Negara-Negara Ini Menerapkan Hukuman Tembak di Tempat bagi Kriminal yang Membandel

oleh Adi Nugroho
15:04 PM on Sep 3, 2016

Hukum dibuat untuk ditegakkan dan diaplikasikan dengan benar kepada mereka yang melanggar. Sayangnya, untuk saat-saat tertentu, hukum justru tidak dianggap sehingga pemerintah atau lembaga di bawahnya bisa melakukan tindakan penghakiman langsung seperti tembak di tempat tanpa melalui prosedur resmi yang berlaku.

Tindakan penghakiman langsung seperti ini sering disebut ektrajudisial. Pemerintah memberikan hak kepada lembaga di bawahnya untuk melakukan pembunuhan terhadap para kriminal sehingga menimbulkan banyak kecaman di dunia. Anyway, inilah negara-negara yang masih atau sedang menerapkan hukuman tembak di tempat bagi para kriminal yang berhasil Boombastis rangkumkan buat Anda.

Baca Juga
Menengok Gaji dan Tunjangan Gubernur dan Wagub DKI, Kalau Dijumlah Bisa Beli Kerupuk 3 Kontainer
4 Kejadian Generasi Micin Pingin Ngeksis Tapi Gak Tahu Tempat Ini Bikin Netizen Geram

Filipina, Membantai Bandar Narkoba Seperti Cacing

Nama Rodrigo Duterte mendadak menjadi viral setelah dia menerapkan hukuman tembak di tempat kepada para bandar narkoba. Aksinya ini langsung memicu pro dan kontra di seluruh dunia. Bahkan Sekjen PBB dari Korea Selatan pun menganggap aksinya sangat keji dan harus dihentikan saat ini juga. Membunuh orang tanpa diadili terlebih dahulu sangat melanggar HAM.

Rodrigo Duterte [image source]
Rodrigo Duterte [image source]
Mengetahui banyak orang mengecam tindakannya, Duterte justru santai saat menanggapi. Dia tetap melakukan aksi pemberantasan penjahat agar Filipina bersih dari narkoba. Selain itu, dia juga berusaha untuk menghidupkan lagi hukuman mati di Filipina yang sebelumnya sudah dihapuskan pada tahun 2006. Duterte ingin mengembalikan hukuman mati agar banyak penjahat di negeri itu takut termasuk koruptor di negerinya.

Menurut hemat penulis, tindakan yang dilakukan Duterte sangatlah melanggar hukum. Apa yang dilakukan olehnya mungkin bisa memberantas bandar narkoba, namun melanggar HAM adalah perkara serius yang bisa membuatnya jatuh atau bahkan Filipina ditekan oleh banyak negara di dunia.

Indonesia, Pembantaian Preman di Era Petrus

Indonesia pernah mengalami masa suram pada dekade 80-an. Kala itu, tingkat kriminalitas di negeri ini mengingat dengan tajam. Untuk mengatasi hal, sebuah misi militer rahasia yang konon dimandatkan oleh Presiden Soeharto dilaksanakan dengan cepat. Misi ini adalah penumpasan penjahat dan segala kroninya dengan menembaknya secara langsung tanpa pandang bulu.

Petrus [image source]
Petrus [image source]
Kejadian yang mengerikan di kala itu kerap disebut sebagai tragedi Petrus atau penembak misterius. Para preman atau orang jahat akan diburu lalu dibantai ditempat tanpa ampun. Mayat biasanya ditinggal di dekat kebun dengan terselip uang sebagai ongkos penguburan bagi yang menemukannya. Oh ya, karena Petrus ini, banyak orang dengan tato di tubuhnya takut keluar rumah karena bisa dianggap sebagai preman atau penjahat.

Tindakan yang dilakukan oleh para pasukan misterius memang bisa menekan angka kejahatan. Namun, pelanggaran hukum, HAM, dan peluang salahnya penembakan membuat aksi ini tidak sepantasnya dilakukan. Indonesia adalah negara hukum, dan itu tidak bisa dielakkan.

Thailand, Bentuk Pasukan Pemburu Bandar Narkoba

Sebenarnya penerapan tembak di tempat pada bandar Narkoba tidak hanya terjadi di Filipina saja. Jauh sebelum Rodrigo Duterte menjadi presiden, Perdana Menteri Thailand, Thaksin Sinawarta diduga membentuk sekumpulan pembantai bandar narkoba. Hal ini dilakukan oleh Thaksin karena Thailand darurat narkoba yang berasal dari kawasan Myanmar yang merupakan sentra Kokain dunia.

Tindakan Polisi Thailand [image source]
Tindakan Polisi Thailand [image source]
Aksi yang dilakukan secara diam-diam ini memang mampu membunuh ribuan bandar narkoba. Namun, tumbuhnya bandar baru di negeri ini justru semakin pesat. Kawasan di perbatasan menjadi sarang konflik sehingga membuat masalah baru bagi Thailand. Menurut penulis, aksi yang dilakukan oleh Thaksin Sinawarta sangat menyalahi aturan meski di sisi lain dia mampu mengendalikan peredaran narkoba pada periode tertentu.

Jamaika, Operasi Pengurangan Kelakuan Buruk Manusia

Jamaika dikenal memiliki satuan polisi terkejam di dunia. Di negara ini, polisi bisa melakukan pembunuhan secara bebas kepada siapa saja yang dianggap kriminal. Pemerintah memberikan kebebasan kepada para polisi agar negeri ini bisa bebas dari kejahatan. Dengan banyaknya pembunuhan kepada penjahat, penduduk akan secara psikis takut melakukan tindakan pelanggaran hukum.

Polisi Jamaika [image source]
Polisi Jamaika [image source]
Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Jamaika kurang lebih sama dengan peristiwa Petrus. Menurut penulis, tindakan ini hanya akan memberikan ketakutan secara singkat. Selain itu, masyarakat juga tidak respek dengan polisi dan cenderung menganggap mereka sebagai satuan pembunuh yang mengerikan.

Demikianlah rangkuman perihal negara yang menerapkan “dor” di tempat bagi kriminal yang sangat membandel. Menurut kami, tindakan ini sangat tidak manusiawi, kalau ada hukum kenapa tidak itu saja dipakai dan ditegakkan. Membunuh dengan semena-mena adalah hal keji apa pun alasannya.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Artis Cilik Zaman Dulu yang Penampilannya Sekarang Bikin Kita Mangap Gak Percaya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Wanita Tercantik di Jepang ini Bikin Dengkul Lemes Sempat Jadi Terkenal Secara Instan, Seperti Ini Nasib 4 Artis Dadakan yang Karirnya “Terjun Bebas” Orang-orang yang Dulunya Terkenal Ini Kini Nasibnya Berputar 180 Derajat Pria Menikahi Boneka yang Ceritanya Menuai Kontroversi, Ternyata Kenyataannya Bikin Nyesek Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis 15 Meme FTV Ini Bikin Kamu Nyadar, Bahwa Hidup Nggak Semanis Adegan Film di TV Bukan So Sweet, 10 Foto Prewedding Ini Malah Punya Konsep Kocak Abis, Pasti Ketawa Liatnya Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA