5 Fakta Mengerikan “Gajah Perang”, Pasukan Dengan Kemampuan Sadis

oleh Rizal
07:00 AM on Jun 13, 2016

Zaman dulu sangat lazim untuk memakai hewan-hewan dalam perang. Kuda dan anjing perang adalah beberapa contoh yang paling populer. Penggunaan hewan dalam perang memang cukup efektif. Kuda, mereka terkenal dengan staminanya yang liar serta anjing yang punya kecepatan gila serta beringas luar biasa.

Sejarah mencatat tak hanya anjing atau kuda saja yang dipakai untuk perang, tapi juga gajah. Ya, binatang besar ini adalah alutsista luar biasa yang seolah tak terkalahkan. Gajah tidak gampang mati, ia juga bisa disulap menjadi mesin pembunuh luar biasa. Sudah banyak kerajaan kuno yang memakai jasa binatang darat terbesar ini dan meraih kemenangan dalam banyak perang.

Baca Juga
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

Masih tentang gajah perang alias war elephant, berikut adalah fakta-fakta mengerikan tentang pasukan kuno mematikan itu.

1. Gajah Perang Selalu Ada di Tengah Barisan

Dalam sebuah perang, penampilan dan kesan adalah hal yang tak kalah penting dari skill dan persenjataan. Kesan pertama akan terbawa ke mental lawan. Makin sangar, maka secara otomatis lawan akan lemah psikologisnya.

Gajah perang selalu di tengah barisan [Image Source]
Gajah perang selalu di tengah barisan [Image Source]
Nah, inilah salah satu fungsi pasukan gajah. Mereka selalu diletakkan di bagian tengah-tengah pasukan agar menimbulkan kesan seperti ini. Sebisa mungkin para pasukan gajah akan menempati posisi barisan paling terlihat dan strategis, sehingga musuh pun ciut nyalinya. Tak hanya kesan, pasukan gajah memang benar-benar bisa memberikan kengerian yang nyata.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA