Ssstt… Inilah Cara Menghadapi Teman yang Suka Adu Domba!

oleh Sofia Fitriani
10:00 AM on Sep 11, 2015

Pernah gak di suatu komunitas, di suatu tempat kerja, atau saat di kampus, sekolah, lingkungan tempat tinggal, bahkan di kosan atau kontrakan bersama, kita nemuin teman yang sukanya ngadu domba? Orang seperti ini sukanya tebar berita bohong ke sana ke mari buat mengobarkan perang antara satu temannya dengan teman yang lain.

Ciri-cirinya, dia biasanya bersikap manis di depan kita, kemudian mulai menjelek-jelekkan teman kita yang lain, sebut saja A misalnya, kepada kita, lalu besoknya gentian dia yang menjelekkan kita kepada si A yang dia jelekkan kemarin. Kalau sudah seperti itu kan otomatis, kita dan si A akan saling memendam rasa tak suka karena fitnah atau kelakuan si teman pengadu domba tersebut. Na’udzubillaahimindzalik..

Baca Juga
6 Bencana Terbesar di Indonesia Ini Menjadi Penanda Pergantian Tahun yang Kelam
Dulu Dikenal Gembong Teroris Sadis, Begini Nasib Umar Patek Sekarang Yang Cinta NKRI

Nah, sebagai umat Islam, menghadapi si pengadu domba itu bukan dengan balik membalasnya, alias balas dendam. Jangan banget deh! Karena Allah sangat membenci hambaNya yang saling bermusuhan, dan pembalas dendam. Selain itu kalau kita sendiri kemakan hasutan sehingga tersulut emosi, maka kita kalah sama hawa nafsu dan bujukan setan. Kita harus bersabar dan meniru suri tauladan kita, Nabi Muhammad SAW, yang tetap sabar dan ikhlas, bahkan memaafkannya.

Menghadapi si teman pengadu domba, ternyata mudah sekali jika kita bisa menjelma jadi seorang muslim atau muslimah yang cerdas dan tetap ingat serta menyadari bahwa Allah Maha Tahu. Berikut tips-tipsnya:

1. Tunjukkan Sikap Tenang dan Hanya Balas Senyum Saat Dia Beraksi

Suatu hari si teman ‘spesial’ itu datang kepada kita dengan wajah semangat (atau kadang dibuat sedih buanget). Nah, saat kita lihat dia seperti itu, kita kasih dia senyuman manis dan mempersilahkan dia menyampaikan apa maksudnya. Kalau dia sudah mulai beraksi dan menjelek-jelekkan teman kita yang lain, entah kita tahu faktanya atau belum tentang hal yang dia ceritakan tersebut, kita kasih senyuman dan sikap yang tenang.

Balas dengan senyuman saat pengadu domba beraksi
Balas dengan senyuman saat pengadu domba beraksi [ImageSource]
Kalau dia mulai keterlaluan dan menjurus ke fitnah, kita stop aksinya tersebut dengan cara yang sopan dan tidak terkesan menyinggung perasaannya (biar bagaimanapun kita tetap harus menjaga perasaannya). Cara menghentikannya misal dengan kita menyampaikan bahwa kita masih ada pekerjaan, PR, atau hal yang harus kita segera selesaikan. Atau mungkin kita sudahi dengan konklusi dari kita yang amat bijak, “Sudah, biarkan saja. Semoga Allah menjaga kita dari perbuatan buruk dan tetap berprasangka baik pada sesama saudara.”.

Kita lihat saja reaksinya. Kalau misal kita sudah seperti itu dia masih terus-terusan, ya mungkin kita perlu agak keras sedikit untuk menegurnya demi kebaikannya. Yang pasti, kita jangan ikut-ikutan terpancing menjelekkan teman yang sedang jadi obyek perbincangannya.

2. Hindari Berkonflik Dengannya, Seperlunya Saja

Kalau kita sudah tahu ada teman yang ‘spesial’ seperti itu, cara paling ampuh kedua adalah dengan menghindari konflik. Ya, jalan ini dirasa cukup bijak mengingat ada benarnya rumus Fisika bahwa semakin banyak gaya akan makin besar tekanan. Hehehe.. Kalau kita semakin sering bergaya atau menebar ulah di depan teman semacam ini, dia akan tertarik menjadikan kita obyeknya.

Jika si pengadu domba tak bisa diam, cuek aja lah
Jika si pengadu domba tak bisa diam, cuek aja lah [ImageSource]
Maka, demi keamanan diri sendiri, kita berlaku biasa saja lah. Hidup yang wajar dan tenang, dengan tetap taat dan mendekatkan diri kepada Allah. Yang sudah kusyu’ saja kadang masih sering dibilang yang buruk-buruk, apalagi yang memang gak mau kusyu’ sama Allah. Nah, kalau kita sudah diam dan tidak bergaya atau berulah, tapi apesnya malah masih saja dijadikan obyek perbincangan si teman ‘spesial’ ini, maka langkah selanjutnya adalah, cuek sajalah.

3. Tetap Berbuat Baik Kepadanya

Rasulullah SAW memanglah sebaik-baik suri tauladan. Bagaimana kegigihan dan ketabahan beliau dalam menghadapi musuh-musuh Islam, para pengkhianat, serta dalam mendidik serta membina para sahabatnya, memang menjadi contoh terbaik dalam kita menjalani hidup.

Tetap berbuat baik kepadanya
Tetap berbuat baik kepadanya [ImageSource]
Seperti ketika beliau sering diludahi orang saat akan sholat subuh. Namun saat si pelaku sakit keras, beliau justru menjenguk dan mendoakan orang tersebut. sehingga terbuka lah hati orang itu dengan ketulusan Rasulullah, lalu dia alhamdulillah masuk Islam.

Maha Besar Allah, ketika perbuatan keji dan munkar kita balas dengan kebaikan dan cinta atas namaNya, maka Allah pasti akan membalasnya dengan kebaikan. Selama orang lain tidak menghina Allah dan Rasul kita, maka kita cukuplah balas dengan sebaik-baik balasan padanya. Karena hidayah itu bukan kita yang menentukan, tapi Allah. Sedangkan tugas kita adalah membantu orang lain menemukannya. Ada pahalanya lho, hehe..

4. Bersabar dan Mendo’akannya

Yang terakhir dan saat semua usaha telah kita lakukan dalam menghadapi si teman ‘spesial’ adalah dengan bersabar dan terus mendo’akannya. Tentu memohonkan ampunan pada Allah baik untuk kita maupun dia. Serta meminta Allah untuk memberikan petunjuk pada kita maupun dia juga.

Bersabar dan mendo’akannya
Bersabar dan mendo’akannya [ImageSource]
Allah sudah memerintahkan pada kita dalam KalamNya, bahwa meminta pertolongan padaNya adalah dengan sabar dan sholat (do’a). sehingga biarlah Dia yang memutuskan, apa-apa yang dikehendakiNya, tugas kita hanyalah taat.

Itulah 4 tips dalam menghadapi teman ‘spesial’ yang suka mengadu domba. Memang benar bahwa kita harus terus berusaha berprasangka baik kepada saudara kita, namun sikap waspada itu perlu. Karena kita tak pernah tahu bagaimana isi hati orang lain.

Yang lebih penting dan perlu diingat adalah, sebelum kita sibuk mengoreksi orang lain maka ada baiknya kita koreksi diri kita terlebih dahulu. Sambil berproses menjadi baik, yuk mari kita ajak orang lain, saudara-saudara kita, orangtua, dan siapapun di sekitar kita untuk terus berjalan di jalan kebaikanNya, serta semoga istiqomah, sampai ajal menjemput kelak. Aamiin. (sof)

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Kisah Sedih Eva, Calon Pengantin Yang Tertabrak Kereta Saat Mengantar Undangan Pernikahannya 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget Kocak, Obrolan Orang Mesum PDKT Ngajak Chatting Endingnya Malah Bikin Ngakak Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri 10 Postingan Nyeleneh Pengguna Medsos Pamer Kemesraan, Berasa Pingin Nampol Lihatnya Inilah 11 Status Kocak “Emak Zaman Now” di Medsos yang Bikin Minder Anak Muda Karena Kalah Eksis Belum 30 Tahun, 5 Cewek Cantik Zaman Now Ini Sudah Bergelimang Harta, Hampir Saingi Syahrini! Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an 4 Barang Ini di Indonesia Harganya Luar Biasa, Tapi di Afrika Orang Miskin pun Wajib Punya
BACA JUGA