Keberadaan Esemka yang masih menjadi perdebatan di Indonesia, tampaknya masih terus bergulir seiring dengan ketidakjelasan dari kendaraan tersebut. Nun jauh di seberang, publik tanah air bakal dikejutkan oleh Vietnam yang diam-diam telah meluncurkan mobil nasional (mobnas) mereka yang bernama Vinfast. Dilansir dari laman cnbcindonesia.com, kendaraan tersebut bahkan hanya butuh waktu dua tahun persiapan produksi hingga meluncur di jalanan.

Tak hanya sukses merealisasikan mobnas dalam negeri, Vietnam yang sempat bersitegang dengan Indonesia atas insiden penabrakan kapal mereka dengan KRI Tjiptadi juga tergolong sukses di berbagai bidang. Termasuk kekuatan militernya dari matra laut yang tergolong sangat kuat di wilayah Asia Tenggara. Sebagai negara tetangga, setidaknya ada empat hal yang bisa ditiru dari kesuksesan Vietnam.

Sukses luncurkan mobil nasional Vinfast

Sukses luncuran Vinfast yang merupakan mobil nasional Vietnam [sumber gambar]
Jika Esemka memerlukan waktu bertahun-tahun hingga akhirnya belum juga menampilkan diri, lain halnya dengan Vinfast buatan Vietnam. Dikutip dari laman cnbcindonesia.com, butuh waktu dua tahun persiapan produksi hingga siap diluncurkan untuk umum. Dengan investasi sebesar Rp 50,11 triliun, kendaraan yang mengusung platform seperti BMW itu ditargetkan dapat memproduksi 250 ribu kendaraan di tahap pertama. Tentu saja, prestasi ini jauh di atas Esemka yang belum terealisasikan hingga saat ini.

Modernisasi nelayan Vietnam guna memperkuat kedaulatan perairan negara

Ilustrasi nelayan Vietnam [sumber gambar]
Vietnam rupa-rupanya memiliki cara tersendiri menyangkut soal kedaulatan perairan negaranya. Masih segar dalam ingatan, mereka begitu berani melakukan provokasi terhadap KRI Tjiptadi milik AL Indonesia dengan cara ditabrak beberapa waktu silam. Rahasianya, mereka ternyata mendorong militerisasi armada nelayannya. Laman dw.com menuliskan, pemerintah Vietnam mengeluarkan Dekrit 67 yang mendorong modernisasi armada nelayan Vietnam dengan menyediakan jaminan kredit untuk membangun kapal yang lebih besar.

Pembangunan masif di bidang infrastruktur yang bisa dipelajari oleh Indonesia

Jembatan Nhat Tân Bridge di Vietnam [sumber gambar]
Investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan oleh pemerintah Vietnam tampaknya membuahkan hasil. Alhasil, tersedianya infrastruktur yang strategis dan dibutuhkan, plus kebijakannya yang ramah terhadap pasar membuat Vietnam menjadi pusat investasi dan manufaktur asing. Nama-nama besar seperti Jepang dan Korea seperti Samsung, LG, Olympus dan Pioneer serta pembuat pakaian Eropa dan Amerika yang tak terhitung jumlahnya mendirikan toko di negara ini. Dikutip dari cnnindonesia.com, Vietnam sukses menjadi eksportir pakaian dan elektronik terbesar di kawasan ASEAN terbesar kedua setelah Singapura.

Sukses mereformasi sistem ekonominya

Ilustrasi pekerja di Industri Vietnam [sumber gambar]
Selain menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan, Vietnam tergolong sukses mereformasi sistem ekonominya. Lewat paket kebijakan ekonomi bernama Doi Moi yang diperkenalkan pemerintah pada 1980-an, Vietnam sukses salah satu bintang dalam jajaran negara berkembang (emerging markets). Kebijakan ini bahkan melesatkan pertumbuhan ekonominya di kisaran 6-7 persen, jauh di atas Indonesia. Tak heran jika merek-merek ternama seperti Nike dan telepon seluler merek Samsung diproduksi di negara tersebut.

BACA JUGA: KRI Tjiptadi 381 Ditabrak, Inilah Perbandingan Kekuatan Antara AL Indonesia Dan Vietnam

Meski terlihat unggul, Vietnam sejatinya masih menyimpan sebuah kekurangan, yakni kebebasan pers mereka merupakan salah satu yang terburuk di dunia. Namun, kesuksesan lain seperti yang dijabarkan di atas, bisa menjadi bahan ajar yang baik untuk ditiru Indonesia. Bagaimana cara sebuah pemerintahan, mengelola modal dan kelebihan yang dimiliki secara efektif sehingga memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat dan negaranya.