5 Pelajaran dari Kisah Michael Jordan yang Membuatmu Berhenti Menangisi Kekalahan

oleh Endah Boom
07:00 AM on Feb 18, 2016

Mengalami kegagalan atau kekalahan, kita semua pasti pernah merasa putus asa dan ingin menyerah saja. Mungkin kita juga pernah merasa hidup ini tak adil. Saat sudah berusaha keras memperjuangkan sesuatu, tiba-tiba saja kamu terjegal dan terjatuh. Orang bilang kita harus bangkit lagi setelah gagal. Tapi nyatanya hal itu tak semudah yang orang katakan. Untuk bangkit lagi itu tak selalu mudah. Bahkan kita sampai harus berperang melawan ego sendiri.

Tapi kekalahan tak perlu kita tangisi. Coba kita ingat lagi sosok besar yang satu ini. Namanya Michael Jordan. Kini ia dikenal sebagai salah satu pemain NBA (National Basketball Association) terbaik. Tak hanya dikenal sebagai pemain basket terbaik, ia juga dikenal sebagai seseorang yang punya etika kerja mengagumkan, juga kisah hidup yang luar biasa. Di balik nama besar dan kesuksesannya saat ini, dulu ia pernah kalah ratusan kali dan jatuh berkali-kali.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

1. Manisnya Kesuksesan Didapat Setelah Gagal Berkali-Kali

Salah satu kutipan yang paling fenomenal dari Michael Jordan tak lain adalah ini, “Saya gagal di 9000 tembakan di sepanjang karir saya. Saya kalah di hampir 300 pertandingan. 26 kali, saya dipercaya untuk mengambil tembakan yang menentukan hasil akhir pertandingan, dan saya gagal. Saya terus menerus gagal, lagi dan lagi di dalam kehidupan saya. Dan itulah mengapa saya sukses.” Sebelum ia sebesar dan sesukses sekarang, ia telah melewati ratusan kali hingga ribuan kali kegagalan.

Manisnya Kesuksesan Didapat Setelah Gagal Berkali-Kali [image source]
Manisnya Kesuksesan Didapat Setelah Gagal Berkali-Kali [image source]
Michael Jordan menjadikan kegagalannya sebagai bahan bakar untuk menuju kesuksesannya. Dulu ia pernah dikeluarkan dari tim basket SMA-nya di tahun pertama. Tapi ia tak menyerah, ia terus berlatih hingga akhirnya bisa kembali masuk ke tim basket di tahun akhirnya dan berhasil masuk ke All-American High School Team. Kakinya pernah patah di musim sekitar tahun 1985-1986 tapi ia tak berhenti. Saat ia sembuh di tahun 1986-1987, ia menjadi pemain kedua terhebat dan berhasil mencetak 3.000 skor dalam satu musim. Wow, luar biasa sekali ya!

2. Fokus pada Sisi Positif Itu Penting

“Saya tak pernah melihat beban dari kegagalan melakukan tembakan, kalau kita memikirkan bebannya kita akan selalu melihat hasil negatifnya,” ungkap Michael Jordan. Salah satu kunci keberhasilannya adalah karena ia fokus pada hal-hal positif. Bukan merasa terbebani dengan kegagalan atau kelemahan yang kita punya.

Fokus pada Sisi Positif Itu Penting [image source]
Fokus pada Sisi Positif Itu Penting [image source]
Michael Jordan berhasil membawa Chicago Bulls menjuarai NBA untuk pertama kalinya pada tahun 1991. Gelar juara itu pun berhasil dipertahankan tiga kali berturut-turut, tahun 1991, 1992, dan 1993. Fokus pada hasil positif yang ingin kita dapatkan jauh lebih penting daripada sekadar menyesali kegagalan yang baru kita alami. Dengan begitu, kita akan punya semangat lagi untuk kembali bangun dan melangkah ke depan.

3. Jangan Takut Menghadapi Kegagalan

Dalam sebuah wawancara, Michael mengungkapkan kalau ia tak pernah punya rasa penyesalan di sepanjang kariernya. Meski ada kegagalan atau hal-hal negatif yang terjadi, ia selalu berusaha melihat sisi positifnya. Menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajarannya, sehingga ia bisa terus maju dan meraih kesuksesan yang ia inginkan.

Jangan Takut Menghadapi Kegagalan [image source]
Jangan Takut Menghadapi Kegagalan [image source]
Pria yang lahir di Brooklyn, New York, Amerika Serikat tanggal 17 Februari 1963 ini menggambarkan rasa takut sebagai ilusi semata. “Saya tak pernah takut untuk gagal,” ungkapnya. Rasa takut gagal hanya akan menahan kita untuk sukses. Bahkan ketakutan itu sendiri sudah menutup dan mencegah potensi kita untuk berkembang.

4. Jangan Remehkan Hal-Hal Mendasar

Mengutip kalimat Michael Jordan, “Di saat kamu mengabaikan hal-hal mendasar, entah itu teknik yang benar, etika kerja, atau kesiapan mental, maka permainanmu, tugas sekolahmu, pekerjaanmu, dan apapun yang kamu lakukan bisa hancur.” Penting sekali untuk tak meremehkan hal-hal mendasar. Jangan sampai mengabaikan hal-hal kecil yang kita kuasai.

Jangan Remehkan Hal-Hal Mendasar [image source]
Jangan Remehkan Hal-Hal Mendasar [image source]
Semahir atau seprofesional apapun kita dengan profesi dan karier yang kita punya, jangan sampai kita lupa dengan hal-hal mendasar yang pernah kita pelajari. Tujuannya? Agar kita tak mudah terpeleset atau jatuh. Selain itu, dengan selalu mengingat hal-hal yang paling mendasar, kita akan selalu punya alasan untuk kembali bangkit, meski sudah gagal dan terjatuh.

5. Kerja Keras dan Lipat Gandakan, Kesuksesan Itu Pasti Datang

Rekan-rekan Michael Jordan di Chicago Bull mengatakan kalau Jordan merupakan orang yang selalu datang pertama dan pulang paling akhir di gym mereka setiap hari. Dia dikenal dengan kerja kerasnya yang luar biasa. Berlatih lebih keras dan melakukan rutinitas di atas orang rata-rata. Dari situ, ia baru bisa mendapatkan kesuksesan besarnya.

Kerja Keras dan Lipat Gandakan, Kesuksesan Itu Pasti Datang [image source]
Kerja Keras dan Lipat Gandakan, Kesuksesan Itu Pasti Datang [image source]
Tony Robbins mengutip Michael pernah berkata kalau kesuksesannya diperoleh karena ia selalu menuntut dirinya lebih dibandingkan orang lain. Setiap kali punya tujuan, dia akan berjuang keras untuk bisa mendapatkannya. Apapun yang terjadi, yang penting terus kerja dan lipat gandakan. Dengan begitu, kesuksesan akan datang dengan sendirinya.

Selama kariernya, Michael Jordan berhasil mendapatkan enam gelar juara dan sudah lima kali ditunjuk sebagai MVP reguler, jelas ini pencapaian luar biasa. Setelah pensiun dari dunia basket tahun 2003 lalu, ia beralih menjadi seorang pengusaha.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content