Tanda-tanda datangnya kiamat memang telah banyak diprediksi oleh banyak kitab suci. Khususnya pada agama-agamai seperti Islam, Kristen dan Yahudi. Khusus untuk mereka bangsa Israel, para pendetanya yang disebut sebagai Rabi ternyata telah melihat banyak fenomena tersendiri yang menubuatkan tentang datangnya hari akhir.

Anehnya, semua peristiwa tersebut kini telah terjadi di dunia modern. Salah satunya adalah peperangan sengit yang tak kunjung henti di daerah Gaza, Palestina. Meski tak menyebutkan kapan akan terjadinya hari kiamat, para Rabi Yahudi juga mempercayai akan datangnya kehancuran dunia lewat tanda-tanda di bawah ini.

Kelahiran anak sapi merah di Israel

Kelahiran seekor anak sapi merah yang diklaim sempurna di Israel, dianggap oleh otoritas keagamaan setempat merupakan tanda-tanda datangnya kiamat. Dilansir dari international.sindonews.com, Hewan itu kini menjalani pemeriksaan ekstensif oleh para rabbi Yahudi, di mana The Temple Institute menyebutkan warna kulit hewan itu “merah sempurna” atau tanpa noda maupun cacat.

Kisah sapi merah sendiri merupakan kepercayaan di dalam Kristen maupun Yahudi yang terkait dengan nubuat “akhir zaman”. Dengan adanya kelahiran tersebut, para Rabbi Yahudi akan bersiap-siap menyambut datangnya hari akhir. Di mana pada masa itu merupakan fase penghakiman bagi manusia di muka bumi ini.

Perang besar di Gaza antara militer Israel melawan pejuang Palestina

Peperangan sengit yang terjadi di Gaza, diperingatkan oleh seorang Rabbi Yahudi yang bernama Pinchas Winston sebagai tanda-tanda besar datangnya akhir zaman. Mengutip dari dunia.tempo.co, ketegangan yang sedang berlangsung antara Israel dan Iran atas Suriah, dapat memicu perang hari akhir seperti yang diramalkan oleh Alkitab.

Rujukan sang Rabi ada pada kisah Perang Gog dan Magog dari Alkitab Ibrani yang meramalkan penebusan Mesiah. Dalam penafsiran Yahudi, Gog dan Magog dapat berupa individu, orang atau tanah, dan dipandang sebagai musuh Israel yang akan dikalahkan oleh Juru Selamat.

Formasi bintang baru yang menandakan turunnya Al-Masih

Pergeseran bintang di langit juga menjadi salah satu pertanda kiamat bagi kaum Yahudi. Sumber dari merdeka.com menuliskan, seorang Rabbi Israel memprediksi kedatangan Yesus atau Nabi Isa setelah mengklaim melihat adanya formasi bintang baru di langit.

Ilustrasi formasi bintang menjadi tanda kiamat [sumber gambar]
Hal ini pun dikuatkan oleh Astronom di Michigan, Amerika Serikat. Di mana adanya dua bintang membantuk ‘Kesatuan Besar’ yang kemungkinan dapat dilihat dari Bumi pada 2022. Surat kabar Daily Mail juga menuliskan, Rabbi Yosef Berger asal Makam Raja Daud di Gunung Zion, Yerusalem, percaya jika ledakan supernova dari bintang tersebut menjadi bukti nubuat Mesias akan datang.

Pendirian Bait Suci kaum Yahudi di tanah yang dijanjikan

Menguatnya tekanan dari komunitas Rabbi Yahudi yang dikenal dengan nama Sanhedrin untuk membangun Kuil Suci, menjadi salah satu tanda akhir zaman yang mulai terlihat pada saat ini. Dilansir dari Sputniknews, ajaran eskatologis Yahudi menyatakan bahwa Bait Suci akan muncul dari tanah untuk ketiga kalinya ketika Armageddon atau ramalan tentang hari akhir mendekat.

Setelah Kuil Suci pertama dan kedua berhasil dibangun, kini para pemuka agama Yahudi berencana membangun yang ketiga. Komunitas Sanhedrin bahkan ikut menulis surat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump. Mereka dituntut untuk bergabung dan memenuhi perannya sebagai penguasa berdasarkan Alkitab dengan membangun kembali Bait Suci Yahudi di Yerusalem.

Siklus tetrad Yahudi tentang fenomena gerhana bulan berdarah

Fenomena bulan berdarah (blood mooon) yang terjadi pada 27 hingga 28 Juli 2018, merupakan peristiwa alam terlama sepanjang Abad ke-21, dengan durasi 1 jam 43 menit. Hal inipun berkaitan erat dengan ramanalan bangsa Yahudi mengenai dekatnya akhir zaman. Dilansir dari liputan6.com, angkaian empat gerhana bulan total selama 15 April 2014, 8 Oktober 2014, 4 April 2015, dan 28 September 2015 yang disebut lunar tetrad, memiliki makna tersendiri.

Tetrad pertama terjadi pada 1943, di mana terjadi pengusiran terhadap orang-orang Yahudi di Spanyol. Tetrad kedua jatuh di tahun 1949 yang bertepatan dengan berdirinya Isral sebagai negara. Tetrad ketiga pada 1967, terjadi selama Perang Enam Hari antara Arab dan Israel. Entah apakah gerhana bulan 2018 bakal menjadi tetrad keempat yang ditandai dengan tingginya konflik di Timur Tengah? Tidak yang tahu secara pasti.

BACA JUGA: Tanda-Tanda Kiamat dari Berbagai Agama Ini Membuktikan Hari Akhir Sudah Dekat, Bersiaplah!

Sejatinya, tak ada satupun makhluk di muka bumi ini yang mengetahui secara pasti kapan datangnya kiamat. Namun, ciri-ciri kedatangannya memang telah banyak diinfotmasikan lewat kitab suci masing-masing agama. Yang jelas, kiamat adalah perkara gaib yang menjadi rahasia Tuhan. Sebagai makhuk-Nya, kita hanya wajib beribadah dan melakukan banyak-banyak kebaikan. Sebagai bekal jika masa tersebut telah tiba pada diri kita.