Tokoh-Tokoh Penting di Balik Dikenalnya Sosok Kartini di Indonesia

oleh Aini Boom
10:15 AM on Feb 11, 2017

Kartini adalah sosok yang dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita Indonesia.  Sebagai seorang perempuan ningrat Jawa, ia harus melewati masa dipingit, dinikahkan dengan pria yang tak dikenal, bahkan dimadu. Di tengah masa pingitan itulah ia mencari sahabat pena di sebuah majalah Belanda De Hollandsche Lelie, untuk mencurahkan isi hati dan nestapanya.  Tidak disangka, surat itu ternyata menarik banyak perhatian orang Belanda yang kemudian menjadi sahabatnya.

Melalui sejumlah surat yang dibuatnya, Kartini mengungkapkan segala kekesalan hatinya tentang adat istiadat dan budaya Jawa yang tidak berpihak kepada perempuan. Tidak hanya itu, Kartini pun menyampaikan pemikiran-pemikiran kritis dan cita-cita mulia bagi perempuan Indonesia. Sepeninggal Kartini (wafat di usia 25 tahun), sahabat Belandanya berinisiatif menghimpun beragam tulisannya dalam sebuah buku. Buku aslinya berbahasa Belanda, yang kini diterjemahkan dan kita kenal dengan judul Habis Gelap terbitlah terang.

Baca Juga
Obat Sakit Gigi Paling Ampuh yang Mudah Ditemukan di Rumahmu
Melihat Camp Latihan Super Mewah Tim Malaysia yang Bikin Pemain Indonesia Ngiri

Tidak bisa dipungkiri, sahabat-sahabat Belanda Kartini mempunyai andil besar dalam penerbitan buku yang kemudian membuat pemikiran perempuan Jawa itu diakui dan dihargai oleh Indonesia. Tokoh-tokoh Belanda itu juga yang menjadi teman diskusi dan bertukar pandangan tentang hak-hak perempuan. Mereka di antaranya adalah JH Abendanon, Estelle Zeehandelaar, dan Annie Glasser.

JH Abendanon, Pengumpul Surat-Surat Kartini

Abendanon adalah Direktur Departemen Pendidikan, Agama, dan Kerajinan Hindia-Belanda yang ditugaskan melaksanakan politik etis. Ia menjalin hubungan baik dengan Kartini dan termasuk orang yang menjadi tempat Kartini berkeluh kesah. Begitupun istrinya, E.E Abendanon yang sampai di akhir hayat Kartini, ia masih terus saling berkirim surat.

Foto JH Abendanon [Image Source]
Abendanon adalah orang pertama yang berinisiatif mengumpulkan sekitar 115 surat Kartini dalam bentuk buku. Meski latar belakangnya dalam mengumpulkan surat dan menerbitkan disinyalir sebagai usaha untuk membaratkan pemikiran pribumi, berkat jasanya, buku Kartini yang berbahasa Belanda berjudul Duisternis tot Licht itu berhasil diterbitkan. Bahkan buku itu dicetak dalam bahasa Inggris, bahasa Melayu, bahasa Arab, bahasa Jawa, Sunda, dan akhirnya banyak dibaca orang dari  berbagai belahan dunia.

Stella Zeehandelar, Inspirasi Kartini

Perkenalan Kartini dengan Estelle atau Stella tergolong unik. Saat itu Stella merespon undangan bersahabat pena dari Kartini melalui redaksi De Hollandse Leile, majalah wanita Belanda yang amat populer di tahun 1899. Ia adalah penganut sosialis yang amat fanatik dan juga aktivis feminis yang bekerja sebagai pegawai kantor pos. Dari semua teman korespondensi, Stella adalah yang paling getol meyakinkan Kartini tentang persamaan hak dan emansipasi pergerakan perempuan.

Surat-surat Kartini kepada Stella yang dibukukan [Image Source]
Dari hubungan surat menyurat itu, Stella berinisiatif mengirimkan buku-buku bacaan yang akhirnya membangkitkan kesadaran Kartini akan persamaan hak yang harus diperjuangkan. Belakangan, hubungan korespondensi antara Kartini dan Stella dibukukan oleh seorang Doktor dari Australia. Buku ini juga diterbitkan di Indonesia dengan judul Aku Bangga Nasionalisme dan Feminisme.

Annie Glasser, Guru Privat Bahasa Kartini

Annie adalah guru yang menguasai beberapa bahasa. Annie yang saat itu ke Jepara, diperkenalkan pada Kartini oleh Abendanon. Sejak saat itu, Annie dengan sukarela mengajarkan bahasa Perancis pada Kartini. Selain sebagai guru bahasa, Annie juga merupakan orang yang mengikuti setiap perkembangan pemikiran Kartini.

Sekolah pertama Kartini [Image Source]
Persahabatan Kartini dan Annie tulus. Keduanya sering beradu argumen-argumen sembari Annie tetap mengajari Sang Putri Sejati ini bahasa Perancis. Annie juga sering dianggap sebagai sosok yang menginspirasi pemikiran-pemikiran luar biasa Kartini.

Inilah sosok-sosok di balik dikenalnya Kartini di Indonesia. Tanpa mereka mungkin saja sosok kalem ini hanya akan jadi wanita Jawa pada masanya yang diam dan tak banyak bicara. Berkat sumbangsih pemikiran dan sebagainya, orang-orang ini Berhasil membuat Kartini di kenal, tak hanya di Indonesia tapi juga dunia.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
Inilah 13 Potret Marion Jola, Finalis Indonesian Idol yang Viral Berkat Video Hotnya 4 Anak Raja yang Lebih Memilih Tetap Jadi Atlet Ketimbang ‘Ongkang-Ongkang’ Saja 10 Meme “Terperangkap Razia”, Jauh Lebih Pahit Ketimbang Ketemu Mantan di Jalan 8 Ilustrasi Tentang Kebiasaan Cewek-Cewek Ini Bakal Bikin Kaum Lelaki Gagal Paham 10 Ucapan Iseng Saat Foto Nikahan Ini Bikin Ngakak Maksimal, Jangan Ditiru Ya! Miris, Orang-Orang Ini Tewas Saat Ulang Tahun Akibat Dikerjain Temannya Sendiri 10 Potret Kelakuan Nyeleneh DPR Rusia Saat Rapat, Ternyata Gak Kalah Koplak dengan Indonesia 9 Artis Ini Sok-sokan Update Status Bahasa Inggris, Alhasil Panen Hujatan dari Netizen Lama Tak Terdengar, Beginilah Kabar Gayus Tambunan, ‘Sang Koruptor’ Kelas Kakap 5 Fakta Ngeri Sentinel, Suku Primitif Paling Sadis yang Pernah Ada Inilah 5 Kisah Pengawetan Pemimpin Bangsa yang Tidak Banyak Diketahui Uang Bukan Incaran, Inilah 4 Fakta Begal Payudara yang Ternyata Gak Kalah Berbahaya 5 Penemuan Harta Karun di Indonesia yang Jumlahnya Sanggup Melunasi Semua Hutang Negara 8 Balasan “Surat Cinta” Istri Pergi ke Pasar Tinggalkan Suami Ini Sukses Bikin Ngakak Pulang Nggak Bawa Piala, 7 Runner Up Indonesian Idol Ini Lebih Tenar daripada Sang Juara Mengenal Phu Quoc, Penjara Super Sadis yang Terapkan ‘Siksa Neraka’ di Vietnam Menguak Misteri Uang Logam 500 Rupiah Tahun 1991 yang Disebut-Sebut Mengandung Emas 6 Fakta Ini Buktikan Enaknya Menjadi Pilot di Indonesia, Nomer 5 Bikin Ngiler! Kerap Tampil Kocak Sampai Menggelikan, Ternyata Kehidupan Mimi Peri di Dunia Nyata Sungguh Miris 5 Hal Gila yang Hanya Bisa Kamu Temukan di Thailand
BACA JUGA