Fenomena Ninja Misterius yang Pernah Bikin Jawa Timur Sangat Mencekam

oleh Rizal
11:00 AM on Nov 4, 2015

Kembali ke tahun 1998 lalu, Jawa Timur pernah jadi tempat paling mencekam. Kala itu, jangankan keluar malam, setelah maghrib saja orang-orang sudah menutup rapat-rapat rumahnya. Ya, mereka takut jika beraktivitas di luar nyawanya terancam oleh pembunuh yang kala itu populer dengan nama Ninja.

Kejadian ini sendiri berawal dari isu tentang dukun santet yang menebarkan keresahan. Sebuah versi mengatakan jika para Ninja ini diutus pihak tertentu untuk membunuhi para dukun tersebut. Hal ini juga tersirat dalam sebuah pesan radiogram yang dikeluarkan oleh Bupati Banyuwangi saat itu, HT. Purnomo Sidik. Isinya adalah menghimbau kepada para aparat pemerintah untuk mendata orang-orang yang diduga memiliki ilmu hitam.

Baca Juga
Fakta Silat Marunda, Warisan Maut Si Pitung yang Bikin VOC Terkencing-kencing Tak Berdaya
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting

Karena kurangnya strategi, akhirnya radiogram ini pun bocor ke publik. Alih-alih dilaporkan ke pejabat setempat, orang-orang yang diduga dukun justru dihabisi sendiri oleh masyarakat. Kejadian ini terus berlarut-larut hingga akhirnya muncul sosok Ninja di tengah-tengah konflik tersebut.

1. Sasaran Ninja yang Ternyata Bukan Dukun

Beragam opini masyarakat tercipta tentang sosok Ninja ini. Ada yang mengatakan jika mereka ditugaskan untuk menghabisi para dukun. Namun pada kenyataannya justru berkebalikan. Korban berjatuhan malah dari kalangan ulama dan guru-guru ngaji. Banyuwangi jadi kota pertama akan kejadian ini. Ketika masa mencekam ini, dalam sehari paling tidak ada 2 orang yang mati dibunuh, dan dipastikan mereka adalah orang-orang yang lurus agamanya.

Awalnya dukun yang diduga menjadi sasaran, namun ternyata malah para ulama dan kyai yang jadi korban [Image Source]
Awalnya dukun yang diduga menjadi sasaran, namun ternyata malah para ulama dan kyai yang jadi korban [Image Source]
Wabah Ninja ini makin mencekam ketika ternyata targetnya tidak melulu orang-orang alim. Di beberapa kejadian, korbannya justru masyarakat sipil termasuk para tokoh terpandang di masyarakat. Fenomena Ninja ini pun jadi semacam ancaman serius di Jawa Timur, terlebih daerah operasinya mulai melebar ke beberapa kota. Mulai Pasuruan, Bondowoso, Situbondo, sampai Malang. Menurut tim investigasi swadaya dari organisasi masyarakat, jumlah korbannya sendiri sudah mencapai 147 orang di Banyuwangi saja.

2. Simpang Siurnya Sosok Ninja

Banyak saksi mata yang mengatakan jika sosok Ninja ini benar-benar seperti yang ada dalam film-film Jepang. Berupa sosok yang berpakaian hitam-hitam dan memakai cadar. Versi yang lain ada pula yang menyebutkan berwarna biru. Tak hanya dari tampilan, sosok-sosok Ninja ini juga dikatakan bisa berlari sangat cepat, menghilang, bahkan melompat dari satu pohon ke pohon yang lain.

Sosok Ninja ini banyak dikatakan seperti ninja pada umumnya, terutama dari pakaian hitam-hitamnya [Image Source]
Sosok Ninja ini banyak dikatakan seperti ninja pada umumnya, terutama dari pakaian hitam-hitamnya [Image Source]
Ada yang mengatakan pula jika sosok satu ini bisa berkamuflase dengan baik. Dalam hal ini mereka berpura-pura menjadi orang gila. Fenomena orang gila ini juga jadi perhatian khusus masyarakat. Pasalnya, makin banyak saja jumlah orang gila yang muncul di tengah mencekamnya kejadian ini. Bahkan masyarakat yang katanya pernah menangkap Ninja ini mengatakan jika sosok satu itu tiba-tiba saja berubah menjadi orang gila.

3. Cara Para Ninja Bekerja

Banyak diceritakan bagaimana para ninja ini memangsa korbannya. Pertama biasanya mereka akan menandai pintu atau tembok rumah korbannya dengan tanda silang merah atau putih. Lalu eksekusinya dilakukan ketika malam harinya dengan mematikan lampu lalu membunuh targetnya. Orang-orang dulu sangat takut ketika keesokan harinya mendapati tanda ini di pintu rumah mereka. Namun tidak semua rumah mendapatkan tanda ini. Seperti yang sudah-sudah, biasanya hanya rumah milik guru-guru ngaji, imam masjid dan tokoh terpandang saja.

Jika mendapati tanda ini di pagi hari, sudah dipastikan salah satu penghuninya jadi korban [Image Source]
Jika mendapati tanda ini di pagi hari, sudah dipastikan salah satu penghuninya jadi korban [Image Source]
Cara para ninja ini membunuh juga tergolong sadis. Tak hanya dibunuh lalu ditinggal pergi, beberapa juga digantung, dipatahkan tulangnya, hingga dipenggal kepalanya. Meskipun bisa membunuh dengan taktis, nyatanya tak semua target berhasil disingkirkan oleh para Ninja. Beberapa berhasil lolos dengan melakukan perlawanan dan kemudian menceritakan kebenaran para Ninja yang sebenarnya masih jadi hal yang samar-samar di kalangan masyarakat.

4. Antisipasi Masyarakat Menghadapi Para Ninja

Masyarakat yang jengah dengan ketakutan akhirnya melakukan perlawanan. Ya, dulu Siskamling yang mati pun akhirnya digalakkan lagi. Para pria dewasa berkumpul dan berjaga sedangkan anak-anak dan wanita mengunci semua pintu dan jendela rumahnya. Cara ini sedikit membuahkan hasil dengan satu dua Ninja yang berhasil ditangkap. Masyarakat menjadi sangat waspada ketika itu. Sebagai dampaknya, mereka menganggap gagal aparat keamanan karena tak mampu meredam ancaman ini.

Bambu kuning jadi andalan warga melawan para Ninja [Image Source]
Bambu kuning jadi andalan warga melawan para Ninja [Image Source]
Tak cuma dengan berjaga tiap malam. Tindakan preventif juga dilakukan dengan menanam tanaman kelor di depan rumah untuk menangkal ilmu hitam katanya. Tak hanya menanam kelor, tiap-tiap orang bahkan para wanita juga dibekali dengan bambu kuning di tangan mereka. Konon katanya bambu-bambu ini akan membuat para Ninja akan sangat kesakitan.

5. Rumor Pengalihan Isu dan Keterlibatan Aparat

Kejadian ini pas sekali momennya dengan mundurnya mantan Presiden Soeharto. Alhasil, muncul opini-opini publik jika kejadian Ninja ini sebagai pengalih isu besar tersebut. Tujuannya sendiri tidak begitu jelas. Mungkin saja untuk mengalihkan perhatian masyarakat luas tentang bagaimana brutalnya pemerintah memperlakukan mahasiswa demonstran dulu.

Ada yang bilang isu Ninja ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat pada kejadian besar lain di tahun itu [Image Source]
Ada yang bilang isu Ninja ini untuk mengalihkan perhatian masyarakat pada kejadian besar lain di tahun itu. Misalnya Mei 1998 [Image Source]
Mengenai sosok Ninja sendiri, ada kabar burung yang mengatakan jika mereka adalah para aparat yang sudah terlatih. Bisa tentara atau yang lainnya. Masyarakat pun ada yang meyakini hal tersebut mengingat para Ninja ini begitu lihai dan taktis dalam melakukan misi-misinya. Orang biasa secara logika tidak mungkin bisa seperti itu. Kecuali yang sudah berlatih bertahun-tahun.

Fenomena Ninja ini pada akhirnya lenyap begitu saja. Tak ada tindakan, tak ada peradilan, atau siapa yang ada di balik kejadian mencekam ini. Kejadian ini juga sarat akan pelanggaran HAM berat menurut berbagai pihak. Kejadian ini pun jadi salah satu fenomena paling misterius yang pernah terjadi dan pada ujungnya tidak pernah terungkap.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA