5 Kisah Menyedihkan yang Dialami Driver Ojek Online Ini Bikin Netizen Berurai Air Mata

Tak jarang bukannya untung, driver ojek online harus diperlakukan tak adil oleh pelanggan

oleh Aini Boom
14:00 PM on May 1, 2017

Selama ini banyak yang beranggapan jika menjadi driver ojek online itu enak. Tidak perlu nongkrong di pangkalan, tinggal menunggu orderan sambil minum kopi pun bisa. Karenanya, banyak pihak yang menganggap keberadaan mereka memang merugikan para sopir angkot. Padahal, para driver online ini sering mengalami hal tidak menyenangkan selama melakukan pekerjaannya yang mungkin tak dialami para sopir angkot. Banyak dari driver ojek online yang nyatanya merasakan pahitnya menjalani profesi tersebut. Sebab tidak dipungkiri, di balik transaksi menggunakan internet yang lebih mudah tetap ada sisi negatifnya.

Resiko yang besar ditanggung driver ojek online lantaran orang yang akan menjadi pelanggan tidak langsung bertatap muka. Satu di antara cerita pilu dialami oleh driver ojek online yang diminta memesan makanan senilai ratusan ribu. Sayangnya saat akan mengantar, dirinya malah tak bisa lagi menghubungi pelanggan dan menderita kerugian. Dan ternyata tak hanya satu kasus yang terjadi, beberapa kejadian miris berikut ini dialami para pekerja transportasi online tersebut.

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Diminta Order 20 Porsi Makanan, Muter-Muter 4 Jam Ternyata Pelanggan Ngilang

Kisah sedih seorang tukang ojek online diungkapkan oleh pemilik restoran di daerah Pejaten Village melalui akun Facebook. Ceritaya seorang driver Gojek diminta pelanggannya memesan 20 porsi iga bakar madu. Tentu si bapak yang terlihat tidak muda lagi itu menggunakan uang pribadi untuk menalangi biaya pemesanan. Setelah mengantri dan akhirnya mendapat makanan yang diminta, si bapak pun mencari alamat  pemesan.

Cerita sedih driver Gojek [image: source]
Nahasnya, setelah berputar-putar selama lebih dari 4 jam, pelanggan tidak ditemukan juga. Alamat yang dikirim ternyata fiktif, tersadarlah si bapak telah ditipu oleh pelanggan. Dengan perasaan sedih dan putus asa, driver Gojek tersebut kembali ke restoran dan memohon agar pesanannnya bisa dikembalikan dengan imbalan uang si bapak juga kembali. Pemilik restoran yang prihatin akhirnya menyetujui. Bahkan melihat si bapak yang pucat gemetaran karena ternyata seharian belum makan lantaran mencari alamat, pihak restoran memberikan makanan gratis.

Dilarang Masuk Restoran dengan Alasan Driver Gojek Tidak Higienis

Kisah sedih juga dialami seorang driver Gojek tua yang juga memiliki kekurangan fisik. Awalnya si bapak diminta salah satu konsumen untuk memesan makanan di salah satu restauran di PP Mall Jakarta. Kebetulan si konsumen sebelumnya juga telah memesan sebanyak tiga kali makanan di tempat itu via Gojek. Dan tiga kali pemesanan pun tidak pernah ada masalah. Namun ketika si bapak yang kakinya pincang memesan, pihak resto beralasan Gojek tidak boleh membeli makanan di situ.

Ilustrasi Gojek sedang bertugas [image: source]
Si driver Gojek pun akhirnya memberitahukan pada konsumen tentang hal itu. Konsumen yang merasa aneh sebab sebelumnya tidak pernah ada masalah lantas meminta menelepon manager restoran. Mirisnya, sang manager malah beralasan menjaga makanan agar higienis , sehingga tak memperbolehkan driver Gojek masuk. Tindakan ini jelas-jelas tidak konsisten karena sebelumnya tidak ada masalah. Akhirnya si driver pun diminta membeli makanan di tempat lain.

Minta Uang Lebih Gara-Gara Menunggu Lama, Driver Gojek Dipecat

Kisah satu ini sempat menjadi viral, pasalnya ada konsumen yang benar-benar membuat seorang driver Gojek tak hanya rugi waktu, tapi juga dipecat. Ceritanya seorang driver mendapat orderan ke ITB-Baltos dari seorang wanita. Tapi saat berkendara, si pelanggan malah keluar dari rute yang dituju. Si driver pun menjelaskan tapi diminta dengan sedikit memaksa dengan dalih akan membayar lebih. Singkat cerita, si bapak pun mengantar ke berbagai tempat mulai dari tempat edit data, tempat print hingga tujuan awal.

Cerita sedih driver Gojek [image: source]
Nahasnya, dia juga sempat menunggu hingga satu jam lebih. Namun tak diduga pelanggan wanita hanya membayar lebih sebanyak 3 ribu rupiah. Si bapak tidak terima karena waktu yang dihabiskannya untuk menunggu berjam-jam dan melakukan perjalanan di luar rute. Dengan kesal pelanggan menambah lagi 5 ribu saja. Tapi tak disangka, pelanggan tersebut memberikan bintang 1 pada driver dan memberi catatan ‘memeras pelanggan’ di aplikasi. Alhasil akun Gojek bapak tersebut di suspend (non- aktifkan) dan tidak dapat dipakai lagi atau sama dengan dipecat. Kisah ini sempat menggegerkan dunia maya dan banyak netizen yang ingin pelanggan wanita itu dicari dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Terlebih si bapak hanya mengandalkan Gojek sebagai mata pencaharian untuk menghidupi keluarganya

Tak Kunjung Mendapat Pelanggan Karena Gaptek

Kakek-kakek driver Gojek ini tak dapat langganan lantaran gaptek [image: source]
Tak kalah pilu, seorang kakek yang mencoba peruntungan dengan menjadi driver Gojek ini malah seharian tidak mendapat pelanggan. Alasannya karena si kakek yang mangkal di area Tanah Abang, Gambir, dan Menteng tersebut tak mengerti cara menggunakan aplikasi Gojek. Foto kakek ini pertama kali diunggah oleh akun @nie-nha. Sontak netizen pun menulis simpatinya dan berharap pihak Gojek akan memudahkan sistem penggunaan aplikasi tersebut.

Direndahkan Pelanggan

Screenshoot percakapan dengan pelanggan [image: source]
Cerita direndahkan habis-habisan oleh seorang pelanggan diupload pada akun Facebook Panji Vidiantoro. Pemilik akun facebook sekaligus driver ojek online itu membeberkan percakapan dengan seorang pelanggan yang komplain. Diceritakan bahwa Panji melakukan pembatalan pemesanan setelah 30 menit menunggu pelanggan yang tak kunjung datang. Si penumpang bahkan mengatakan Panji tak akan mampu mengganti waktunya yang terbuang gara-gara pembatalan order.  Tak hanya itu si penumpang malah mengancam Panji, beruntung Panji bisa membalas perkataan tersebut dan membalik keadaan. Pelanggan yang ketakutan terpaksa meminta maaf.

Lima cerita duka driver ojek online di atas bisa jadi pelajaran bagi kita semua. Betapa tidak mudah menjadi mereka, karena itu bagi pelanggan harusnya lebih menghormati dan tidak mempermainkan mereka. Bagaimanapun, driver-driver itu hanya orang-orang yang sedang berusaha mencari rezeki mereka.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA