Nama Umar bin Khattab memang bukanlah sosok yang asing bagi umat Islam di seluruh dunia. Dikenal sebagai Singa pada Pasir, sosok garang itu dikenal sangat keras dan ahli memainkan pedang di antara kabilah-kabilah Arab pada saat itu. Sifat tegasnya itu masih terbawa hingga dirinya telah memeluk agama Islam.

Dilansir dari islampos.com, sosok Umar yang juga dikenal sebagai Khalifah terbesar itu sangat ditakuti. Baik dari kalangan manusia maupun jin. Bahkan, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda ” Wahai Ibnul al-Khaththab, demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, sesungguhnya tidaklah setan menemuimu sedang berjalan di suatu jalan kecuali dia akan mencari jalan lain yang tidak engkau lalui.” Lantas, hal apa saja yang membuat Umar bin Khattab begitu disegani?

Keteguhan dalam beribadah

Ilustrasi tekun beribadah [sumber gambar]
Saat memutuskan menjadi muallaf (masuk agama Islam), Umar bin Khattab segera merubah total perangainya selama ini. Dirinya menjadi lebih relijius dan tekun beribadah seusai tuntunan yang diberikan Nabi. Saking teguhnya dalam menjalankan syari’at agama, setan pun sampai enggan berpapasan dengan dirinya meski hanya sekedar lewat. Dilansir dari islampos.com, diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar”.

Sosok garang yang ahli strategi dalam berperang

Ilustrasi perang badar [sumber gambar]
Selain tekun beribadah, Umar bin Khattab juga dikenal sebagai prajurit perang yang tangguh, julukan Singa Padang Pasir dan keahliannya bermain pedang, menjadi pembuktiannya saat turun di berbagai medan jihad bersama Nabi. Dilansir dari almanhaj.or.id, salah satunya adalah pertempuran di medan perang Badar bersama sahabat Nabi yang lainnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, Umar Radhiyallahu anhu berkata,“Tatkala perang Badar aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerjang musuh dengan baju besinya, seraya mengucapkan ayat ini. Ketika itu tahulah aku maksud ayat ini.” Surah yang dimaksud Umar adalah [al-Qamar 54 : 45] yang berbunyi, “Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang”.

Sahabat kesayangan Nabi setelah Abu Bakar

Umar bin Khattab menjadi sahabat Nabi yang Terutama [sumber gambar]
Selama mendakwahkan Islam, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam memiliki sepuluh sahabat yang telah dijamin masuk ke dalam surga-Nya. Dilansir dari muslim.or.id, ada empat orang yang menjadi sahabat utamanya. Mereka adalah Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin ‘Affan dan ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu’ahum ajma’in. Dilansir dari nahimunkar.com, makam Umar bin Khattab diletakkan persis di sebelah kuburan Nabi. Sementara Abu Bakr berada di sebelah yang lain. Itulah salah satu keistimewaan seorang Umar bin Khattab di mata manusia.

Figur Khilafah yang adil dan bijaksana dalam memerintah

Umar bin Khattab menjadi Khalifah yang adil pada masyarakat [sumber gambar]
Saat terpilih menjadi Khilafah menggantikan Abu Bakar, Umar bin Khattab memerintah kota Madinah dengan sangat adil dan bijaksana. Dilansi dari almanhaj.or.id, Ia pernah menggalang strategi khusus saat masa paceklik menghampiri rakyatnya. Di antaranya adalah mengalokasikan dana khusus untuk kesejahteraan bayi, fokus terhadap masalah pengobatan dan kesehatan rakyat, perhatian pada urusan sandang pangan. Bahkan, dirinya langsung turun tangan sendiri memikul sekarung gandum untuk memberi makan salah satu rakyatnya yang kelaparan.

Tidak tergoda duniawi

Ilustrasi Umar bin Khattab sederhana [sumber gambar]
Saat hendak mengambil kunci kota Yerusallem yang berhasil ditaklukkannya, Umar mengajak serta seorang pengawalnya yang bernama Aslam. Dilansir dari tirto.id, keduanya menaiki unta secara bergantian. Yang mengharukan, Umar hanya mengenakan pakaian sederhana tanpa ada embel-embel kemewahan. Bahkan, Uskup Sophronius sebagai pemegang kunci kota pun takjub atas penampilan sang Khalifah yang jauh dari kesan mewah. Hal inilah yang membuat Umar semakin disegani oleh mereka yang non-muslim sekalipun.

Sayang, sang Khalifah harus berpulang setelah ditikam oleh seorang Persia yang bernama Abu Lu’lu’ah Fairuz yang beragama Majusi. Meski demikian, teladan dan sikapnya selama hidup, akan terus dikenang dan bergaung seiring perjalanan zaman. Menjadi bukti sejarah bahwa umat Islam pernah mempunyai sosok inspiratif seperti Umar bin Khattab.