in

8 Perkampungan atau Suku Kerdil yang Paling Terkenal di Dunia, Indonesia juga Punya

Tentunya kamu mengetahui bahwa di seluruh dunia semua suku bangsa memiliki ciri khas sendiri-sendiri, mulai dari budaya, bahasa, agama, warna kulit sampai dengan bentuk fisiknya. Seperti contohnya saja di Eropa yang orangnya rata-rata memiliki kulit putih, rambut blonde dan mempunyai fisik tegap besar.

Namun tahukah kamu bahwa ternyata ada suku-suku tertentu yang merupakan kebalikan dari orang-orang di Eropa sana dilihat dari bentuk fisiknya, terutama dari segi ukuran tubuhnya. Ya, mereka inilah para penduduk kerdil. Faktanya, mereka para masyarakat kecil ternyata ada di berbagai belahan dunia. Dan berikut ini beberapa yang berhasil ditemukan. Termasuk tiga di antaranya yang ada Indonesia.

1. Mbuti

Mbuti atau bambuti adalah sebuah suku yang menempati daerah di sekitar hutan Ituri, Kongo, Afrika. Sampai sekarang ini, suku Mbuti berjumlah sekitar 30-40 ribu jiwa yang menggunakan 3 bahasa dalam keseharian, yaitu Efe, Asoa dan Kango.

Mbuti [Image Source]
Suku satu ini pernah menghebohkan Eropa karena pada tahun 1930-an, ada ekspedisi dari Benua Barat mendapati sekelompok orang bertubuh pendek tanpa mengenakan pakaian berkeliaran di sekitar hutan di Kongo. Setelah diinterogasi, mereka mengatakan bahwa berasal dari suku Mbuti.

2. Aka

Hampir seperti Mbuti, orang-orang dari suku Aka atau Bayaka ini juga mendiami daerah di Kongo, Afrika, hanya saja lebih ke tengah dan jaraknya dengan orang-orang Mbuti terpaut puluhan kilometer. Walaupun begitu, suku Aka juga terkenal sebagai suku cebol yang memiliki ukuran tubuh pendek dari manusia normal.

Aka [Image Source]
Perbedaan mendasar dengan suku Mbuti, suku Aka sedikit lebih maju peradabannya dan sudah mengenal modernisasi, tentu saja pakaian, walaupun tidak semua orang memilikinya. Pada tahun 2003, UNESCO menetapkan suku Aka sebagai warisan kebudayaan dunia.

3. Djabugay

Djabugay adalah penduduk asli Australia yang sedikit berbeda dengan Aborigin. Perbedaannya terletak pada bentuk fisik orang-orang Djabugay lebih pendek dan hidup di daerah pegunungan dan hutan yang lebat, termasuk di Barron Gorge dan sekitar hutan hujan Queensland.

Djabugay [Image Source]
Kabarnya, orang-orang Djabugay sudah berkurang jauh populasinya karena penyakit dan juga hilangnya habitat asli mereka. Diperkirakan, suku Djabugay ini berasal dari daratan Papua sebelum Australia dan Papua terpisah oleh laut.

4. Taron

Taron atau Trone adalah suku cebol yang mendiami wilayah utara Kachin, Myanmar. Populasi suku Taron sampai sekarang sangat menurun drastis dibandingkan dengan beberapa dekade lalu. Bahkan diperkirakan dalam beberapa tahun lagi, suku Taron akan menghilang atau punah dari muka bumi.

Taron [Image Source]
Ukuran tubuhnya sangat kecil, yaitu hanya sekitar 129,5 cm saja secara rata-rata yang mana akhirnya oleh UNESCO ditetapkan sebagai “Asian Pygmies.” Menurut sebuah penelitian, suku Taron ini adalah pecahan dari suku Derung yang mendiami wilayah antara Tibet dan Myanmar pada tahun 1880-an.

5. Warga Kecamatan Kedurang, Bengkulu

Memang tidak semua orang di Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, memiliki tubuh kerdil atau cebol, namun menurut penuturan warga sekitar, jika semua dikumpulkan, maka ada ratusan orang bertubuh pendek di tempat tersebut.

Warga Kecamatan Kedurang, Bengkulu [Image Source]
Kecamatan Kedurang terletak di Kabupaten Bengkulu Selatan atau sekitar 170 kilometer dari pusat Kota Bengkulu. Ada 19 desa yang diisi ribuan jiwa yang mana di setiap desanya selalu ada 15-20 orang kerdil di dalamnya.

6. Warga Desa Yangsi

Di Tiongkok bagian barat daya, Provinsi Sichuan, ada sebuah desa terpencil yang bernama Desa Yangsi yang mana 40 persen masyarakatnya bertubuh kerdil. Bahkan dikarenakan banyaknya orang-orang bertubuh cebol ini, tidak sedikit masyarakat luar yang menyebut desa ini dengan nama “Desa Kurcaci.”

Warga Desa Yangsi [Image Source]
Tinggi rata-rata dari orang dewasa yang bertubuh cebol di Desa Yangsi adalah 90 cm dan yang terpendek adalah 60 cm saja. Menurut cerita rakyat sekitar, kondisi tersebut disebabkan ulah roh jahat yang sengaja memberikan kutukan kepada leluhur mereka dan terus menimpa anak cucunya hingga sekarang.

7. Hobit Flores

Memang tidak dapat dikatakan sebuah suku apalagi perkampungan, namun pada tahun 2004 lalu, telah ditemukan sebuah fosil manusia berukuran kecil di Liang Boa, Flores. Berdasarkan penemuan fosil ini, penelitian secara terus menerus dilakukan untuk mengetahui jenis apakah tulang belulang yang ditemukan tersebut. Apakah dari bangsa kera ataukah memang ada manusia kerdil atau yang disebut hobit pernah tinggal di sana.

Hobit Flores [Image Source]
Setelah lama melakukan penelitian, akhirnya terungkap bahwa memang fosil tulang tersebut adalah milik manusia yang berukuran lebih kecil dari manusia normal yang mana mendiami daerah tersebut sekitar 200 ribu tahun lalu. Para peneliti akhirnya memberikan nama untuk jenis baru ini, yaitu Homo floresiensis.

8. Suku Mante

Baru-baru ini ada satu kabar menghebohkan yang disertai foto, yaitu tentang ‘penemuan’ orang kerdil yang diyakini adalah Suku Mante dari Aceh yang dulunya sudah dianggap punah. Suku satu ini dipercaya merupakan salah satu dari banyaknya suku di Aceh yang menjadi leluhur orang-orang di kawasan Serambi Mekah tersebut.

Suku Mante [Image Source]
Hanya saja keberadaan Suku Mante sampai sekarang masih menjadi perdebatan, walaupun video penampakan orang cebol yang diyakini berasal dari suku tersebut sudah beradar di YouTube. Sampai sekarang belum ada bukti lain terkait dengan ada atau tidaknya Suku Mante itu.

Mengingat tak semua misteri dunia bisa terungkap, maka kemungkinan besar masih ada banyak lagi suku kerdil di muka Bumi. Beberapa mungkin memang tak ingin diganggu sehingga bersembunyi begitu rapat. Tapi, mungkin saja nantinya orang-orang pigmi mungkin bakal muncul. Seperti peristiwa suku Mante yang tiba-tiba tertangkap kamera beberapa waktu lalu.

Written by dwiandika

Leave a Reply

Perjuangan Murid-Murid Indonesia untuk Bisa Mengikuti Ujian Nasional di Tengah Keterbatasan

Sulaiman, Pak Satpam yang Berhasil Meraih Gelar Doktor. Salut!