in

5 Hal yang Terjadi Ketika Tuhan Mematahkan Hatimu

Tidak ada yang bilang patah hati itu mudah. Menyembunyikan air mata di balik bendungan kelopak matamu, itu tidak mudah. Bangun pagi dengan kenyataan semua sudah berubah, itupun tidak mudah.

Tidak ada yang bisa mengembalikan retaknya hati. Tapi, memang tidak ada yang perlu melakukannya. Seiring berjalannya waktu, ia akan sembuh sendiri, meski menyisakan bekas luka yang tak mudah hilang.

Jangan Khawatir, Kamu Berada dalam Rencana-Nya..

Mungkin namanya adalah kegagalan dalam percintaan. Tapi sebenarnya, kita sedang berada dalam rencana terbaik Tuhan. “Sejatuh ini, apanya yang terbaik? Kalian tidak mengerti apa-apa!”

Ya, orang lain belum mengerti. Begitupun kamu. Tapi coba kita pikir, apakah Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang itu sengaja menjatuhkan makhluk-Nya agar menderita? Tidak.

patah hati
Tuhan tidak mematahkan hatimu agar kamu jatuh, tapi justru agar naik lagi [Image Source]
Mungkin kitalah yang menyiksa diri sendiri. Membiarkan sakitnya menggigit-gigit dan belum mau melakukan refleksi atas apa yang telah terjadi. Padahal untuk menjadi bahagia pun adalah kuasa dan kendali kita sendiri.

Ambil nafas dalam-dalam. Renungkanlah, Tuhan tidak mematahkan hatimu agar kamu jatuh, tapi justru agar naik lagi. Lalu, lima hal ini terjadi dalam hidupmu.

1. Kamu Bisa Menolong Orang Lain, Padahal Sendirinya Sedang Sakit

Bukan hanya satu orang, tapi banyak orang pernah menolong orang lain justru ketika dia sedang hancur. Katakanlah kamu sedang terluka, namun ketika ada orang lain yang tertimpa masalah, kamu mau membantunya.

menolong orang lain
Kamu menyembuhkan lukamu sendiri, dengan menolong orang lain [Image Source]
Kamu tahu rasanya sakit hati dan kesusahan, maka kamu sebisa mungkin membantu mereka. Sampai kadang lupa akan luka sendiri, lupa rasa sakit pada diri sendiri.

Setelah berhasil membantu mereka, entah bagaimana hati ini merasa lega. Kawan, kamu menyembuhkan lukamu sendiri dengan menolong orang lain. Meski perlahan-lahan. Psst.. Akan ada banyak kejadian ‘ajaib’ ketika kita menyembuhkan diri dari rasa sakit atas patah hati ini.

2. Tuhan Tunjukkan ‘Kenapa Bukan Dia?’

Saat Tuhan mematahkan hatimu, rencana-Nya akan menggiringmu menemukan jawaban, mengapa bukan ‘dia’. Mengapa bertemu kalau akhirnya dipisahkan? Dan ketika itu terjadi, mata, batin dan pikiran kita akan terbuka lebar-lebar.

kenapa bukan dia
Tuhan tunjukkan, ‘kenapa bukan dia?’ [Image Source]
‘Oh ternyata dia selingkuh’, atau ‘Dia tidak seperti apa yang kupikirkan’, atau karena kita akan dipertemukan dengan sebaik-baiknya orang yang menerima, memahami dan setia menemani hingga kita tua nantinya. Orang itu bernama ‘jodoh’.

3. Temanmu Bilang, ‘Kamu Tidak Gagal Sedikitpun’

Ketika Tuhan mematahkan hatimu, kamu mungkin merasa gagal, hampa, terpuruk dan luluh lantak. Tapi, akan ada masa di mana kamu bertemu dengan teman-teman. Mereka yang tahu bagaimana kamu dan mendengarkan cerita jatuh bangun yang sudah dilalui untuk berdamai dengan keadaan ini.

Temanmu akan bilang 'kamu tidak gagal' [Image Source]
Temanmu akan bilang ‘kamu tidak gagal’ [Image Source]
Mereka akan mengatakan, ‘Kamu tidak gagal.’

Ya, mereka benar. Mungkin hatimu patah, hubunganmu hancur, dan hidupmu sempat berantakan. Tapi, hey… Kamu masih hidup. Kamu melanjutkannya. Sambil menolong orang lain. Sambil menyibukkan diri. Tanpa terasa, kamu sudah menjejakkan kaki ke anak-anak tangga yang lebih tinggi, menjadi orang yang lebih kuat, dewasa dan bijaksana.

4. Kamu Bertemu dengan Babak Hidup yang Luar Biasa

Tidak selamanya kita akan nelangsa (terpuruk). Ada kalanya kita bisa bersyukur sekali, meski ada kalanya juga kita tiba-tiba teringat, hingga tersenyum kecut atau bahkan sampai susah rasanya menelan makanan.

babak hidup yang luar biasa

Tapi, akan ada kado-kado kecil dari semesta ini. Entah lewat datangnya sahabat-sahabat kita, teman-teman baru, hidup yang pelan-pelan menemukan titik cerahnya, tempat baru, apapun.. Tuhan mengerti kamu berusaha bangkit, maka kamupun dibantu untuk lahir kembali menjadi seseorang yang lebih baik. Percaya tidak? Tanyakan pada yang pernah mengalaminya.

5. Dan Akhirnya, Kamu Berterima Kasih Pada ‘Sang Mantan’

Pada akhirnya, kamu berterima kasih pada kegagalan. Juga pada sang mantan. Kalau bukan karena mereka juga, kamu tidak akan mendapatkan sebuah pelajaran berharga dalam hidupmu. Meski sempat tercampakkan, sempat dikhianati, bahkan sempat terinjak-injak, dari situlah kamu belajar menghargai dirimu sendiri. Di situ pula kamu mengerti arti kesetiaan.

berterima kasih pada mantan
Dan akhirnya, kita akan berterima kasih pada sang mantan [Image Source]
Dan dalam keadaan yang seperti itu, kamu juga akan menyadari bahwa rejeki dan jodoh sudah ada yang mengatur. Kisahmu mungkin pernah sesedih itu, tapi Tuhan tidak memberikan cobaan tanpa tambahan kekuatan. Pada akhirnya, siapa yang datang dan pergi, serta apa yang terjadi dalam hidupmu, semua juga dirancang oleh-Nya untukmu.

Semua orang berhak bahagia, meski kesedihan pernah begitu kejam menerpa. Ini hanya cara pandang yang lain, tentang kenapa Tuhan mematahkan hatimu. Kalau tidak saat ini, mungkin suatu hari kita baru bisa benar-benar mengerti. Rencana-Nya tetap yang terbaik, dengan seluruh suka dan duka di dalamnya.

Written by Orchid

Leave a Reply

5 Hal yang Membuat Suku Dayak Disegani Dunia

Video Tukang Rujak Goyang Cesar Asal Indonesia Ini Hits di Facebook, Siapa Pernah Beli?