusantara sepenuhnya. Wilayah-wilayah yang termasuk dalam penguasaan Majapahit nggak pernah menyetor upeti atau membayar kepada raja sepeser pun. Hubungan mereka ini lebih cocok jika dikatakan kerja sama.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Kerja sama tersebut adalah menyediakan tempat untuk singgah para pedagang. Pada masa itu, banyak pedagang dari Sumatra, Kalimantan, bahkan Cina dan Arab yang singgah di daerah kerja sama tersebut. Lalu fakta apalagi yang menunjukkan bahwa Majapahit bukan penguasa zaman dulu? Simak terus artikel menarik ini.

1. Arti Kata Nusantara yang Salah Dipahami

Dalam sejarah kerajaan Majapahit, kita kerap mendengar kata Nusantara disebut-sebut. Nusantara adalah wilayah Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Namun, siapa sangka ‘Nusantara’ versi Majapahit memiliki arti yang jauh berbeda dengan yang kita kenal saat ini.

Wilayah kekuasaan Majapahit [image source]
Pada masa Majapahit nusa berarti pulau, sedangkan antara berarti yang lain. Jadi, Nusantara berarti daerah-daerah yang lain. Yang dimaksudkan adalah daerah pelabuhan sepanjang pantai utara Jawa, seperti Lasem, Tuban, Gresik, dan Jepara. Daerah-daerah ini melakukan kerja sama dengan tujuan menyediakan pelabuhan bagi pedagang dari seluruh Nusantara seperti Sumatra, Kalimantan, Cina, dan bahkan Arab. Hubungan Majapahit dengan wilayah-wilayah lain bisa disebut sebagai ‘mitreka satata’ atau kerja sama. Sehingga membuat Majapahit wajib melindungi partnernya.

2. Salah Tafsir dari Para Founding Fathers Indonesia

Para founding fathers Indonesia ikut memperkuat anggapan bahwa Majapahit penguasa Nusantara, terutama Muhammad Yamin. Ia menggunakan kisah penaklukan Nusantara oleh Gajah Mada untuk merekatkan hubungan antara para pemuda saat itu.

Muhammad Yamin [image source]
Dengan gembar-gembor Majapahit penguasa Nusantara, ia berharap agar organisasi-organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatra, dan lain-lainnya bersatu. Pemahaman tersebut semakin diperkuat oleh buku yang ditulis M. Yamin, Gajah Mada, Pahlawan Persatuan Nusantara tahun 1945. Dalam buku tersebut terdapat peta Nusantara yang dikuasai oleh Majapahit.

3. Peninggalan Kerajaan Majapahit Kebanyakan Berada di Dalam Negeri

Sebuah kerajaan dengan cakupan kekuasaan yang luas pasti pernah meninggalkan jejak. Sama halnya dengan Kerajaan Majapahit. Digadang-gadang sebagai Penguasa Nusantara, Majapahit hanya memiliki peninggalan yang kebanyakan berada di Jawa. Sebut saja beberapa di antaranya adalah Candi Sukuh dan Cetho di Karanganyar Jawa Tengah, Candi Pari, Jabung, Gapura Wringin Lawang yang ada di Jawa Timur.

Gapura Bajang Ratu [image source]
Soal peninggalan Majapahit nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kerajaan Sriwijaya yang memiliki wilayah lebih kecil. Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya tersebar hingga ke wilayah luar negeri,sebut saja Prasasti Ligor di Thailand, Prasasti Nalanda di India, dan Prasasti Katon di Cina.

4. Salah Kaprah Penafsiran Sumpah Palapa

Patih Gajah Mada pernah berujar, bahwa dirinya tak akan bersenang senang sebelum menyatukan wilayah Nusantara. Dalam sumpah ini, Patih Gajah Mada menyebut kata ‘menyatukan’ alih-alih ‘menguasai’. Dari sumpah tersebut sudah jelas, bahwa Patih Gajah Mada tak berniat untuk menguasai wilayah Nusantara. Ia hanya ingin menyatukan saja, oleh karena itu setiap wilayah Majapahit masih memiliki pemimpin yang disebut adipati yang berkoordinasi dengan pusat di Trowulan.

Patih Gajah Mada [image source]
Namun karena kurang sabar, muncul keinginan menguasai salah satu kerajaan, yaitu Pasundan atau Sunda. Dengan menguasai kerajaan tersebut maka Sumpah Palapa yang pernah diucapkannya akan terpenuhi. Karena keinginannya tersebut, pecahlah perang Bubat yang pada akhirnya membuat Patih Gajah Mada gagal memenuhi Sumpah Palapa.

Suatu kerajaan dikatakan berjaya jika memiliki wilayah kekuasaan yang luas. Dalam sejarah, kekuasaan Majapahit disebut-sebut hingga ke luar negeri. Terlepas dari benar atau tidaknya sejarah tersebut, banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari Majapahit. Salah satunya adalah tekad Patih Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA