Serangkaian peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di nusantara, selalu meninggalkan jejak misterius yang belum terungkap hingga saat ini. Tidak hanya itu, para sosok misterius yang terlibat pada momen tersebut, juga hilang bak ditelan bumi. Tak ayal, para sejarawan dan kalangan pemerintahan pun pusing tujuh keliling dibuatnya.

Meski kejadian-kejadian tersebut telah lama berlalu, para tokoh yang diduga kuat terlibat di dalamnya, menjadi sebuah perdebatan panjang bagi generasi saat ini. Contohnya adalah kakek yang mengaku sebagai Supriyadi, seorang anggota PETA hingga sosok misterius yang dibalik sebuah cerpen yang kontroversial. Tidak hanya itu, masih ada beberapa tokoh yang masih diselubungi misteri di bawah ini.

Langit makin mendung kontroversial Ki Panji Kusmin

Sosok misterius yang sempat menghebohkan umat muslim Indonesia ini, dikenal berkat cerpennya yang berjudul Langit Makin Mendung beberapa dekade silam. Pada saat hasil karyanya di muat oleh majalah Sastra cetakan tahun VI No. 48, Agustus, 1968, mendadak cerpennya tersebut dihujat banyak orang lantaran dinilai melecehkan umat islam. Cerpen tersebut berkisah tentang Nabi Muhammad SAW yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya di dunia.

Cerpen kontroversial [sumber gambar]
Ditemani oleh Malaikat Jibril dengan mengendarai Bouraq, Nabi Muhammad Turun ke langit dunia. Namun, Bouraq yang ditumpangi menabrak satelit Sputnik milik Rusia. Nabi dan Malaikat Jibril pun terlempar dan mendarat di Jakarta. Disaat itulah Nabi menyaksikan kerusakan umat manusia. Alhasil, bukan dirinya yang harus kena pesakitan. Melainkan H.B. Jassin selaku penanggung jawab cerpen tersebut dikenai kurungan selama satu tahun. Hingga akhir hayat, dirinya tidak pernah mengungkap sosok asli dari Ki Panji Kusmin tersebut.

Supriyadi yang raib hingga saat ini

Nama besar Supriyadi seolah tak pernah lepas dengan pasukan PETA yang melegenda. Pasalnya, berkat dirinyalah peristiwa pemberontakan yang fenomenal tersebut, tercatat dalam tinta sejarah Indonesia. Sayang pemberontakan yang ia pimpin gagal terlaksana dengan baik. Setelah kejadian itu, Supriyadi pun raib bak ditelan bumi. Meski oleh Pemerintah Indonesia telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, sosoknya masih misterius hingga kini

Masih jadi sosok misterius [sumber gambar]
Yang menghebohkan, tiba-tiba muncul seorang kakek berusia 88 tahun yang bernama Andrayoko Wisnu Prabu dan mengaku sebagai Supriyadi. Dirinya bahkan sempat diundang oleh sebuah seminar di Blitar, yang bertujuan untuk memastikan keaslian bahwa dirinya adalah Supriyadi. Sayangnya, acara tersebut berakhir tanpa ada bukti asli bahwa dirinya adalah benar-benar sosok Supriyadi yang misterius.

Gunadarma, Arsitek jenius di balik Borobudur

Meski namanya tidak banyak dikenal oleh generasi modern, sosok arsitek jenius yang diduga berasal dari India ini , merupakan perancang sekaligus pendiri dari Candi eksotis di Jawa Tengah, Borobudur. Tanpa adanya keterangan jelas berupa prasasti atau benda peninggalan lainnya, membuat nama Gunadarma menjadi sosok misterius hingga saat ini.

Gunadarma Arsitek Borobudur [sumber gambar]
Tak banyak informasi tertulis tentang arsitek hebat ini. Beberapa sumber bahkan menyebut dirinya hanyalah sosok yang hanya ada dalam dongeng kuno orang-orang Jawa. Meski begitu, Borobudur yang telah berdiri megah selama ribuan tahun tersebut, menjadi sebuah saksi nyata tentang keberadaan seorang jenius dibalik pembangunannya.

Siapakah pengarang buku Darmogandhul?

Tak banyak informasi yang jelas, siapakah penulis sebenarnya dibalik buku kontrovesial tersebut. Di beberapa sumber, serat ini ditulis oleh Ki Kalamwadi pada tahun 1900, yang sayangnya kurang kuat untuk dijadikan sebagai bahan referensi. Di lain pihak, nama itu disebutkan merupakan samaran dari pengarang Ronggowarsito yang lagi-lagi sangat lemah. Mengingat, Ronggowarsito telah meninggal 29 tahun sebelumnya.

Siapa pengarangnya? [sumber gambar]
Selain penuh dengan tulisan-tulisan yang menyudutkan kepercayaan agama tertentu, buku darmogandhul ini juga sarat dengan ilustrasi sejarah yang masih diragukan kebenarannya. Beberapa sumber bahkan menganggap, buku ini merupakan alat propaganda yang digunakan pihak orientalis barat untuk membenturkan pandangan keagamaan masyarakat di Pulau Jawa. Hingga saat ini, tidak diketahui dengan pasti siapa pengarang di balik buku tersebut.

Selain masih menjadi misteri, pesona sosok misterius tersebut seolah tak pernah habisnya untuk dibahas. Beberapa fakta sejarah yang telah diungkap pun, belum cukup untuk menyibak tirai besar yang menjadi selubung misteri. Tapi setidaknya, para generasi modern saat ini bisa mengetahui bahwa mereka masih punya “pekerjaan rumah” untuk mengungkap fakta sejarah dari mereka yang mewarnai perjalanan bangsa ini.