Seram, Ada Buaya-Buaya Muara ‘Menginvasi’ Kali Porong

oleh Adi Nugroho
11:14 AM on May 28, 2015

Pernahkah Anda mendengar Invasive Species? Sebuah spesies baru yang datang untuk menginvasi daerah tertentu. Bahkan membuat spesies asli jadi habis, entah itu kalah bersaing atau dimangsa. Namun kali ini kita tidak akan membahas lebih detail mengenai spesies ini. Melainkan membahas kemunculan buaya yang dikatakan mulai menginvasi area Kali Porong, Sidoarjo.

Buaya ini bukanlah penghuni asli sungai. Namun beberapa hari terakhir muncul ke permukaan untuk berjemur. Tak hanya sehari, bahkan tiga hari berturut-turut. Seperti apa berita selengkapnya, mari kita simak bersama-sama.

Baca Juga
Bukan Hanya Indonesia, Ternyata 4 Negara Ini juga Cinta Mati dengan Jengkol dan Petai
Mengenal Kecubung, Tanaman Berbahaya yang Sering Disalahgunakan Anak Muda Buat Mabuk

1. Lokasi Munculnya Buaya Yang Menggegerkan Warga

Buaya yang jumlahnya tidak hanya satu ini muncul di Kali Porong, Sidoarjo. Tepatnya di daerah dusun Awar-Awar, Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung. Kejadian ini mulai diketahui warga sejak hari Minggu (24/5). Buaya mendadak muncul satu persatu dan berjemur.

Buaya Di Kali Porong [image source]
Buaya Di Kali Porong [image source]
Warga yang mengetahui hal ini awalnya kaget, bahkan lari akibat takut diserang. Namun buaya ini hanya muncul untuk berjemur dan tidak agresif hingga sampai menyerang manusia di sekitarnya.

2. Kapan Saja Buaya Muncul di Sungai Porong

Buaya ini muncul tidak tentu jamnya. Namun beberapa hari belakangan muncul saat siang hari. Mereka datang dari muara sungai. Lalu datang ke sekitar Kali Porong dan berjemur di sana. Beberapa juga terlihat seperti sedang bermain dan mencari makan.

Buaya Muncul di Permukaan Sungai [image source]
Buaya Muncul di Permukaan Sungai [image source]
Berganti hari, buaya datang menjelang petang. Beberapa orang telah menunggu sejak siang, namun tak juga nampak. Hal ini menunjukkan jika buaya datang tidak tentu waktu. Sedangkan warga sudah menunggu cukup lama untuk melihat kejadian yang langka ini.

3. Tempat Buaya Ini Biasanya Muncul dan Bersarang

Buaya ini tidak pernah muncul di Kali Porong sebelumnya. Baru kali ini muncul, itu pun jumlahnya banyak, bisa sampai puluhan. Warga yang menyaksikan bahkan nampak terkagum-kagum hingga mengabadikan dalam video.

VIDEO – Ini Penampakan Buaya di Kali Porong, Sidoarjo. Baca beritanya di http://surabaya.tribunnews.com/tag/buaya-sidoarjo/

Posted by SURYA Online on Monday, May 25, 2015

Menurut nelayan di daerah Sidoarjo, buaya ini biasanya muncul dan membuat sarang di semak-semak. Lokasinya berada di sekitaran perairan Bluru. Namun saat ini muncul dan naik hingga berjemur di Kali Porong.

4. Invasi Buaya Yang Mengerikan

Satu hal yang akan menjadi masalah jika buaya ini tetap berada di Kali Porong adalah nasib para penambang pasir. Area tempat munculnya buaya adalah tempat bekerja para penambang. Tidak mungkin mereka menambang bersanding dengan buaya.

Warga Yang Melihat Buaya [image source]
Warga Yang Melihat Buaya [image source]
Dikhawatirkan buaya juga akan mengganggu warga sekitar. Bahkan Kali Porong menjadi tempat yang sangat berbahaya. Bukan tidak mungkin buaya akan menyerang warga, meski sekarang terlihat tidak agresif.

5. Kerusakan Lingkungan Asli Buaya di Muara Sungai

Buaya yang muncul di Kali Porong adalah jenis buaya muara. Buaya ini harusnya tidak naik hingga ke kali Porong. Kejadian ini dipercaya akibat rusaknya lingkungan buaya. Namun pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengatakan akan memantau hingga lima hari.

Buaya Membuka Mulutnya [image source]
Buaya Membuka Mulutnya [image source]
Jika lebih dari lima hari bisa jadi habitat asli buaya memang sudah rusak. Sehingga mereka datang untuk mencari habitat baru yang cocok. Jika cuma dua atau tiga hari saja bisa jadi buaya hanya bermain-main. Atau mencari makan ke daerah yang sebelumnya belum dijelajahi. Namun kemungkinan besar habitat rusak akibat lumpur Lapindo.

Kemunculan buaya ini bisa jadi peringatan akan rusaknya ekosistem. Agar kita mau menjaga lingkungan. Tidak merusaknya, agar spesies seperti buaya masih memiliki habitat asli. Sehingga kejadian heboh seperti ini tidak terjadi lagi. Mungkin saat ini belum ada dampak yang signifikan, tapi bisa jadi di masa depan dampaknya akan jauh lebih besar.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA