Heboh pidato soal ‘tampang Boyolali’ oleh sosok Calon Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu, tampaknya memantik berbagai reaksi yang beragam dar warganet. Dilansir dari tirto.id, penggalan pidato yang intinya membuat orang-orang Boyolali tak boleh masuk hotel karena mewah karena tampangnya itu, juga menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #SaveBoyolali.

Padahal, ada banyak sosok asal Boyolali yang namanya sangat diperhitungkan di Indonesia. Mulai dari tokoh sejarah, militer, hingga remaja yang berprestasi. Meski riuh ‘tampang Boyolali’ yang seakan menyudutkan dan dikemas dalam narasi pidato berbau candaan, toh hal tersebut nyatanya tak menghalangi figur sukses di bawah ini untuk menorehkan tinta emasnya bagi Indonesia.

Drs Soeharso yang menjadi pahlawan Indonesia

Boyolali yang dikenal dengan ternak sapinya ini, juga pernah menelurkan dokter hebat sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia. Dia adalah dr. Suharso. Dikutip dari tirto.id, sosok yang pernah berdinas di Kalimantan barat, Surabaya dan Solo ini, dikenal dengan usahanya membantu korban perang. Dalam buku Ensiklopedi Pahlawan Nasional (1995:62), Drs. Suharso pernah membangun bengkel pembuatan kaki dan tangan palsu di Rumah Sakit Surakarta pada 1948.

Sepeninggal Belanda, ia mendirikan Rehabilitasi Centrum Penderita Cacat Tubuh di Surakarta pada 1951 dan mendirikan Rumah Sakit Ortopedi dan Yayasan Pemeliharaan Anak-anak Cacat di Surakarta (YPAC) dua tahun kemudian. Alhasil, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 088/TK/Tahun 1973, yang ditandatangani Jenderal Soeharto, namanya diangkat sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.

Pejuang anti-kolonial SK Trimurti

Wanita yang kenyang asam garam meringkuk di balik terali besi ini, merupakan salah seorang tokoh sejarah yang dikenal sebagai legenda pergerakan perempuan. Sumber dari tirto.id menulis, ia berdiri membela Republik Indonesia dan menjabat Menteri Tenaga Kerja dalam kabinet Amir Sjarifuddin. Figur bernama lengkap Surastri Karma Trimurti ini, merupakan sosok pejuang wanita kelahiran Boyolali 11 Mei 1912.

Istri dari pengetik naskah Proklamasi Sayuti Melik ini, sempat dibela Sukarno yang berusaha membebaskannya dari penjara dengan cara melobi para pejabat militer Jepang. Atas jasa-jasanya pada kemerdekaan Indonesia, wanita pemberani yang meninggal pada 20 Mei 2008 ini, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Mantan Menteri Widodo AS yang juga kelahiran Boyolali

Mengawali karir di kemiliteran, sosok Widodo Adi Sutjipto sempat merasakan menjadi orang nomor satu di tubuh TNI. Sumber dari tirto.id menuliskan, Ia berhasil melampaui karier para perwira yang bersinar pada masa Orde Baru dengan duduk di kursi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sosok kelahiran Boyolali, 1 Agustus 1944 ini, merupakan seorang Jenderal Angkatan Laut (non-Angkatan Darat) pertama yang menjadi figur nomor satu di TNI pada masa kekuasaan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Di era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, Widodo AS juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menkopolhukam), dari 2004 hingga 2009, dan Menteri Dalam Negeri ad interim pada 2007.

KSAD Mulyono yang sosoknya disegani sebagai Panglima TNI

Masih dari ranah militer, sosok berprestasi asal Boyolali lainnya juga digenggam oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Mulyono. Menurut tirto.id dalam tulisannya mengatakan, pria kelahiran Boyolali pada 12 Januari 1961 itu, sempat menjabat sempat sebagai Panglima Kostrad (Pangkostrad) sebelum menjadi KSAD TNI.

Padahal, posisi prestise tersebut itu tak hanya membutuhkan keberanian dan kecakapan akademis semata, tapi juga kecerdasan sosial. KSAD Mulyono pun sukses membuktikannya. Dilansir dari liputan6.com, saking membuminya dengan para bawahan, sang Jenderal bahkan pernah membuang pangkat miliknya di hadapan prajurit Kopassus. Hal ini menyiratkan, bahwa seorang anggota militer harus takut akan tugas yang bakal diemban ke depannya. Bukan dengan atasannya.

Tri Ahmad Irfan sukses menharumkan nama Boyolali di kancah internasional

Tri Ahmad Irfan merupakan seroang putra asli Boyolali yang sukses mengharumkan daerah asalnya di kancah internasionl. Dikutip dari tekno.kompas.com, dirinya berhasil lolos tes untuk magang sebagai Software Engineering Intern di perusahaan mikroblog, Twitter. Berawal dari program online yang dibentuk orang-orang Indonesia bernama Indo2SV, Irfan berani mengajukan lamaran ke perusahaan teknologi tersebut setelah tiga bulan menjalani program mentorship.

Tak disangka, dirinya lolos dan diterima magang pada April 2015. Periode magangnya sendiri berlangsung selama tiga bulan, sejak Juni hingga September. Padahal, saat itu dirinya masih berada semester empat di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Seakan tak ingin berleha-leha seperti rekannya kebanyakan, Irfan berjuang keras di ajang tersebut agar bisa lolos menjadi karyawan magang di perusahaan teknologi terkemuka.

Meski dianggap hanya dianggap sebagai gurauan semata, ada baiknya jika tokoh publik seharusnya bijak dalam mengemukakan pendapat atau ‘kelakarnya’ di panggung umum. Selain efisien dalam soal waktu, hal tersebut diharapkan tak menimbulkan gesekan pada masyarakat umum. Terlebih pada jelang tahun politik. Di mana isu atau sedikit kesalahan yang diperbuat, bisa menjadi komoditas untuk ‘digoreng’ ke sana kemari dan semakin memperkeruh suasana. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?