Zaman memang sedang berat buat semua orang, apalagi rakyat kecil yang penghasilannya pas-pasan. Di tengah pandemi begini, tak sempat lagi banyak-banyak memikirkan protokol kesehatan. Yang penting, bagaimana caranya besok sekeluarga bisa makan.

Kisah Andi Amin (47) adalah salah satunya. Seorang ayah dan juga sopir angkot di Kendari yang belakangan diviralkan oleh penumpangnya, karena trenyuh menyaksikan ia mencari nafkah sambil membawa serta anaknya yang masih 2 tahun 2 bulan, sampai tidur di bawah kursi penumpang depan.

Dari hasil penelusuran, ternyata Andi Amin benar-benar membawa sang anak bekerja, sambil mengasuhnya. Inilah sekelumit ceritanya:

Bawa anak karena istri juga bekerja

Rupanya, Andi Amin tak punya banyak pilihan. Ia membawa putrinya, Aqilah, yang masih balita, karena dirasa lebih aman bila ikut ngangkot. Sebab sang ibu juga bekerja di kios Kampus Haluoleo, Kendari, tapi lokasinya dekat jalan ramai. Selain itu, ia bekerja dengan cara menjajakan dagangan saat ada mobil atau kendaraan umum lewat.

Andi Amin bawa anak saat bekerja karena keadaan [Sumber Gambar: Youtube/inFAKTA]
Karena khawatir anak yang masih balita akan terlepas dari pengawasan ibunya ketika sedang melayani pembeli dan lari-larian ke jalan, maka ia membawa si bungsu bersamanya. Aqilah ikut ayahnya bekerja dari jam 6 pagi dan baru pulang saat langit sudah gelap. Karena terkadang sudah ngantuk, Aqilah pun tidur di bawah kursi penumpang depan.

Viral karena banyak penumpang simpati

Potret itu diabadikan oleh seorang penumpang dan tak disangka menjadi viral di media sosial. Andi Amin juga tak tahu menahu saat dikabari ia menjadi berita. Para penumpang kerap bersimpati pada kondisi mereka. Namun Andi Amin dan istrinya sendiri tetap mengasuh sang anak dengan baik. Sebelum berangkat, Aqilah sudah diberi popok. Ayahnya pun menyiapkan bekal untuk mereka sepanjang perjalanan.

Banyak penumpang tersentuh melihat keadaan Andi Amin dan putrinya [Sumber Gambar: Youtube/inFAKTA]
Kondisi Andi Amin dan istrinya dalam mengasuh Aqilah memang terbilang kurang ideal. Namun itu menjadi hal terbaik yang bisa mereka lakukan, di samping kebutuhan ekonomi. Selain Aqilah, sopir angkot itu juga memiliki 3 anak laki-laki yang bekerja menjadi tukang las, baru lulus SMP dan masih kelas 5 SD. Tak ada yang bisa mengasuh Aqilah secara penuh, jadi keluarga kecil ini harus berbagi tanggung jawab.

Menghidupi keluarga bermodal mobil bekas kreditan

Jadi kepala keluarga memang mengemban tanggung jawab yang besar. Agar bisa terus mengepulkan dapur untuk istri dan anak-anaknya, Andi Amin mencicil sebuah mobil bekas yang dijadikan modal narik angkot seharga Rp25 juta. Tadinya, ia masih bisa mendapat uang Rp250.000 dalam sehari. Tapi sejak Corona masuk Indonesia, Ia hanya mendapat sepertiganya, atau kurang.

Andi Amin berusaha hidupi keluarga dari mobil cicilan yang digunakan untuk ngangkot [Sumber Gambar: Youtube/inFAKTA]
Kendati demikian, Andi Amin tidak lupa bersyukur. Bagaimanapun, ia berusaha terus menghidupi keluarga kecilnya. “Keras hidup memang, tapi kita harus jalani dan tetap bersyukur. Pendapatanku itu saya sisip-sisipkan untuk bayar cicilan mobil ini.”

Tak dimungkiri bahwa Andi Amin adalah 1 dari jutaan kepala keluarga yang saat ini berusaha bertahan hidup untuk menghidupi keluarga di tengah gempuran pandemi. Tulang punggung itu tak selalu ayah, kadang juga ibu, bahkan bisa jadi anak-anak yang meski belum cukup umur, harus menjalani kerasnya hidup.

BACA JUGA: Bocah Gantikan Sang Ayah Hingga Kaki Palsu, Inilah Kisah Para Ojol yang Bikin Hati jadi Hangat

Mari bantu sesama warga Indonesia pulih dari pandemi dan kesulitan ekonomi. Jika ada rezeki berlebih, sisihkan untuk bersedekah maupun melebihkan pembayaran atas penjual atau jasa orang-orang yang kesulitan di sekitar kita. Bagi kita mungkin hanya beberapa rupiah, namun bagi mereka bisa menjadi satu hari lagi kesempatan untuk bertahan hidup.