5 Kebiasaan Orang Indonesia yang Bikin Emosi Setengah Mati

oleh Rizal
11:00 AM on Sep 8, 2015

Meskipun belum semaju negara-negara barat, tapi tata sosial kemasyarakatan di Indonesia bisa dibilang adalah yang terbaik di dunia. Hanya di sini kamu bisa melihat kebiasaan seseorang merendahkan dirinya ketika lewat di depan banyak orang yang tengah duduk. Hanya di sini pula kamu akan melihat gerombolan pria bergotong royong bekerja bahu membahu dalam acara sosial.

Baca Juga : Jenis-Jenis Cewek Yang Bikin Kamu Jatuh Miskin Jika Menikahinya

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

Meskipun begitu nyaman tinggal di tengah masyarakat Indonesia, namun ada pula kebiasaan-kebiasaan yang bikin sebel bahkan merugikan orang lain. Misalnya seperti menutup jalan ketika ada hajatan. Hal ini tentu saja bikin emosi, apalagi jalan memutarnya jauh dan sedang terlambat menuju suatu tempat. Tak hanya ini, masih banyak lagi kebiasaan lain yang bikin emosi. Berikut ulasannya.

1. Suara Bising Hajatan Tetangga

Tak ada aturan yang pasti di masyarakat kita soal hajatan. Asal punya uang, sah-sah saja untuk berpesta 7 hari 7 malam sekalipun, meskipun ini tentu akan bikin tetangga bakal super sebel. Ngaku saja kamu pasti marah-marah sendiri ketika mendengar kegaduhan tetangga sebelah rumah yang pasang speaker besar bersusun saat mengadakan hajatan entah menikah atau khitanan.

Tak cukup dengan pasang speaker besar, kadang ada pula orkes dangdut seperti ini [Image Source]
Tak cukup dengan pasang speaker besar, kadang ada pula orkes dangdut seperti ini [Image Source]
Suaranya benar-benar menggelegar sampai bikin kita susah tidur. Apalagi kalau sedang sakit gigi, rasanya seperti ingin berduel saja dengan si empunya acara. Hanya suara adzan yang akan menghentikan mereka memutar musik dan cuma inilah penyelamat kita dari kebisingan.

Parahnya, kadang si empunya acara ini berlebihan hingga memutar musik keras-keras sampai jam 9 malam bahkan lebih. Meskipun kesal setengah mati, kita tidak pernah protes. Kita lebih sering mengalah dengan pergi ke suatu tempat. Bahkan kita makin berdamai dengan mereka ketika hantaran kue atau makan malam datang dari si empunya acara.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA