Kisah Memilukan, Prostistusi Pelajar di Kota Waringin Timur

oleh Admin
10:56 AM on Aug 4, 2014

Semakin banyaknya jumlah pelajar Indonesia yang terjun di dunia prostitusi membuat banyak orang miris. Di saat masa muda mereka seharusnya diisi dengan pendidikan dan pengembangan kepribadian, mereka justru harus merasakan dunia prostirusi yang kelam di usia muda. Salah satu daerah yang banyak diisi oleh prostitusi pelajar usia sekolah adalah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.Prostistusi Pelajar di Kotawaringin Timur

Kisah mengenai praktik prostistusi pelajar yang melibatkan anak baru gede (ABG) dan pelajar sangat menyedihkan. Mereka yang seharusnya masih bersekolah rela menjual tubuh pada pria hidung belang. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kotim, Rihel, membenarkann bahwa ada pelaku prostitusi yang masih sekolah SMA dan masih di bawah umur, fakta ini seharusnya menjadi perhatian kita semua.

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

Salah satu penyebab makin banyaknya jumlah ABG da n siswa SMA yang menjual diri di usia muda adalah faktor ekonomi dan gaya hidup bebas. Beberapa pelajar mengatakan terpaksa menjual diri karena jumlah kiriman uang dari orang tua sangat sedikit, sementara biaya hidup di Sampit sangat tinggi. Sementara sebagian yang lain mengatakan terjerumus praktik ini karena pergaulan bebas.

Yang lebih menyedihkan, para pelajar yang menjadi pelaku prostitusi seolah menjadikan praktik ini sebagai pemenuhan haya hidup mewah. Berbagai barang eletronik terbaru yang harganya tidak murah membuat mereka lupa diri. Faktor ingin dianggap keren karena memiliki handphone canggih menyebabkan beberapa pelajar rela menjual diri demi mendapat uang.

Apapun yang menjadi penyebab para pelajar usia muda yang memilih praktik prostitusi, warga Kotawaringin Timur sangat mencemaskan hal ini. Warga yang memiliki anak perempuan semakin was-was karena praktik prostitusi terselubung ini dikhawatirkan mempengaruhi pelajar lain dan merusak masa depan generasi muda.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA