Ainu, Suku Minoritas di Jepang yang Hampir Hilang Karena Modernisasi dan Diskriminasi

oleh Adi Nugroho
07:00 AM on Dec 16, 2016

Kalau Indonesia sangat membanggakan keberagaman suku dan budayanya, Jepang tidak demikian. Sejak era kekaisaran Jepang berdiri, negeri ini menginginkan adanya homogenitas di negerinya. Di kepulauan itu hanya boleh ada orang Jepang asli dan tidak diperkenankan adanya suku minoritas yang berbeda dengan mayoritas yang tinggal di pulau-pulau utama.

Ainu adalah salah satu suku asli di kawasan kepulauan Jepang khususnya Hokkaido dan kawasan utara mendekati Rusia. Keberadaan mereka bagi pemerintah Jepang seperti aib karena secara bahasa, budaya, dan pernak-pernik lain sangatlah berbeda. Akhirnya mereka diperlakukan dengan tidak manusiawi sejak Kekaisaran Tokugawa di tahun 1600-an dan Restorasi Meiji di abad ke-19.

Baca Juga
10 Ilustrasi Ini Bikin ‘Kids Zaman Now’ Sadar Bahwa Perbuatannya Sungguh Merugikan
5 Daerah di Indonesia Ini Berhasil Cetak Wanita Cantik dan Berpendidikan Tinggi, Jomblo Masuk

Suku asli yang mendiami sebelah utara dari Jepang ini akhirnya ditekan, dipaksa berasimalisi, hingga dijadikan budak hingga jumlahnya terus menurun. Berikut kisah miris dari penduduk Ainu yang terbuang di tanahnya sendiri.

Asal-Usul Suku Ainu di Jepang

Masyarakat Ainu dipercaya sudah ada sejak zaman Jomon atau sekitar 14.500 tahun yang lalu. Mereka hidup di kawasan Hokkaido dan pulau kecil lain yang terletak di utara Jepang. Mereka melakukan aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan dan belum begitu mengenal adanya teknologi untuk bercocok tanam.

Asal-Usul Suku Ainu di Jepang [image source]
Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat di kawasan ini mulai melakukan migrasi-migrasi ke daratan utama Jepang. Mereka melakukan perdagangan, menikah, dan akhirnya meninggalkan budaya yang telah mereka punyai di kawasan Hokkaido. Merak dituntut untuk sama dengan penduduk Jepang mayoritas yang secara fisik memiliki banyak perbedaan.

Kontak Jepang dengan Suku Ainu

Kontak Jepang di pulau utama seperti Honshu dengan penduduk Ainu banyak terjadi pada Kekaisaran Tokugawa di tahun 1600-an hingga memasuki era Meiji. Pada dinasti Tokugawa, masyarakat Ainu diminta untuk menyesuaikan diri. Mereka diwajibkan mempelajari budaya Jepang dan meninggalkan budaya asli Ainu yang telah ada sebelum masyarakat Matahari Terbit ini membentuk peradaban.

Kontak Jepang dengan Suku Ainu [image source]
Saat Jepang memasuki era Meiji, ketidakadilan pada etnis ini kembali terjadi. Homogenitas yang dijunjung tinggi membuat banyak orang Ainu diperlakukan dengan tidak baik. Mereka dijadikan budak dan dianggap sebagai suku rendahan. Oh ya, berdasarkan penelitian, pada abad ke-18 ada sekitar 80.000 Ainu hidup di era Meiji. Jumlah itu anjlok menjadi 18.000 saja saat Meiji mulai kebarat-baratan.

Asimilasi dan Penolakan Identitas Diri

Jepang memiliki dua pilihan kepada para etnis Ainu yang hidup di wilayahnya. Pertama diakui keberadaannya, tapi seluruh praktik kebudayaannya harus hilang. Atau dibiarkan begitu saja dengan kebudayaannya hingga dihukum karena tidak sesuai dengan kebudayaan yang ditetapkan agar homogenitas di Jepang tidak rusak begitu saja.

Asimilasi dan Penolakan Identitas Diri [image source]
Menggunakan Bahasa Ainu, menggunakan baju atau identitas Ainu lain sangatlah dilarang. Apa saja yang terkait dengan Ainu tidak perkenankan ada. Bahkan bila perlu dilenyapkan begitu saja agar keaslian dari Jepang tidak tercampur dengan minoritas yang secara historis sudah tinggal dahulu di kepulauan Jepang khususnya belahan utara.

Perjuangan Ainu untuk Terus Eksis dan Diakui

Bukan Ainu namanya kalau menyerah begitu saja saat ditekan oleh pemerintah Jepang agar kebudayaannya hilang untuk selama-lamanya. Mereka tetap berjuang dengan cara apa pun agar keberadaannya diakui oleh dunia internasional dan tidak terus didiskrimasi dengan cara yang sangat kejam.

Perjuangan Ainu untuk Terus Eksis [image source]
Beberapa aktivis dari Ainu berusaha mengenalkan lagu dan musik dari Ainu ke banyak tempat di dunia. Mereka pun juga mulai terlibat dalam dunia politik di Jepang untuk menuntut kesetaraan dan tidak terus ditekan karena dianggap tidak sejalan dan hanya mencemari suku asli Jepang.

Demikian ulasan tentang suku Ainu. Keberadaan mereka sama seperti Rohingya atau Uyghur yang ditekan oleh negaranya agar lenyap. Semoga keberadaan Ainu tetap terus ada dan suku-suku minoritas lain tetap bertahan meski ditekan oleh modernisasi.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Dulu Terkenal Sering Tampil Hot, Begini Kabar ‘Mama Abdel’ Sekarang yang Makin Bikin Deg-degan 12 Kelakuan Pengguna Medsos “Kelewat Awam” Ini Dijamin Bikin Kamu Ngakak Jengkulitan 7 Aktris Sinetron Kolosal Cantik dan Seksi ini Pernah Menghiasi Layar Kaca Kamu Zaman Dulu 5 Kejadian Nyleneh Orang Indonesia yang Terekam Google Street View, Awas Ngakak! Inilah Beberapa Kelakuan ‘Gak Lazim’ Saat Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas, Kamu Pasti Salah Satunya Potret Kehidupan Mewah Anak Orang Kaya di Hong Kong yang Dijamin Membuatmu Melongo Inilah Perubahan Wajah Thalia Maria Marcedes dari Cantik Sampai Cantik Banget 4 Ciri-Ciri Ini Bisa Jadi Indikasi Kalau Sebuah Warung Pasang Jin Penglaris, Hati-Hati! 5 Ibu Mertua Paling ‘Membahayakan’ Sedunia Yakin deh, 25 Pose Absurd Wisatawan dengan Patung Ini Pasti Bikin Kamu Cekikikan Melihatnya Chatting Kids Zaman Now Minta Foto “Buka-bukaan” ke Gebetannya Ini, Endingnya Bikin Melongo Dulu Mewah, Anak Pencipta Lagu Nomor Satu di Indonesia Ini Sekarang Jadi Kuli Bangunan Salut! 5 Artis Tajir Ini Nggak Segan Pamerkan Kelakuan Bak ‘Rakyat Jelata’ di Sosial Media Inilah Alasan Pakai Rok Saat Bersepeda Motor Sama dengan Bunuh Diri Inilah 4 Pernikahan Super Mewah Anak Pejabat dan Konglomerat Indonesia yang Bikin Mata Terbelalak Inilah 6 Artis Indonesia yang Bikin ‘Superstar’ Luar Negeri Tergila-gila, Ada yang Sampai Baper Loh 7 Foto Ini Diambil Hanya Sesaat Sebelum ‘Musibah’ Datang Foto-Foto Ini Memperlihatkan Betapa Seru dan Kocaknya Adegan di Balik Layar Film Superhero Idaman Anak 90-an Inilah 4 Alasan Mengapa Israel Harus Tunduk Hormat pada Indonesia Inilah Fakta Micin, Benda yang Sering Difitnah Masyarakat Kekinian, Beneran Bikin Lemot?
BACA JUGA