in

Pria Bacok Teman yang Tanya Kapan Nikah, Ini 5 Alasan Kita Perlu Berhenti Kepo Tentang Itu

Manusia-manusia zaman now memang kerap kali kepo dengan urusan orang lain. Ya contohnya seperti menanyakan perihal kapan nikah yang terkadang bikin panas telinga. Lebih menyebalkan lagi kalau mereka bertanya kepada orang yang kondisinya sedang jomblo. Enggak tahu apa di sini sedang berjuang mendapatkan jodoh idaman, hmmmm…

Pertanyaan kapan nikah kini akibatnya tak hanya membuat orang kesal. Tapi juga bisa berujung pada kematian. Seperti kasus yang terjadi di Minahasa satu ini. Tersangka berinisial AM membunuh tetangganya bernama Ari lantaran menanyakan kapan anaknya menikah. Hal ini sudah jadi bukti kalau kita tak perlu menanyakan kepada orang lain tentang kapan menikah. Dan juga alasan-alasan di bawah ini yang membuat kalian berpikir lagi sebelum bertanya.

Menikah adalah urusan pribadi

Menikah adalah urusan pribadi [Sumber Gambar]
Setiap orang memang menginginkan untuk menikah. Tapi kita tak berhak untuk ikut campur dalam masalah itu, termasuk menanyakan kapan ia akan bersanding di pelaminan. Pasalnya, menikah adalah urusan pribadi yang tidak mungkin semua orang boleh tahu tentang hal tersebut. Iya kalau ia sudah mempunyai pasangan yang tepat saat ini. Jika tidak? Apa kalian mau mencarikan pasangan untuknya? Tentu banyak yang menjawab tidak.

Sudah ingin menikah, tapi hilal jodoh belum terlihat

Jodoh belum ada [Sumber Gambar]
Pertanyaan kapan menikah itu memang menyakitkan lho. Apalagi kalau menanyakan kepada orang yang ingin menikah, tapi masih belum ada jodohnya. Mungkin ketika kalian menanyakan itu, ekspresi wajahnya biasa-biasa saja. Tapi, kita tidak pernah tahu apa isi hatinya sebenarnya. Jadi, jangan coba-coba menanyakan hal sensitif ini kepada orang lain deh. Coba jika kalian yang berada di posisinya, mau jawab apa, malih?

Bisa menambah beban pikirannya

Menambah beban pikiran [Sumber Gambar]
Apabila kalian menanyakan hal ini kepada orang yang ingin maju di suatu bidang, itu sudah salah besar gengs. Hal ini malah membuat pikirannya menjadi berantakan. Yang mulanya ia ingin mengejar cita-cita dan mengesampingkan pernikahan, malah jadi kepikiran tentang masalah jodoh. Ini bisa membuatnya tertekan dan kemungkinan dapat menghambat cita-citanya. Duh, jangan sampai deh kalian membuat cita-citanya kandas. Lebih baik tanyakan saja apa yang ingin ia capai dan kalian akan berkontribusi untuk membantunya.

Siapa tahu membuka luka lamanya

Membuka luka lama [Sumber Gambar]
Pertanyaan singkat, padat dan jelas ini ternyata bisa berdampak buruk bagi ingatan seseorang. Seperti membuka luka lamanya. Mungkin saja orang yang kalian tanya dulu punya pengalaman kelam dengan mantan pasangannya. Yah, kalau sudah begini, bisa-bisa ia memikirkan kembali masa-masa itu dan membuat dirinya sedih. Bukannya mendapatkan info, kalian malah tidak sengaja mengorek masa lalunya. Hayo, nambah dosa lagi nih.

Jadi sakit hati dan berujung dendam

Berujung dendam [Sumber Gambar]
Ini nih yang paling gawat dari akibat pertanyaan kapan nikah. Adalah sakit hati yang berujung dendam. Ini bukan hal yang tidak mungkin lho. Sebab pertanyaan ini mengundang indra sensitif di dalam hati menjadi tersentuh. Sehingga bisa saja ia menjadi dendam terhadap kalian. Terbukti dengan banyaknya kejadian kekerasan hingga pembunuhan akibat pertanyaan yang super bikin pusing satu ini.

BACA JUGA : 4 Tips Dahsyat Untuk Pertanyaan ‘Kapan Nikah?’ yang Menyiksa saat Lebaran

Pertanyaan kapan nikah memang terlihat sederhana. Tapi, kalau diterima oleh orang-orang yang kurang tepat, bisa jadi itu adalah pertanyaan terburuk sepanjang masa. Pasalnya, semua orang pasti ingin menikah, namun masih belum ditakdirkan oleh Tuhan. Maka dari itu, stop untuk tanyakan kapan menikah kepada orang lain. Jangan buat mereka berkecil hati apalagi sampai menaruh dendam kepada kalian.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Nostalgia 21 Mei 1998, Ketika Presiden Soeharto Berhenti dari Jabatannya Setelah 32 Tahun

Mengenal Komunitas Yahudi di Manado, Hidup Tenang Meskipun Minoritas