Warak Ngendog, Hewan Mitologi yang Menjadi Simbol Persatuan Etnis di Semarang

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Nov 5, 2016

Ngomongin Semarang memang tidak bisa jauh-jauh dari yang namanya Lumpia Gang Lombok atau Lawang Sewu yang melegenda itu. Selain dua hal yang sudah sangat terkenal ini, Semarang juga dikenal sebagai salah satu kota budaya. Di sini kamu bisa menemukan banyak bangunan yang berhubungan dengan Jawa, Arab, hingga Tionghoa.

Ketiga etnis hidup berdampingan sejak ratusan tahun yang lalu. Mereka membentuk sebuah kehidupan yang harmonis sehingga banyak kesenian dan juga kuliner yang mengalami percampuran. Salah satu percampuran sempurna dari tiga etnis ini adalah Warak Ngendog yang merupakan makhluk mitologi dan identitas dari Semarang. Berikut cerita tentang Warak Ngendog.

Baca Juga
Cerita Bocah SD Tawuran Gara-gara Cinta Segitiga Ini Bikin Netizen Tepok Jidat
Mengenang Perjuangan Desak Putu Kari, Istri I Gusti Ngurah Rai yang Baru Saja Tutup Usia

Asal-Usul Warak Ngendog

Hingga sekarang tidak ada yang tahu dari mana makhluk mitologi ini datang. Warga Semarang mendadak mengenalnya dan menganggapnya sebagai simbol yang penting dan tidak bisa dihilangkan. Istilah dari Warak Ngandong diperkirakan sudah ada, jauh sebelum Kota Semarang berdiri dan dipimpin oleh wali kota pertamanya ratusan tahun yang lalu.

Asal-usul Warak Ngendog [image source]
Asal-usul Warak Ngendog [image source]
Jika ditelusuri lagi, kata Warak Ngendong terdiri dari dua kata yang berasal dari dua bahasa. Pertama kata Warak merupakan turunan dari kata Warai yang dalam Bahasa Arab memiliki arti suci. Selanjutnya, kata Ngendog berasal dari Bahasa Jawa yang memiliki arti bertelur. Jika dua kata ini digabungkan akan membentuk sebuah makna berupa menelurkan kebaikan atau kesucian.

Mitos Warak Ngendog

Selain dijadikan sebagai lambang dari Kota Semarang, Warak Ngendog juga dipercaya sebagai hewan mitos yang sangat sakti. Hewan yang memiliki tiga bagian tubuh dari 3 hewan yang berbeda ini hidup dan melindungi Semarang dengan kekuatannya. Masyarakat kuno di Semarang sangat percaya dengan keberadaan makhluk ini sehingga banyak dibuat dalam bentuk boneka atau patung.

Mitos Warak Ngendog [image source]
Mitos Warak Ngendog [image source]
Membentuk boneka atau patung dari Warak Ngendog secara tidak langsung melestarikan kepercayaan itu. Warak Ngendog tetap dianggap sebagai sesuatu yang hebat dan menjadi simbol persatuan antar etnis di Semarang sehingga perpecahan tidak akan terjadi.

Munculnya Warak Ngendog

Warak Ngendog selalu dibuat dalam bentuk boneka atau replika lain dengan ukuran yang bervariasi. Untuk ukuran kecil, Warak Ngendog akan digunakan sebagai mainan anak-anak. Ukuran dari Warak Ngendog yang agak besar akan digunakan untuk pameran yang muncul saat bulan Ramadan datang dan acara dungderan tiba dengan meriahnya.

Munculnya Warak Ngendog [image source]
Munculnya Warak Ngendog [image source]
Oh ya, pedagang yang memadati kawasan dungderan suka membawa Warag Ngendog dengan jumlah yang cukup banyak. Di bawah tubuh dari benda ini tersimpan telur yang nantinya bisa dijual kepada siapa saja yang menginginkannya. Telur yang biasanya dijual adalah jenis telur ayam yang kebanyakan sudah direbus sehingga bisa langsung dimakan.

Persatuan Etnis dalam Warak Ngendog

Di atas telah banyak dinukil kalau Warak Ngendog merupakan hewan mitologi yang menjadi simbol persatuan tiga etnis terbanyak yang ada di Semarang. Simbol itu terlihat dari tubuh Warak Ngendog itu sendiri. Bagian tubuh dari makhluk ini dipercaya menggunakan tubuh daru buraq yang merupakan makhluk yang dipercayai oleh umat Islam di seluruh dunia.

Persatuan etnis [image source]
Persatuan etnis [image source]
Selanjutnya bagian dari kaki melambangkan hewan kambing yang berasal dari Jawa. Terakhir bagian kepala dari Warak Ngendog berasal dari hewan naga. Seperti yang kita tahu semuanya kala naga menjadi simbol dari masyarakat Tionghoa. Gabungan dari tiga hewan ini semakin mengukuhkan persatuan etnis di Semarang sehingga konflik berbau SARA bisa dihindari.

Demikianlah ulasan tentang Warak Ngendog. Hewan mitologi yang asal-usulnya masih menjadi misteri ini menjadi simbol kerukunan etnis di Semarang. Hadirnya Warak Ngendog di tengah masyarakat semakin menyadarkan masyarakat kalau perbedaan bukanlah suatu halangan untuk saling bersatu.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot?
BACA JUGA