Kalian masih ingat dengan pengurusan SIM yang harus melewati tes psikologi? Kali ini, pembuatan dan pembaruan SIM ada berita baru lagi nih Sahabat Boombastis. Tapi ini bukan tentang tes psikologi lagi, melainkan mengenai surat keterangan sehat. Hal yang biasanya paling disepelekan ini, ternyata mulai diperdebatkan.

Pada umumnya, surat keterangan sehat bisa didapatkan di balai kesehatan terdekat. Misalnya saja rumah sakit, klinik, puskesmas dan praktek dokter. Bahkan, ada juga surat keterangan sehat yang bisa didapatkan dengan mudah. Seperti yang bersumber dari pressreader.com, bagi yang ingin meminta surat keterangan sehat bisa langsung tanpa tes hanya dengan membayar Rp25 ribu.

Surat Keterangan Sehat sekarang tidak bisa didapatkan dengan mudah [Sumber Gambar]
Nah, dari situ, semakin banyak orang yang menggampangkan surat kesehatan tersebut. Jadi, meski orang yang dimaksud punya riwayat penyakit berat, mereka tetap bisa membuat surat kesehatan dengan keterangan palsu. Hal ini tentu akan merugikan banyak pihak, khususnya dalam masalah keselamatan nyawa. Kalau sudah begini, pasti yang disalahkan adalah pihak kepolisian. Alasannya ya karena mengapa polisi bisa tidak selektif dalam memberikan SIM untuk calon pengemudi. Padahal, sudah dilampirkan surat keterangan sehat yang berasal dari balai kesehatan terpercaya.

Artikel Lainnya
Sedang Menjadi Tren Make-Up Kekinian, Begini Fakta Terkait Freckles atau Kulit Berbintik Coklat
Dari Pujian Hingga Cacian, 4 Ragam Penyambutan Tim ‘Gagal’ Piala Dunia 2018

Ini dilakukan supaya menghindari kecelakaan [Sumber Gambar]
Melihat masalah ini, kepolisian pun langsung mengambil tindakan tegas Sahabat Boombastis. Seperti yang sudah dijelaskan pada jpnn.com, kalau sekarang surat keterangan sehat tidak bisa didapatkan di semua balai pengobatan. Hanya mereka yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes)Polda yang berhak mengeluarkan surat keterangan sehat. Sehingga, hanya fasilitas kesehatan tertentu yang bisa dijadikan rujukan untuk tes kesehatan dalam pembuatan SIM.

Hanya dokter yang dapat izin dari Biddokes yang bisa melakukan tes kesehatan [Sumber Gambar]
Hal ini bukan tiba-tiba saja diadakan, tapi ada alasan dibaliknya. Salah satunya adalah menerapkan aturan yang sudah tertulis sejak dulu. Menurut Kasat Lantas Polres Balikpapan, AKP Noordhianto, ketentuan tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kemudian, hal ini juga berlandaskan dari Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi. Di sana dituliskan kalau hanya dokter yang sudah mendapatkan izin dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan saja yang dapat melaksanakan tes kesehatan sebagai prasyarat pengurusan SIM. Jadi, bukan keputusan sepihak dari kepolisian saja Sahabat Boombastis.

Tes yang dilakukan meliputi fisik dan rohani [Sumber Gambar]
Kemudian, dokter yang sudah mendapatkan izin, maka tes kesehatannya akan lebih mendetail. Dilansir dari Kaltim Post, tes kesehatannya tidak hanya seputar jasmani saja, tapi juga dari segi rohani. Kalau untuk rohani masih belum dijelaskan lebih lanjut. Tapi jika dari sisi jasmani, akan ada banyak aspek yang diperhatikan. Mulai dari penglihatan, pendengaran dan fisik. Untuk fisik, pemeriksaan dilakukan di luar dan dalam tubuh. Lalu, untuk penglihatan, akan dilihat apakah fungsi mata berjalan dengan baik atau tidak. Sedangkan dari sisi pendengaran, akan ada pemeriksaan tentang kesehatan telinga beserta fungsinya.

Pembuatan surat keterangan sehat yang benar memang seperti itu. Harus melalui proses yang panjang untuk menentukan apakah orang tersebut layak mendapatkan SIM atau tidak. Memang agak sedikit repot, tapi hal ini berurusan dengan keselamatan kalian di jalan juga. Untuk penerapan surat keterangan sehat ini masih diimplementasikan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Tapi, kemungkinan besar akan diterapkan juga di seluruh Indonesia. Jadi bagi kalian yang ingin membuat atau memperpanjang SIM diharap bersiap-siap ya.