BBM Non Subsidi Naik Lagi

oleh Adys Disty
08:16 AM on May 15, 2015
BBM Non Subsidi Naik Lagi via liputan6
BBM Non Subsidi Naik Lagi via liputan6

Para pengguna kendaraan bermotor kini harus bersiap untuk menghadapi perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diberlakukan PT Pertamina (Persero). Harga jual baru untuk semua pengusaha SPBU akan mulai berlaku pada 15 Mei 2015 pukul 00.00 WIB. Harga baru ini berlaku untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Harga baru BBM akan bisa dilihat langsung di website resmi Pertamina setelah kenaikan.

Informasi tersebut didapatkan setelah surat edaran mengenai harga terbaru untuk wilayah Marketing Operation Region III (DKI Jakarta dan Jawa Barat) beredar. Surat edaran tersebut ditandatangani Direktorat Pemasaran Retail Fuel Marketing Region III Pertamina Manager Pramono Sulistiyo. “Perubahan harga tersebut akan mulai berlaku di seluruh SPBU wilayah marketing operasional region III,” katanya, Kamis (14/5).

Baca Juga
Bukan Kegembiraan, 4 Lomba Agustusan Ini Justru Berakhir dengan Tragedi
Tak Melulu Miris, Ini Cerita dari Para Veteran yang Akhirnya Diperhatikan oleh Pemerintah

Dari lima jenis BBM yang dipasarkan oleh Pertamina, hanya Premium yang tidak mengalami kenaikan harga atau tetap pada angka Rp 7.400 per liter. Sementara itu, BBM jenis Biosolar kenaikannya sangat signifikan, yakni dari Rp 6.900 menjadi Rp 9.200 per liter. Untuk jenis solar lainnya Pertamina Dex, kenaikannya hanya Rp 300 per liter. Dari harga awal Rp 11.900 menjadi Rp 12.200 per liter.

Sedangkan harga Pertamax naik Rp 800 per liternya menjadi Rp 9.600 per liter dari harga sebelumnya Rp 8.800 per liter. Pertamax Plus yang saat ini dijual Rp 10.050 juga naik Rp 500 menjadi Rp 10.550 per liter. Begitu pun dengan kenaikan harga Pertamax Plus naik menjadi Rp 10.550/liter, Pertamax Rp 9.600/liter, Pertamina Dex Rp 12.200/liter, dan Solar/Bio Solar Keekonomian Rp 9.200/liter.

Kenaikan harga BBM tersebut untuk jenis produk BBM yang tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. “Ini mengacu pada indeks pasar internasional dan penguatan dollar Amerika Serikat. Kita menyesuaikan, biasanya kita melakukan review dua kali sebulan,” tutur Wianda A Pusponegoro, Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Kamis (14/5).

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA