10 Bajak Laut Wanita Paling Ditakuti di Seluruh Lautan!

oleh Adi Nugroho
15:00 PM on Aug 22, 2015

Kita lebih mengenal bajak laut atau perompak dari film-film Hollywood. Sebut saja Pirates of the Caribbean, hingga Peter Pan. Bajak laut selalu diidentikkan dengan orang yang sangat kejam dan tega membunuh siapa saja di lautan. Mereka akan merampas kapal apa saja yang lewat atau singgah di sebuah kota lalu mengambil semua harta yang ada.

Dalam sejarah atau pun film, bajak laut selalu didominasi oleh kaum pria. Namun sebenarnya ada beberapa bajak laut wanita yang dikenal sangat tangguh. Bahkan, kemampuannya berburu harta dan merampok diakui dalam sejarah dunia. Inilah sepuluh bajak laut wanita paling ditakuti di seluruh lautan!

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

1. Ching Shih

Bajak laut wanita paling kuat sepanjang sejarah bernama Ching Shih. Ia merupakan warga negara China yang sejak remaja harus rela bekerja sebagai wanita tuna susila. Suatu ketika, ia bertemu dengan Zheng Yi si bajak laut. Pria itu akhirnya menyukai Ching dan memintanya menjadi istrinya. Dari sanalah Ching mulai belajar berperang dan menjadi bajak laut yang sangat tangguh.

Ching Shih [image source]
Ching Shih [image source]
Pada awal tahun 1800-an, Zheng Yi meninggal akibat serangan militer China dan Inggris. Ching tidak rela dengan kematian sang suami akhirnya menjalankan armada kapalnya sendiri. Ia bertarung dan merampas banyak sekali orang yang melintas di sekitar laut China. Pada tahun 1910 pemerintah China berhasil meruntuhkan Ching setelah bertahun-tahun selalu dibuat K.O. setelah kalah dari pemerintah, Ching memutuskan membangun losmen dan bekerja di sana hingga tiada.

2. Anne Bonny

Anne Bonny adalah nama dari seorang bajak laut wanita yang tak bisa dilupakan sejarah. Kegesitannya dalam merampas banyak sekali kapal tak bisa diragukan lagi. Pemerintah Inggris pada tahun 1718 sempat dibuat kocar-kacir meski pada akhirnya mereka harus ditangkap dan menjalani hukuman yang berat.

Anne Bonny [image source]
Anne Bonny [image source]
Bajak laut wanita ini sebenarnya anak seorang pengacara di Irlandia. Ia menikah dengan seorang bajak laut bernama James Bonny. Di tengah pengembaraan ia tertarik dengan teman suaminya bernama John Rackman. Setelah mengalami perdebatan panjang akhirnya Anne menikah dengan John dan pindah ke Laut Karibia. Di sana ia menjadi bajak laut wanita paling tangguh di zamannya. Sudah puluhan kapal ia rampas hartanya tanpa tersisa. Wow!

3. Mary Read

Mary Read adalah seorang bangsawan yang menyamar jadi pria. Ia hidup dengan saudara tirinya bernama Mark. Saat masih muda Mary ikut tergabung dengan militer Inggris hingga akhirnya jatuh cinta pada seorang tentara. Namun hal ini tak berlangsung lama karena si tentara akhirnya meninggal dunia. Dari sini Mary memilih jadi seorang pelaut di laut Karibia. Namun di tengah pelayaran dia ditangkap bajak laut!

Mary Read [image source]
Mary Read [image source]
Mary dipaksa menjadi anggota bajak laut karena kemampuan bertarungnya yang hebat. Ia akhirnya berpartner dengan Anne Bonny dalam menjelajah lautan. Mary masih berpakaian pria saat ia menjadi bajak laut, dan hanya beberapa orang yang tahu. Ia meninggal dunia setahun setelah ditangkap karena demam hebat yang melandanya di sel tahanan.

4. Jeanne de Clisson

Jeanne de Clisson dikenal dengan julukan Lioness Brittany. Ia merupakan istri dari Oliver III dengan lima buah anak. Jeanne jadi bajak laut karena ingin balas dendam kepada Raja Prancis Philips VI. Suaminya dieksekusi setelah sang raja mengkhianatinya. Dari dendam inilah Jeanne memutuskan untuk hijrah ke lautan di area laut Inggris.

Jeanne de Clisson [image source]
Jeanne de Clisson [image source]
Ia menjual semua barang-barang mewah dan membeli tiga kapal. Ia merekrut banyak sekali anggota untuk membajak kapal Prancis yang lewat. Jeanne akan merampas semua harta dan membunuh semua kru kapal yang ditangkap. Pada tahun 1356 ia memutuskan berhenti dari dunia bajak laut setelah dinikahi seorang Letnan Kapal Inggris bernama Sir Walter Bantley.

5. Sayyida Al-Hurra

Sebenarnya Sayyida Al-Hurra adalah nama gelar bangsawan wanita di daerah Arab sana. Namun digunakan oleh bajak laut wanita ini untuk menyebut namanya. Ia merupakan ratu dari beberapa kelompok bajak laut di area Turki dan Maroko. Ia bahkan pernah memerintah sebuah kota bernama Tetouan dengan tangannya sendiri.

Sayyida Al-Hurra [image source]
Sayyida Al-Hurra [image source]
Sayyida menguasai bagian barat Laut Mediterania mulai tahun 1515 hingga 1542. Ia menjadi bajak laut karena ingin balas dendam dengan aturan orang Kristen yang dianggap mengganggu olehnya kala itu. Sayyida akhirnya menikah dengan Raja Maroko namun tahtanya digulingkan oleh menantunya sendiri. Akhir hidup dari Sayyida tak pernah diketahui lagi dalam sejarah!

6. Rachel Wall

Rachel Wall terlahir sebagai Rachel Schmidt sebelum akhirnya menikah dengan bajak laut bernama George Wall. Ia merupakan bajak laut wanita pertama yang berasal dari Amerika. Setelah menikah dengan George, ia membuat bisnis bajak laut dengan beberapa orang. Mereka semua memiliki markas di Isle of Shoals.

Rachel Wall [image source]
Rachel Wall membuat bisnis bajak laut [image source]
Setiap ada kapal yang melintas, kelompok ini akan membantainya dengan kejam. Rachel selalu menjadi pemimpin pada setiap misi dibantu sang suami. Suatu ketika, suami dan seluruh awak kapalnya mengalami kecelakaan di laut hingga tak ada yang hidup. Rachel memilih pensiun dan bekerja sebagai pelayan serta pencuri. Pada tahun 1789, ia ditangkap karena kasus penjambretan hingga berakhir di tiang gantungan.

7. Jacquotte Delahaye

Jacquotte Delahaye lahir di Haiti sekitar abad ke-17 masehi. Ia menjadi seorang bajak laut untuk melindungi adiknya yang mengalami cacat mental. Ibunya pun yang merupakan orang tua tersisa meninggal saat melahirkan adik satu-satunya. Jacquotte menjadi bajak laut yang sangat handal dan kejam hingga selalu menjadi buruan pihak pemerintah.

Jacquotte Delahaye [image source]
Jacquotte Delahaye [image source]
Suatu ketika ia harus memalsukan kematiannya untuk menghindari buruan tentara. Lalu beberapa tahun kemudian muncul dengan kekejaman yang meningkat. Jacquotte menguasai laut Karibia dengan beberapa rekan bajak laut wanitanya. Ia meninggal dunia karena ditembak saat berusaha menghindari tangkapan musuh bebuyutannya (tentara).

8. Grace O’Malley

Grace O’Malley dikenal dengan nama Granuaile. Seorang bajak laut wanita tangguh keturunan keluarga perompak di Irlandia. Ia menjalankan tradisi keluarga dengan menguasai garis pantai Irlandia mulai tahun 1560. Ia kerap menjarah kapal-kapal yang lewat, dan membunuh sebagian besar awak kapalnya.

Grace O’Malley [image source]
Grace O’Malley [image source]
Hal ini membuat militer Inggris dan Spanyol harus kerja ekstra keras. Mereka berjatuhan satu per satu untuk melawan kekuatan dari Grace. Hingga pada tahun 1574, Grace ditangkap dan dipenjara selama 1,5 tahun. Setelah bebas ia kembali membuat kacau lautan hingga akhirnya Ratu Elizabeth I memerintahkan untuk menangkapnya lagi. Garce meninggal dunia pada tahun 1603.

9. Ratu Teuta of Illyria

Teuta adalah bajak laut wanita pertama dalam sejarah peradaban manusia di dunia. Ia hidup di abad ke-3 sebelum masehi. Teuta menjadi seorang ratu dan memerintah suku Ardiaei. Kekuatannya awal kapal yang besar membuat Teuta menguasai Laut Adriatic yang memanjang di Semenanjung Balkan, Eropa.

Ratu Teuta of Illyria [image source]
Ratu Teuta of Illyria [image source]
Teuta membuat bangsa Yunani dan Roma kesulitan kala itu. Bahkan orang dari Roma sampai mengirim delegasi untuk melakukan negosisasi. Namun hal yang diingikan Roma tak jadi kenyataan. Orang suruhannya justru dibunuh. Kejadian ini menyulut perang dari dua bela pihak selama dua tahun. Perang ini membuat dinasti Teuta runtuh.

10. Sadie the Goat

Sadie the Goat adalah seorang bajak laut yang melakukan aksinya di sungai Hudson. Awalnya ia merupakan seorang penjambret yang kerap menjatuhkan korbannya dengan “menyeruduk”. Itulah mengapa ia mendapat julukan si kambing atau the Goat. Sadie berhenti jadi penjambret setelah kehilangan telinga akibat bertarung dengan musuhnya.

Sadie the Goat [image source]
Sadie the Goat [image source]
Ia membentuk sebuah geng besar yang akhirnya melakukan aksinya di sekitaran sungai Hudson. Mereka akan menangkap siapa saja yang lewat lalu menjarah hartanya. Bila keadaan tak memungkinkan, Sadie akan membunuh sendiri korbannya. Hal ini dilakukan setiap hari hanya untuk sesuap nasi. Jika dibandingkan dengan beberapa bajak laut di atas, Sadie merupakan bajak laut wanita termiskin!

Satu kata saja untuk para bajak laut wanita ini: gila! Dengan segala keterbatasannya, ia mampu berbuat mengerikan seperti yang dilakukan oleh para bajak laut pria! Kira-kira, saat ini masih ada tidak ya, bajak laut wanita?

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA