Demo 20 Mei Diwarnai Dengan Aksi Membakar Ban Bekas

oleh Adys Disty
07:05 AM on May 21, 2015
Demo 20 Mei Diwarnai Dengan Aksi Membakar Ban Bekas via viva
Demo 20 Mei Diwarnai Dengan Aksi Membakar Ban Bekas via viva

Aksi demo yang dilakukan ribuan mahasiswa di depan Istana Negara hampir saja berujung ricuh. Mahasiswa mulai melakukan aksi membakar ban bekas ketika menggelar aksi unjuk rasa bersama dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Istana Negara, Rabu (20/5).  Petugas dengan alat lengkap penghalau massa mulai dikerahkan, mobil water cannon juga mulai disiagakan di depan Istana Negara.

Demontrasi tersebut diikuti oleh Mahasiswa Himpunan Islam (HMI), UBK, Stibang Islam. Aksi saling dorong mendorong tidak dapat dihindari ketika petugas berusaha memadamkan api dari pembakaran ban bekas. Ribuan mahasiswa dan aparat keamanan sempat saling dorong ketika massa mencoba menarik kawat berduri dan membakar ban bekas.

Baca Juga
Bukan Metropolitan, Justru Inilah 5 Kota Paling Kaya yang Ada Di Indonesia
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang

Agar aksi ini tidak berdampak pada pengguna jalan, petugas sudah melakukan penutupan secara total di Jalan Medan Merdeka karena massa mendekat ke depan gerbang Istana. Ada sebanyak 2.500 personel polisi gabungan dari Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya yang dikerahkan turun untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang menuntut Presiden  Joko Widodo untuk lengser dari jabatannya.

“Ada sekitar 2500 personil gabungan serta satu buah water canon dan dua buah kendaraan taktis telah disiagakan. Aksi pada hari ini direncanakan akan berlangsung hingga pukul 18.00 WIB. Sejauh ini masih aman, akan kita kawal sampai akhir aksi,” kata Hendro di depan Istana Negara, Rabu (20/5).

Namun sekitar pukul 14.00 WIB, ribuan mahasiswa tampak mulai terbawa suasana karena beberapa mahasiswa mulai membakar ban bekas. Polisi yang melihat aksi tersebut berusaha memadamkan ban tersebut. Namun mahasiswa tidak tinggal diam dan menghalang-halangi polisi. Sementara itu di depan kawat berduri, ribuan mahasiswa ini berusaha menyingkirkan penghalang tersebut namun upaya itu dapat digagalkan.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA