Gatot Nurmantyo Calon Tunggal Panglima TNI

oleh Adys Disty
06:32 AM on Jun 10, 2015
Gatot Nurmantyo via tempo
Gatot Nurmantyo via tempo

Presiden Joko Widodo telah mengajukan nama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo untuk menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia. Gatot adalah calon tunggal yang diajukan oleh Presiden kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menggantikan Jenderal Moeldoko yang akan pensiun pada 8 Juli tahun ini.

Wakil Ketua Fahri Hamzah pun membenarkan pimpinan DPR RI telah menerima surat dari Presiden Joko Widodo mengenai penunjukan nama Panglima TNI. Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan DPR telah menerima surat Presiden Joko Widodo, Selasa sore ini. “Saya lihat copy-annya, ada satu nama, Pak Gatot Nurmantyo dari Angkatan Darat,” kata Fahri Hamzah, Selasa (9/6).

Baca Juga
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah
7 Hal Ini Jadi Alasan Kenapa Wanita Jepang Ogah Menikah

Menurutnya, meski menjadi hak prerogatif presiden, pihaknya berharap agar Presiden Joko Widodo dapat menjelaskan penunjukan Gatot sebagai panglima. “Ini tidak ada pelanggaran Undang-Undang. Tetapi ini kan merubah konsensus yang telah dibangun sepuluh tahun oleh Presiden SBY,” jelasnya.

Fahri juga menegaskan pihaknya tudak menuduh Presiden mempunyai motif politik tertentu dalam penunjukan Panglima TNI tersebut. “Tapi yang kita harapkan Presiden ada penjelasan lebih spesifik. Misalnya kalau Presiden bilang hak prerogatif, ya itu biasa saja. Bagaimanapun merubah kebiasaan itu ada satu penjelasan,” tambahnya.

Gatot merupakan alumni Akademi Militer angkatan 1982. Pria kelahiran 13 Maret 1960 Kota Tegal, Jawa Tengah itu sempat menduduki sejumlah jabatan strategis dalam karirnya. Dia pernah menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat tahun 2013-2014, Panglima Komando Daerah Militer V Brawijaya pada tahun 2010-2011, dan Gubernur Akademi Militer pada tahun 2009-2010.

Penunjukkan ini tidak melanggar Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI karena hanya mengubah kebiasaan tentang pemilihan Panglima TNI di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selama sepuluh tahun masa pemerintahan SBY, posisi Panglima TNI diisi secara bergiliran oleh ketiga angkatan yaitu Angkatan Darat, Laut dan Udara. Pada periode Agustus 2013 lalu, Angkatan Darat yang mengisi posisi Panglima TNI. Saat itu Moeldoko yang dipilih sebagai Panglima TNI menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono dari Angkatan Laut.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
BERITA LAINNYA
BERITA PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules 15 Potret Nona Berlian, Pemeran Ronaldowati yang Kini Cantiknya Tak Kalah dari Gadis Korea Tak Hanya Fenomena Gancet, Ternyata ‘Cupang’ Juga Bisa Membuat Orang Meninggal Kabar Terbaru Dicky Haryadi, Kontestan AFI 1 yang Dulu Pernah Bikin Para Cewek Meleleh 7 Fakta Tentang Dunia Esek-Esek Jepang yang Bakal Membuatmu Tercengang Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan Cantik dan Soleha, Putri Sulung Almarhum Uje ini Bikin Cowok Rela Ngantri Jadi Imamnya Wanita Ini Bikin Geger Gara-Gara Mengaku Sebagai Nabi Terakhir dan Punya Kitabnya Sendiri 8 Ilustrasi Kocak yang Membuktikan Dunia Berubah ke Arah yang Lebih Buruk, Setuju?
BERITA TERKAIT
BACA JUGA