Inilah 5 Fakta Kegarangan Suku Nias, Bangsa Sparta Asli Indonesia yang Mendunia

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Jul 12, 2016

Suku Nias adalah salah satu suku asli Indonesia yang masih mempertahankan adat dan budayanya di era modern seperti sekarang. Penduduk yang hidup di Pulau Nias ini menjalani kehidupannya seperti yang dilakukan oleh nenek moyang agar tradisi tidak hilang dimakan oleh zaman dan juga modernisasi.

Baca Juga :5 Tempat Wingit Penuh Misteri yang Dijadikan Lokasi Bertapa Tokoh Besar Indonesia

Baca Juga
Mengenal Kecubung, Tanaman Berbahaya yang Sering Disalahgunakan Anak Muda Buat Mabuk
Dari Cobek Hingga Obat Kuat, Inilah 6 Barang Aneh yang Ada Dalam Koper Jamaah Haji Indonesia

Penduduk di Pulau Nias dikenal akan budaya berperangnya, atau dalam situlah yang lebih keren adalah warrior mirip seperti kaum Sparta dan Mongol. Di masa lalu, para Nias Warrior berjuang mati-matian untuk mempertahankan wilayah dan juga harga diri kelompoknya hingga perang yang besar kerap terjadi. Berikut lima fakta kegarangan Suku Nias yang kerap dijuluki sebagai bangsa Sparta asli Indonesia.

1. Bertarung Sudah Mendarah Daging

Catatan paling tua tentang kebudayaan yang ada di Pulau Nias dilakukan oleh pedagang dari Persia. Perdagangan ini datang di kawasan Nias sekitar tahun 851 Masehi untuk menjalin kerja sama dengan penduduk lokal yang memiliki banyak sekali kerajinan dalam bentuk perhiasan maupun dalam bentuk kain dan tenun yang memukau.

Petarung sejati [image source]
Petarung sejati [image source]
Pedagang dari Persia yang datang pada abad ke-9 ini mengatakan bahwa penduduk di Nias sangat menjunjung tinggi budayanya. Mereka dikenal sangat kreatif meski dalam beberapa hal Suku Nias kuno dianggap agak mengerikan. Mereka memiliki kebudayaan mengayau atau berburu kepala manusia untuk keperluan ritual. Mereka melakukan pemburuan itu dengan bertarung secara sengit.

2. Harga Diri yang Sangat Tinggi Melebihi Apa pun

Harga diri dari Suku Nias di masa lalu sangatlah tinggi. Mereka akan melakukan pertarungan dengan sepenuh jiwa jika merasa dilecehkan. Di masa lalu, para marga atau desa di kawasan Pulau Nias kerap melakukan peperangan untuk mempertahankan wilayah dan juga kehormatan dari suatu desa atau marga.

Harga diri [image source]
Harga diri [image source]
Kebiasaan berperang yang dilakukan oleh masyarakat Nias kuno sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan sejak budaya megalitikum hadir 13.000 tahun yang lalu, penduduk di Pulau Nias sudah terbiasa dengan hal-hal yang berkaitan dengan pertarungan. Budaya warrior di kawasan ini terus tumbuh hingga akhirnya lenyap perlahan-lahan.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA