Fakta dibalik Eksekusi Mati di Indonesia yang Ternyata Biayanya Setara dengan Beli Mobil Baru

Siapa yang menyangka kalau eksekusi mati di Indonesia semahal ini

oleh Harsadakara
13:00 PM on Aug 29, 2017

Eksekusi hukuman mati di Indonesia bukanlah sebuah hal baru. Masyarakatnya pun telah awam dan sering kali hukuman jenis ini menjadi topik perbincangan sehari-hari mereka. Hukuman yang telah disahkan semenjak Presiden Soekarno menjabat ini telah memakan sedikitnya 50 terpidana kasus yang berbeda-beda hingga saat ini. Tidak heran juga kalau eksekusi hukuman mati menuai banyak pro dan kontra dari banyak pihak.

Kontra yang dinyatakan oleh sebagian masyarakat Indonesia ternyata bukan hanya soal rasa kemanusiaan, melainkan ada fakta sadis dibalik itu semua yang mungkin bisa membuat netizen geleng-geleng kepala. Dilansir dari Kejaksaan Agung, biaya untuk sekali eksekusi satu terpidana mati ternyata tidak sedikit. Baiknya, kita simak dulu lah ke mana kira-kira nominal ini lari untuk satu terpidana mati.

Baca Juga
Mulai Bentuk Pocong Hingga Kuyang, Inilah 4 Fakta Bantal Guling Model Hantu yang Viral di Thailand
Fenomena Harga Tiket Wisata yang Harganya Jadi Berkali-kali Lipat untuk Wisatawan Asing, Pantaskah?

Rapat Koordinasi pun Butuh Biaya

Tertulis pada rincian dana untuk eksekusi satu terpidana mati bahwa poin pertama merupakan rapat koordinasi. Rapat tersebut dihadiri oleh Kapolda dan Kejaksaan setempat. Berkisar tiga kali rapat koordinasi, biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp. 1.000.000 tiap kali rapat.

Rapat Koordinasi [image source]
Bisa dibayangkan hanya untuk rapat dan memutuskan bagaimana kelanjutan eksekusi mati sudah terbuang nominal sebanyak itu. Belum lagi jika tiga kali rapat belum menghasilkan sebuah kesepakatan alias harus menambah jumlah rapat koordinasi. Bisa-bisa anggaran pun ikut membengkak sebelum eksekusi mati dilaksanakan.

Eksekutor Diperlakukan Mewah

Esekutor terpidana mati yang merupakan Jaksa serta beberapa orang dari regu pendukung dan penembak juga diberi fasilitas yang masuk dalam rincian anggaran untuk satu kali eksekusi terpidana mati. Mereka diberi fasilitas seperti konsumsi, transportasi, penginapan, dan fee untuk masing-masing orang. Regu tembak biasanya terdiri dari 10 hingga 12 orang, dengan fee Rp. 1.000.000/orang.

Regu Penembak [image source]
Tidak hanya fee yang telah dirincikan oleh Kejaksaan Agung, namun biaya seperti yang sudah disebutkan di atas juga tertulis jelas rinciannya. Konsumsi seharga Rp. 27.000 untuk tim eksekutor yang berjumlah 40 orang selama 4 hari. Biaya penginapan dengan total Rp. 60.000.000 selama tiga hari. Serta transportasi yang dihitung-hitung bisa mencapai Rp. 40.000.000. Melihat angka sebanyak itu sudah puyeng ya! Netizen silahkan hitung sendiri deh totalnya berapa untuk fasilitas eksekutor ini.

Biaya Pemakaman Satu Terpidana Mati Bisa Buat Pemakaman 10 Orang Biasa

Saking banyaknya pihak yang tergabung dalam pemakaman satu terpidana mati, nominal yang dikeluarkan juga berbanding lurus. Tidak menutup kemungkinan mereka akan diberi nafkah per kepala sesuai dengan perjanjian. Dihitung per kepala dan dinafkahi sebanyak Rp. 1.000.000. Total Rp. 10.000.000 hanya untuk memakamkan satu terpidana mati.

Pengantaran Jenazah Terpidana Mati [image source]
Berbeda dengan pemakaman orang biasa yang dibantu oleh sanak saudara sehingga tidak butuh ongkos sepeser pun untuk membantu proses pemakaman. Seandainya terpidana mati yang telah dieksekusi itu langsung diserahkan kepada keluarga yang bersangkutan, kira-kira apa anggaran akan terkurangi juga, ya?

Profesi yang Mendampingi Terpidana Mati Hingga Akhir

Mendengar kata eksekusi mati yang terpikir hanyalah para algojo dan polisi, serta tentara. Namun, tidak banyak yang tahu jika terpidana mati didampingi oleh beberapa profesi seperti penerjemah, rohaniawan, dan petugas kesehatan yang mana mereka berada di sisi terpidana mati sebelum dan sesudah dieksekusi. Orang-orang ini pun tentu saja juga dibayar.

Salah Satu Rohaniawan Pendamping Terpidana Mati [image source]
Anggaran untuk ketiga profesi tersebut setara dengan nominal yang dikeluarkan untuk orang-orang dari regu penembak. Bedanya, satu regu penembak berisi 10 orang, sedangkan penerjemah dan rohaniawan hanya terdiri dari masing-masing satu orang. Beda halnya dengan petugas kesehatan yang menelan nominal Rp. 10.000.000 untuk mengevakuasi satu terpidana mati tersebut.

Kira-kira sebanyak ini anggaran negara yang keluar hanya untuk sekali eksekusi satu terpidana mati. Ini pun belum termasuk printilan-printilan lain yang kalau dijumlah keseluruhannya bisa mencapai sekitar Rp. 200.000.000. Sekarang coba bayangkan, jika ada lima orang saja yang dieksekusi, maka setidaknya negara harus mengeluarkan semilyar. Luar biasa, bukan?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Seperti Ini Nasib Para Pemain Film Esek-Esek Setelah Pensiun, Dijamin Kaget Kamu Lihatnya 25 Foto Selfie Fail Abis yang Bikin Kamu Ketawa Ngakak Sampe Perut Mules Inilah Mongrel Mob, Gangster Selandia Baru yang Namanya Mulai Jadi Pembicaraan di Dunia 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu Miris! Bukan Kebahagiaan, Pengantin Ini Malah Dibuat Malu oleh Wedding Organizer Kisah John Kei, Preman Gahar Sang 'Godfather of Jakarta' yang Kini Menempuh Jalan Kebenaran Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Ternyata Segini Gaji Pemain Film "Dewasa", Penderitaan Tidak Sebanding dengan Penghasilan
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA