7 Legenda dan Misteri Gunung-Gunung di Indonesia yang Wajib Kamu Tahu!

oleh Adi Nugroho
15:00 PM on Aug 27, 2015

Satu hal yang tak akan pernah bisa lepas dari Indonesia adalah hal-hal berbau mistik, klenik, dan sejenisnya. Di masa lalu, sebelum gelombang persebaran agama datang, rakyat Indonesia banyak yang menganut kepercayaan seperti animise atau dinamisme. Mereka percaya adanya roh-roh penunggu benda tertentu, bahkan ada juga yang sampai menyembahnya.

Kepercayaan seperti ini terus berlanjut hingga sekarang. Bahkan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Salah satu kepercayaan yang masih kental adalah percaya adanya penunggu atau pemilik dari suatu gunung api di Indonesia. Hampir setiap gunung api besar di Indonesia memiliki legenda dan kisah unik yang dipercaya nyata adanya. Berikut tujuh legenda dan misteri dari gunung api di Indonesia itu!

Baca Juga
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

1. Legenda Gunung Kelud

Gunung Kelud memiliki legenda yang terus diturunkan dari mulut ke mulut. Alkisah ada seorang manusia berkepala sapi yang ingin menikahi gadis dari kerajaan Majapahit. Ia mengikuti berbagai sayembara dan akhirnya menang. Namun sayang, sang putri pujaan hati enggan menikahinya. Akhirnya sang putri meminta syarat kepada Lembu Sura, si manusia berkepala sapi untuk membuat sumur di puncak Gunung Kelud. Jika keinginan putri dipenuhi maka ia mau dinikahi. Tentu saja permintaan itu dipenuhi oleh Lembu Sura. Ia menggali gunung dengan culanya. Sang Putri akhirnya panik karena Lembu Sura akan berhasil. Akhirnya ia meminta ayahnya yang merupakan Prabu Brawijaya untuk mengubur lubang galian yang masih ada Lembu Sura di dalamnya.

Gunung Kelud [image source]
Gunung Kelud [image source]
Lembu Sura yang ada di dalam meminta tolong dan memohon untuk dikeluarkan. Namun ia harus menerima kenyataan jika mereka memang sengaja mengubur untuk melenyapkan di manusia berkepala sapi ini. Dengan sisa tenaga, akhirnya Lembu Sura mengutuk Kerajaan Majapahit dengan bunyi seperti ini: “Yoh, Kediri sesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping-kaping yaiku Kediri dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung dadi kedung.” (Ya, Kediri akan dapat balasanku berkali-kali, Kediri jadi sungai, Blitar jadi daratan, dan Tulungagung jadi perairan dalam.)

Patung Lembu Sura [image source]
Patung Lembu Sura [image source]
Dan benar juga, Kelud terus meletus dan membumihanguskan kerajaan. Jika anda datang melihat Gunung Kelud, patung Lembu Sura akan menyambut anda dengan gagahnya. Pemerintah setempat sengaja membuatnya untuk persembahan. Jika kondisi Kelud mulai panas, biasanya pemerintah Blitar atau Kediri melakukan upacara larung sesaji agar “Lembu Sura” tidak mengamuk lagi.

2. Legenda Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah ikon pariwisata di Jawa Timur. Hampir setiap hari ada ratusan turis dari berbagai negara datang untuk menikmati keindahan gunung dan matahari terbit. Di balik keindahan ini, ternyata Bromo menyimpan legenda yang terus hidup hingga sekarang. Dahulu kala di Bromo hiduplah seorang pemuda bernama Joko Seger yang jatuh hati dengan gadis keturunan dewa bernama Rara Anteng. Mereka menjalin kasih hingga memutuskan akan menikah. Namun rencana itu harus terhenti karena ada orang jahat dan sakti yang mendadak melamar Rara Anteng.

Gunung Bromo [image source]
Gunung Bromo [image source]
Gadis cantik itu tak bisa menolak karena takut, namun ia membuat persyaratan kepada si pria jahat sebelum pernikahannya dilaksanakan. Rara Anteng menyuruhnya membuat lautan di Bromo dalam waktu semalam. Pria jahat itu menyanggupi, ia mengeruk tanah menggunakan batok kelapa semalaman. Rara Anteng takut jika lautan itu akan selesai sebelum ayam pertama berkokok. Akhirnya ia memukulkan alu seperti saat menumbuk padi. Mendengar bunyi tetabuhan itu ayam-ayam bangun. Si pria jahat akhirnya kalah, ia mengamuk dan melempar batok yang sekarang menjadi Gunung Batok.

 UPacara Kasada [image source]
UPacara Kasada [image source]
Rara Anteng dan Jaka Seger akhirnya menikah. Namun mereka tak kunjung dikaruniai anak. Akhirnya mereka melakukan pertapaan di gunung. Sebuah suara gaib terdengar dan bilang jika mereka akan memberi anak tapi anak pertama harus dikorbankan ke gunung. Rara Anteng dan Jaka Seger setuju. Mereka akhirnya dikaruniai 25 anak, namun ingkar janji karena tak tega anaknya dikorbankan. Akhirnya terjadilah bencana dan anak pertama mereka mati. Sejak saat itu budaya upacara Kasada mulai diadakan sebagai ganti pengorbanan manusia ke dalam gunung. Oh ya, nama Suku Tengger berasal dari singkatan Rara Anteng dan Jaka Seger.

3. Legenda Gunung Merapi

Gunung Merapi memiliki banyak sekali versi legenda yang dipercaya oleh masyarakat sekitarnya. Namun yang paling dominan adalah adanya kerajaan gaib yang bersarang di puncak gunung. Para makhluk gaib ini dipercaya akan membawa petaka yang sangat besar kepada masyarakat di Yogyakarta. Itulah mengapa Keraton Yogyakarta selalu menunjuk salah satu abdi dalemnya untuk menjadi juru kunci gunung. Salah satu juru kunci yang paling terkenal adalah Mbak Maridjan yang meninggal saat erupsi Merapi beberapa tahun lalu.

Gunung Merapi [image source]
Gunung Merapi [image source]
Beberapa tempat di Gunung Merapi dijadikan tempat makhluk halus untuk tinggal. Sebut saja Pasar Bubrah, tempat ini dipercaya ramai saat malam karena para makhluk halus mulai keluar dan muncul. Selain itu ada tempat-tempat seperti Hutan Patuk Alap-Alap yang digunakan untuk penggembalaan ternak milik kerajaan gaib Merapi. Di waktu-waktu tertentu hewan gaib seperti macan putih, ular besar, dan lainnya kerap membuat orang yang mendaki harus lari terpontang-panting. Satu hal yang harus dipahami ketika ke Gunung Merapi: selalulah jaga hati, lisan, dan perbuatan.

4. Legenda Gunung Semeru

Gunung paling tinggi di Pulau Jawa ini ternyata memiliki legenda yang sangat unik. Diceritakan bahwa dahulunya Pulau Jawa adalah pulau yang mengapung-apung di lautan lepas. Para dewa tahu itu dan akhirnya memutuskan memakunya agar diam dan tak terus terbawa arus laut. Mereka memaku Pulau Jawa dengan memindahkan Gunung Meru dari India menuju Jawa. Dewa Wisnu mengubah wujudnya menjadi kura-kura raksasa dan Dewa Brahma berubah jadi Ular besar untuk mengikat gunung.

Gunung Semeru [image source]
Gunung Semeru [image source]
Akhirnya Gunung Meru itu sampai dan membuat Pulau Jawa diam. Orang Hindu di Jawa dan Bali percaya jika Gunung Meru yang serang bernama Semeru ini merupakan tempat persemayaman banyak Dewa. Selain itu, puncak Gunung merupakan gerbang yang menghubungkan dunia Dewa dan manusia. Saking sakralnya, masyarakat Hindu kerap melakukan upacara keagamaan di tempat ini. Anda boleh percaya atau tidak dengan legenda ini. Namun yang jelas, Gunung Semeru menyimpan banyak sekali keindahan yang tak bisa dilewatkan. Itulah mengapa gunung ini selalu menjadi tujuan pendakian yang menantang. Bahkan dijadikan seting pembuatan salah satu film nasional.

5. Legenda Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu yang terletak di Jawa Barat selalu identik dengan legenda Sangkuriang. Anda mungkin masih ingat cerita tentang Dayang Sumbi yang menikahi anjing sakti karena sumpahnya sendiri. Dari pernikahan itu ia dikaruniai anak dan dinamai Sangkuriang. Suatu ketika Sangkuriang membunuh anjing bernama Tumang yang sebenarnya ayah kandungnya sendiri. Sang ibu marah dan memukulkan centong nasi ke kening Sangkuriang hingga membuat bekas yang dalam.

Gunung Tangkuban Perahu [image source]
Gunung Tangkuban Perahu [image source]
Singkat cerita Dayang Sumbi diusir dari kerajaan dan Sangkuriang pergi mengembara. Saat dewasa Sangkuriang terpesona dengan kecantikan ibunya sendiri. Ia memaksa untuk menikahi Dayang Sumbi. Mengetahui pria tampan itu anaknya, Dayang Sumbi akhirnya membuat syarat yang sangat sulit. Ia menyuruh Sangkuriang membuat bendungan di sepanjang bukit dan membuat perahu dalam waktu semalam. Mengetahui Sangkuriang akan berhasil, Dayang Sumbi melakukan berbagai cara untuk menggagalkan tantangan yang sedang dikerjakan.

 Kawah Ratu, Gunung Tangkuban Perahu [image source]
Kawah Ratu, Gunung Tangkuban Perahu [image source]
Dan benar saja, tantangan itu akhirnya gagal, karena ayam terlanjur berkokok namun perahu tak kunjung kelar. Sangkuriang tahu jika ia sedang ditipu. Akhirnya untuk meluapkan amarahnya, ia menjebol bendungan hingga mengakibatkan banjir bandang. Perahu yang ia buat dilempar dan berubah jadi Gunung Tangkuban Perahu. Dayang Sumbi akhirnya meninggal dan hilang dalam banjir yang dibuat Sangkuriang.

6. Legenda Gunung Kemukus

Banyak sekali versi yang beredar mengenai legenda Gunung Kemukus yang terletak di Jawa Tengah ini. Salah satu versi yang banyak diketahui orang adalah kisah hubungan gelap antara Pangeran Samudro dan Ibu tirinya. Keduanya melakukan hubungan badan di Gunung Kemukus namun ketahuan. Akhirnya mereka dibunuh dan disemayamkan di salah satu bagian gunung. Saat ini Gunung Kemukus justru digunakan sebagai lokasi prostitusi terselubung dengan latar belakang kisah Pangeran Samudro.

 Ritual Gunung Kemukus [image source]
Ritual Gunung Kemukus [image source]
Dipercaya jika melakukan hubungan badan dengan bukan pasangannya, keinginan dan harapan akan dikabulkan. Akhirnya banyak orang berduyun-duyun datang ke sini untuk mencoba ritual nakal itu. Akibat dari adanya legenda agak nyeleneh ini, banyak sekali bermunculan lokalisasi dadakan di Gunung Kemukus. Tujuannya hanya satu, menjembatani pengunjung untuk melakukan ritual uniknya: bercinta tujuh kali dengan bukan pasangan! Edan!

7. Legenda Gunung Slamet

Gunung Slamet awalnya bernama Gunung Gora. Seorang pangeran bernama Syeh Maulana mengubah nama gunung setelah ia mendapatkan keselamatan di sana. Singkat cerita sehabis melaksanakan ibadah Solat Subuh, Syeh Maulana melihat cahaya yang sangat terang di langit. Ia tertarik dan akhirnya mengikutinya hingga sampai di pesisir pantai Gresik, Jawa Timur. Saat itu cahaya telah hilang. Namun hari berikutnya muncul cahaya di sekitaran pantai Pemalang, Jawa Tengah. Syeh Maulana mengikuti lagi cahaya aneh itu.

Gunung Slamet Jawa Tengah [image source]
Gunung Slamet Jawa Tengah [image source]
Sebelum sampai tempat, Syeh Maulana mengalami gatal seluruh tubuh yang membuatnya tak bisa melakukan apa-apa. Akhirnya ia memohon petunjuk dan diberi mimpi agar mengunjungi Gunung Gora. Di sana Syeh Maulana akhirnya mandi di pancuran air panas yang membuatnya sembuh dari penyakit. Ia akhirnya memutuskan untuk menetap di daerah itu dan mengubah nama Gunung Gora menjadi Gunung Slamet. Karena telah menyelamatkannya.

Gunung Slamet [image source]
Gunung Slamet [image source]
Selain itu, sebuah legenda menyebutkan jika Gunung Slamet adalah gunung yang memberi keselamatan bagi warga sekitar. Jika sampai gunung ini meletus artinya bencana besar akan terjadi dan membuat Pulau Jawa akan pecah menjadi dua bagian sama besar. Saat ini Gunung Slamet digunakan sebagai tempat wisata dengan pemandian terkenalnya Baturaden.

Well, itulah sekelumit kisah legenda dan misteri dari gunung-gunung yang ada di Indonesia. Anda boleh percaya atau pun tidak. Namun kisah ini telah membumi dan bertahan lama, bahkan lebih tua kisah ini dari anda. So, dari tujuh gunung ini mana yang pernah anda kunjungi sebelumnya?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA