5 Kisah Pengampunan Yang Mengagumkan

oleh Ayu
08:48 AM on Feb 1, 2015

Orang bilang, memaafkan bukan berarti melupakan. Setidaknya dengan memaafkan, kita menyerahkan semua keadilan pada Tuhan. Sang Pencipta tidak tidur, sudah pasti semua terlihat dengan jelas dan akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan amal dan perbuatan masing-masing.

Kali ini kita akan menengok sebuah kisah-kisah menarik tentang sebuah maaf dan pengampunan. Bahkan hati yang paling keras sekalipun bisa memaafkan di detik-detik terakhir. Seperti kisah-kisah di bawah ini.

Baca Juga
Bukan Tanpa Tujuan, Ini Loh Alasan Kenapa Teh Itu Baiknya Dipetik di Pagi Hari
Mirisnya Tata Krama Murid Sekarang, Guru Mendidik Sepenuh Hati Malah Dibuat Candaan

1. Tidak Jadi Dihukum Gantung Karena Ibu Korban Memaafkannya

Tidak mudah bagi seorang ibu, memaafkan orang yang membunuh buah hati tercintanya. Doa seorang ibu seringkali manjur dan teguh pendiriannya. Namun saat Samereh Alinejad menanti hukuman bagi pembunuh yang menghabisi nyawa anaknya, tiba-tiba putranya itu datang dalam mimpi. Sang anak mengatakan dalam mimpi ibunya agar jangan membalas dendam. Tapi bagaimanapun hati Samereh belum ikhlas memaafkannya.

Mideast Iran Forgiven Killer
Mideast Iran Forgiven Killer

Hingga 2 hari sebelum hukuman itu dilaksanakan, ia kembali didatangi oleh putranya. Namun kali ini, sang putra tak mau membalas omongannya. Akhirnya di hari eksekusi, ibu tersebut bukannya menendang kursi agar si pelaku terjerat gantungan. Ia hanya menampar orang itu untuk membalas semua rasa kehilangannya. Konon, setelah itu ia merasa lebih baik dan hatinya kembali hangat. Sementara itu si terpidana mati akhirnya hanya menjalani hukuman penjara.

2. Korban Salah Tangkap, Memaafkan Orang Yang Menuduhnya

Salah satu hal yang paling tidak menyenangkan adalah terjebak dalam situasi sulit yang tak ada hubungannya dengan kita, apalagi sampai ditangkap meski semua tuduhan yang diberikan pada kita itu salah. Hal ini terjadi pada seorang pria bernama Jackson dan dua temannya. Karena kesaksian seorang bocah di tahun 1975, mereka harus menjalani hukuman penjara karena pembunuhan selama 39 tahun.

Korban Salah Tangkap, Memaafkan Orang Yang Menuduhnya
Korban Salah Tangkap, Memaafkan Orang Yang Menuduhnya

Namun usut punya usut, ternyata bocah bernama Eddie Vernon ini tak menceritakan yang sebenarnya. Seiring berjalannya waktu dan tumbuh dewasa, Vernon merasa tidak tenang dan terus merasa bersalah. Ia mengaku dosa pada pendeta hingga diyakinkan agar mau berkata jujur. Tahun 2014 saat Jackson dibebaskan dan bertemu muka langsung dengan Vernon yang sudah dewasa, ia melakukan hal yang di luar dugaan. Jackson memeluk Vernon dan mengatakan, “Tidak apa-apa, kita berdua adalah korban dalam kejadian itu. Aku memaafkanmu dan kukatakan hal ini secara pribadi,” kata pria itu. Vernon hanya bisa menangis dan meminta maaf karena merasa menghancurkan hidup seseorang.

3. Pendeta Yang Memaafkan Calon Pembunuhnya

Salah satu kisah memaafkan lainnya yang menggetarkan hati adalah seorang pendeta bernama John Paul II. Ia ditembak oleh seorang pemuda bernama Agca. Saat di dalam ambulance, Bapa John Paul sudah mengatakan bahwa ia memaafkan pelakunya, padahal ia masih dalam kondisi terluka.

Pendeta Yang Memaafkan Calon Pembunuhnya
Pendeta Yang Memaafkan Calon Pembunuhnya

Ia bahkan menemui pembunuhnya itu di penjara dan memaafkannya sekali lagi di depan umum. Kali ini, pertemuan itu menjadi titik balik bagi Agca. Pemuda itu kemudian masuk agama Kristen dan dikirim kembali ke negaranya di Turki.

4. Ayah Yang Memaafkan ‘Pembunuh’ Putranya

Kisah yang satu ini bisa menjadi pelajaran bagi siapapun yang menyetir mobil. Apapun bisa terjadi di jalan raya saat kita mengendarai kendaraan, apalagi bila kita sedang dalam keadaan mabuk. Connor Hanifin menyetir mobil saat sedang dalam pengaruh alcohol, sementara Francis Duddy menjadi penumpangnya. Mobil itu mengalami kecelakaan dan Duddy tewas.

Ayah Yang Memaafkan ‘Pembunuh’ Putranya
Ayah Yang Memaafkan ‘Pembunuh’ Putranya

Connor Hanifin merasakan penyesalan yang mendalam dan tak punya muka di depan orang tua sahabatnya itu. Namun, di luar dugaan saat pidato sebelum pemakaman, ayah Duddy mengatakan bahwa ia memaafkan Connor. “Connor memang harus bertanggung jawab, tapi tak bisa tanpa maaf dari kami. Duddy ingin kau hidup, Connor. Dan kami memberikan maaf sebesar-besarnya untukmu,” kata ayah Duddy.

5. Kebencian Yang Luluh Karena Simpati

Seorang wanita bernama Debbie Baigrie pernah tertembak di wajahnya pada tahun 1990. Saat itu ada perampokan dan ia menjadi korban, namun masih bisa survive. Saat mencoba melacak jati diri pelakunya, kemarahan Debbie menjadi padam. Ternyata pelakunya masih 13 tahun, bernama Manuel. Ia tidak mengerti kenapa anak semuda itu harus melakukan kekerasan seperti ini.

Kebencian Yang Luluh Karena Simpati
Kebencian Yang Luluh Karena Simpati

Ternyata sejak kecil, ibu Manuel adalah pecandu narkoba dan ia besar tanpa perhatian siapapun. Hal ini yang membuatnya melakukan kriminal di usia sangat muda. Manuel pernah menelepin Debbie dari penjara dan meminta maaf. Sejak saat itu, Debbie selalu membantu dan memperhatikan perkembangan kasus hokum remaja itu.

Meski ia tak bisa membantunya keluar dari hukuman 65 tahun penjara, Debbie telah memaafkan dan berharap suatu hari pemuda itu bisa merasakan kehidupan yang lebih baik setelah keluar dari penjara.

Kalau maaf terlihat sebagai hal yang paling sulit diucapkan, setidaknya kita masih diberi nurani untuk mau memaafkan. Siapapun pasti akan pernah mengalami, sebuah kebaikan tak bersyarat yang ingin mereka bagi, meski itu pada musuh yang paling keji. Dan kebaikan itu pada akhirnya akan berbalik menjadi hal baik pula bagi mereka yang telah menyakiti kita.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA