in

Surat Terbuka Bu Dokter untuk Pak Jokowi, Mewakili Warga Bontang yang ‘Lelah’ Antri BBM

Ngantri sampe macet itu memang nggak pernah enak. Walau disabar-sabarin, tapi kalo jadi ‘ritual menahun’ juga lama-lama akan jadi bom waktu.

Saudara-saudara kita yang di Bontang, sudah beberapa hari ini mengalami yang namanya ngantri BBM. Bahkan ada yang bilang antriannya mengular sampai 300 meter. Hal ini terjadi karena pasokan permintaan BBM yang diminta terlambat sehingga sempat terjadi kelangkaan.

Mungkin hal ini terdengar biasa ya di negeri kita, tapi miris juga karena ini terjadi justru pasca harga bensin diturunkan. Coba perhatikan gambar di bawah ini.

Antrian mengular demi bisa dapet BBM

antrian ratusan meter.jpg
Ngantri panjang dan mengular akibat BBM langka di Bontang [Image Source]
Bayangkan itu terjadi sepanjang hari, saat banyak orang mau ngampus, ngantor, antar anak ke sekolah, dan sebagainya. Bayangkan itu terjadi pada kita.

Udah pindah SPBU ke mana-mana, ternyata pada habis.

banyak SPBU kehabisan stok

Antara hati ini lelah dan berasa ter-PHP cuma gara-gara bensin, apalagi ini BUKAN YANG PERTAMA KALI terjadi di Bontang.

banyak warga bontang mengeluh

Mau pindah SPBU lagi bensin udah tipis. Kalopun ada ngantrinya juga lama. Katanya harga bensin turun, tapi kok masih susah dapet BBMnya?

Sampai akhirnya ada Bu Dokter cantik yang menyuarakan kelelahan warga Bontang tentang kelangkaan BBM ini di Facebook.

surat untuk jokowi.jpg
Surat terbuka Indah Puspitasari buat Pak Jokowi

Indah Puspitasari menulis sebuah surat terbuka untuk Pak Jokowi. Yah, kita memang punya presiden yang ‘merakyat’ sehingga ada harapan besar kalau suara rakyat seperti ini akan sampai ke telinga beliau.

“Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke. Tapi, Indonesia Raya hanya ada di Jawa-Bali”, apakah jargon ini benar Pak?

keluhan netizen lain
Curhatan lain yang keluar setelah Bu Dokter menulis surat untuk Jokowi

Dalam suratnya itu Indah tidak hanya sedang menyuarakan tentang BBM, tapi kita juga dibisikin bahwa masih banyaaaak sekali fasilitas mendasar yang tidak merata pada daerah Indonesia di luar Jawa dan Bali. Sekalipun itu adalah provinsi penghasil devisa dan terkaya di negeri ini.

Sampai keluar jargon yang GONG BANGET dan sebenarnya miris juga kalau dibaca, “Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke. Tapi, Indonesia Raya hanya ada di Jawa-Bali”.

Kalimat ini boleh dibilang menggetarkan buat kita sebagai sesama warga negara. Antara curhat ini menyuarakan keluhan sebagian di antara kita, atau juga bikin kita terenyuh karena meski sama-sama tinggal di Indonesia, tapi saudara kita merasa ‘dianak tirikan’ meski mungkin tidak demikian.

Oke, kita memang perlu berbenah dengan serius. Anak sekolah juga bisa kena dampaknya. Apalagi sektor yang lain?

korban bbm

Ada juga sih yang berspekulasi kalau curhatan macam ini nggak perlu, karena harusnya disampaikan ke pemerintah daerah supaya lebih efektif. Ada juga yang bilang bahwa surat macam ini mengindikasikan ‘baru antri 3 hari aja udah protes ke presiden’.

Sekarang memang sudah jamannya semua orang bisa curhat di Facebook, apalagi bikin surat terbuka ke Pak Jokowi. Tapi curhat yang satu ini boleh dibilang adalah salah satu action yang mungkin terjadi akibat sudah ‘gemesnya’ warga dengan pelayanan publik dan sarana serta prasarana yang masih payah, sementara SDM dan SDA mereka sudah menyumbangkan banyak sekali bagi negeri ini. Apalagi kalau fenomena ini sudah menahun.

Kita semua bisa sabar, tapi berhak menyuarakan apabila ada yang sistem yang tidak lancar apalagi tidak benar.

Semoga semua jajaran pemerintah yang ada di atas sana juga mendengar, agar tidak ada lagi warga kita yang merasa tertinggal di sana sini. Lebih-lebih lagi sampai tidak merasa bagian dari Indonesia Raya.

 

Written by Orchid

Leave a Reply

5 Kejadian Sehari-Hari yang Sepele Tapi Bikin Gregetan Luar Biasa

5 Fakta Tentang Al-Baghdadi, Orang yang Paling Dicari Dunia Saat ini