Bukan lagi rahasia kalau memang beberapa negara menyarankan penduduknya untuk menikah lebih dari satu istri. Bukan karena apa, namun ada alasan-alasan khusus semisal rendahnya angka kelahiran dan lain-lain. Namun kembali lagi semua hanya himbauan dan sama sekali bukan kewajiban.

Ternyata di Tunisia beberapa waktu yang lalu juga beredar kabar serupa. Ya, pemerintah akan memberikan bonus lebih pada mereka yang bisa berpoligami. Pertanyaannya benarkah hal itu terjadi? Simak ulasan berikut.

Munculnya edaran mengenai kewajiban poligami

Poligami memang diperbolehkan di Indonesia namun tentunya harus melewati beberapa syarat terlebih dahulu. Namun apa jadinya kalau mereka yang melakukan poligami malah diberikan tunjangan dan malah jadi hal wajib. Sepertinya itulah yang tercantum pada sebuah edaran surat resmi yang dari Tunisia yang beredar di media sosial.

Surat edaran Tunisia [sumber gambar]
Alhasil banyak orang yang ingin pindah ke sana karena melihat betapa banyak bonus yang didapatkan jika mengikuti poligami. Pun demikian dengan tampilan surat tersebut mirip dengan dokumen resmi bertuliskan huruf Arab karena ada tanda tangan dan stempel di atasnya. Wah kalau benar sih bakal banyak yang pindah nih.

Banyaknya benefit  melakukan poligami menurut surat itu

Ada beberapa hal yang jadi poin penting mengapa banyak orang benar-benar ingin ke Tunisia ketika melihat surat itu. Bagaimana tidak pasalnya dijelaskan kalau para penduduknya diwajibkan untuk melakukan poligami pun demikian dengan para istri tidak diperbolehkan untuk melarang para suaminya berpoligami.

Poligami dengan banyak keuntungan [sumber gambar]
Belum lagi ternyata dijelaskan kalau pemerintah bakal membiayai para suami tersebut jika mereka memeliki istri lebih dari dua. Nah selain itu ada hukuman buat para istri ketika suaminya dilarang menikah yaitu 1 tahun dikurung dalam penjara. Tentunya hal ini bagi sebagian orang dianggap sangat menguntungkan sang suami sebaliknya bakal merugikan pihak istri.

Dianggap sebagai salah satu hoax yang menyebar di media sosial

Sampai saat ini belum diketahui mengenai benar atau tidaknya surat yang beredar di masyarakat itu. Pasalnya bahkan pemerintah tidak memebrikan pernyataan resmi mengenai hal tersebut. Dilansir dari laman Okezone, kemungkinan besar kalau surat yang beredar di media sosial itu adalah hoax semata. Pasalnya setelah ditelusuri gambar tersebut berasal dari domain gumilir.wordpress.com di mana masih belum diketahui mengenai kevalidannya.

Dianggap sebagai surat hoax poligami [sumber gambar]
Oleh sebab itu warganet dihimbau agar tidak langsung menyebarkannya karena masih belum diketahui kebenarannya. Apalagi kalau mengingat Tunisia juga salah satu negara yang sangat ketat mengatur masalah poligami sehingga berita yang tersebar di medsos sangat diragukan.

Tunisia sebenarnya sudah menghilangkan poligami

Jika dilihat dengan fakta yang ada di lapangan, siapa sangka kalau Tunisia sebenarnya malah sudah menghilangkan poligami. Mengilangkan yang dimaksud di sini bukan benar-benar melarang prakteknya melainkan ada syarat yang sangat berat. Pihak pria harus memiliki alasan yang sangat kuat jika memang ingin berpoligami atau tidak diperbolehkan oleh negara.

Tunisia hilangkan poligami [sumber gambar]
Tak sampai disitu, pihak yang menikahkan seseorang yang berpoligami tanpa izin resmi bakal dikenakan hukuman penjara 1 tahun dan denda kurang lebih 1,5 juta. Pun demikian dengan para suami wajib menafkahi sebanyak 8 juta tiap bulan istri bagaimanapun keadaannya  sampai dirinya meninggal dunia.

BACA JUGA: Lupakan Dua Istri, Pria Ini Punya 3 Bini Cantik Jelita yang Bikin Cowok Iri Kelas Dewa

Adanya hoax ini membuktikan kalau kita mesti tambah waspada dengan informasi yang beredar di media sosial. Ketimbang nanti sudah menyebarkan berita yang salah malah menyesatkan orang lain sebaiknya kita periksa sumbernya secara valid terlebih dahulu.